Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aksi Sicario dan Tragedi di Jantung Lima Peru

Aksi Sicario dan Tragedi di Jantung Lima Peru

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LIMA, CUPLIKAN.CO.ID – Senin sore, 1 September 2025, suasana di Avenida César Vallejo, distrik Lince, Lima, Peru, mendadak berubah menjadi mencekam. Jalan yang biasanya ramai oleh pejalan kaki, kendaraan, dan pesepeda, sontak dipenuhi teriakan dan kepanikan. Seorang pria asal Indonesia, Zetro Leonardo Purba (40), ditembak mati oleh tiga pria asing tak dikenal.

Purba, seorang pejabat di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lima, baru lima bulan bertugas di negara tersebut. Saat itu ia sedang mengendarai sepeda menuju apartemen tempat tinggalnya. Di depan pintu gedung, sang istri sudah menunggu. Namun seketika suara letusan senjata api memecah udara. Tembakan beruntun dilepaskan, menghujani tubuh sang diplomat. Istrinya yang hanya berjarak beberapa meter tak kuasa berbuat apa-apa, selain menjerit meminta pertolongan.

Purba sempat dilarikan ke klinik terdekat, tetapi luka parah membuat nyawanya tidak tertolong. Kepolisian Nasional Peru (PNP) segera mengidentifikasi peristiwa itu sebagai kemungkinan besar aksi sicario—istilah untuk pembunuhan bergaya bayaran yang sudah lama menghantui kawasan Amerika Latin.

“Ini adalah kasus pertama sicariato tahun ini di Lince. Motifnya belum diketahui, namun indikasi mengarah