Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Adakah Partai “Tbk”?

Adakah Partai “Tbk”?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Nur Iswan * 

Jika ada pertanyaan survey, apakah ada Partai Politik yang sudah “tbk”? Pasti jawabannya: tergantung. Bahkan responden yang ditanya juga bingung dan garuk-garuk kepala.

Tulisan ini, sesungguhnya mengendap lama dalam pikiran. Dan siapa tahu bisa membantu kita memahami parpol. Syukur-syukur sebagai alat bantu dan memilah dan memilih partai.

Kenapa Parpol penting? Karena institusi ini yang memiliki kewenangan dalam mengirim kadernya ke legislatif dan eksekutif. Juga kemudian kader-kadernya tersebut bisa merekomendasikan dan memilih yudikatif.

Siapa yang memilih pimpinan KPU, KPK, KPPU, BPK, hingga MK dan lainnya? Parlemen, bukan? Opss, Parlemen dipilihkan oleh Pansel dulu. Siapa Pansel? Biasanya dipilih dan ditunjuk Presiden.

Dari mana salah satu sumber para Menteri? Partai. Siapa memilih Menteri? Presiden. Siapa Presiden, Politisi dari Partai atau setidaknya diusung Partai.

Nah, sengaja saya ingin menulisnya, karena diilhami juga oleh pernyataan Jokowi. Yang tiba-tiba melempar wacana. Ia sedang mematangkan Partai “Super Tbk”. Juga oleh desas-desus jika Anies akan membuat kendaraan politik juga.

Baiklah. Tiada mengapa. Negeri ini demokratis. Setiap orang boleh merencanakan skenario politik apapun. Memikirkan, mematangkan, dan melemparkan wacananya ke publik. Bahkan, jika suatu saat mendeklarasikannya. Monggo saja.

Tetapi, yang menarik adalah istilah “Tbk”-nya. Karena sejak dulu, saya mengibaratkan bahwa secara sederhana kita bisa menyebut partai itu dgn “Tbk” (terbuka) dan “Ttp” (tertutup).

Istilah “Tbk” sesungguhnya mengacu pada dunia bisnis dan pasar modal. Jika perusahaan sudah go public atau listing di Bursa maka dibelakang nama PT-nya ada “Tbk”.

Apa artinya Tbk, artinya PT ini sebagian atau mayoritas kepemilikan sahamnya sudah dimiliki publik. Tentu saja, sebelum dan sesudah proses IPO maka ia harus comply dengan aturan-aturan OJK dan BEI.

Kembali ke pertanyaan semula, dan dengan menggunakan analogi yang setidaknya sama dari sisi “kepemilikan saham”: adakah Parpol yang sudah benar-benar Tbk?

Jika ada, coba sebut Partai apa dan Partai Mana diantara 8 (delapan) Partai di Senayan itu yang sudah “Tbk”? Apakah semua Partai yang ada itu sudah milik publik? Atau milik anggota Partai?

Ataukah Partai-partai itu baru pada taraf semi-terbuka? Artinya, terbuka pada rekrutmen keanggotaan tapi tidak terbuka dalam pengelolaan dan kepemilikan. Atau terbatas hingga pada level tertentu tapi tidak terbuka pada puncak kepemilikan dan kepemimpinannya?

Jadi, kembali ke ide Jokowi yang ingin membuat partai terbuka yang konon milik anggota maka harus diuji oleh waktu. Apakah itu gimmick saja untuk sekedar menarik animo atau memang sungguh diikhtiarkan dan direalisasikan? Sehingga pada ujungnya, apakah kontrol penuh akan tetap ada di Jokowi dan diwariskan kepadq Keluarganya? Atau kontrol penuh ada di anggota?

Nah, sebenarnya, sejauh ini yang sudah relatif “Tbk” sepertinya hanya Golkar. Kenapa? Karena tak ada pemilik tunggal yang mayoritas mengontrol penuh. Para Elite Partai kuning ini, mungkin menggenggam “saham” atau “pengaruh” tapi sedikit saja. Hingga tak bisa total mayoritas mengontrol pengelolaannya.

Sebut saja misalnya, Akbar Tanjung. Aburizal Bakrie. Jusuf Kalla. Agung Laksono. Ginanjar Kartasasmita. Luhut BP. You name it. Tetap toh tokoh-tokoh ini tidak bisa mengontrol penuh. Semua tetap harus “berdiskusi” bersama. Terutama dan tentu saja dengan Ketum saat ini, Bahlil Lahadalia.

Itu pula yang membuat mesin Partai ini solid dan kuat. Ini salah satu kekuatan Partai ini. Karena kepemilikannya terbagi. Atau terdistribusi ke elite, sesepuh dan tokoh-tokohnya. Termasuk. Menyebar juga ke DPD propinsi dan kabupaten/kota. Bahkan menyebar ke anggota legislatif di setiap tingkatan.

Hanya saja, mungkin ada satu catatannya. Meski tersebar, tapi terbatas dan bertumpu pada yang memiliki posisi dan modal kuat. Jika belum punya posisi dan modal, harus bersabar sedikit. Tetap punya saham, tapi pasti pengaruhnya terbatas.

Nah, tentu saja selalu ada kekecualian. Artinya, jika ada sosok yang tidak punya posisi dan tiada modal tapi ia punya pengaruh politik kuat maka dapat dipastikan sosok seperti ini berarti pendekar politik yang sakti nan hebat. Dan itu pasti ada, bukan? (RED).

*Penulis adalah Senior Advisor INDOPOLICY

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Korupsi di Kemendikbud Ristek yang merugikan negara sekitar 10 T.

    Ganti Kajian Demi Chromebook? Skandal Rp10 T Akhirnya Terkuak!

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Skandal dugaan korupsi pengadaan laptop di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menguak sisi gelap proyek digitalisasi pendidikan era Menteri Nadiem Makarim. Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan indikasi bahwa pejabat Kemendikbudristek sengaja mengganti kajian teknis demi mengakomodasi pengadaan laptop Chromebook, yang sejak awal dinilai tidak efektif digunakan di sekolah-sekolah. Kepala Pusat Penerangan […]

  • Prof. Siti Zuhro

    Siti Zuhro Minta UICI Perkuat Peran Digitalisasi Pendidikan Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) didorong untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan digital nasional. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI (MPTK), Prof. Dr. Siti Zuhro, M.A., dalam acara pelantikan Rektor UICI periode 2025–2029 di Gedung Rektorat UICI, Rabu (12/11/2025). Prof. Siti menilai UICI memiliki posisi strategis sebagai universitas digital yang […]

  • Budisatrio Djiwandono, Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia.

    Pemuda Tani Dorong Regenerasi Petani Lewat Inovasi Digital

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Momentum peringatan HUT ke-39 Pemuda Tani Indonesia dan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan DPP Pemuda Tani Indonesia untuk menggelorakan semangat regenerasi petani muda di tengah pesatnya transformasi teknologi pertanian. Kegiatan bertajuk “Temu Pemuda: Dialog dan Penanaman” ini digelar serentak di delapan provinsi dan dipusatkan di Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (28/10). Ketua […]

  • Kadin Indonesia

    Lokasi Konferensi Pers Kadin Berubah Mendadak, Kadin Memanas?

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Konflik dalam tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) semakin memanas. Rencana awal konferensi pers pada pukul 13.00 WIB di Menara Kadin, Jakarta Selatan, terpaksa dipindahkan ke Hotel JS Luwansa, setelah sejumlah media mengalami kesulitan mengakses lokasi awal. Perubahan mendadak ini menunjukkan ketegangan yang kian nyata antara kedua kubu di dalam Kadin. […]

  • FACC Desak Kemenperin Panggil Astra, Minta Transformasi Bisnis Selaras Target Transisi Energi Nasional

    FACC Desak Kemenperin Panggil Astra, Minta Transformasi Bisnis Selaras Target Transisi Energi Nasional

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Forum Asta Cita Center (FACC) mendesak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk segera memanggil PT Astra International Tbk guna membahas arah transformasi bisnis perusahaan agar sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia. Desakan tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Forum Asta Cita Center, Rudi Banu Wibowo, saat […]

  • Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi,

    Nur Purnamasidi Tegaskan Komitmen Kawal Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    LUMAJANG, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, menegaskan komitmennya untuk memastikan anggaran pendidikan benar-benar digunakan secara tepat sasaran. Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung kondisi SD Negeri Sukosari 01 di Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (10/10/2025). Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi […]

expand_less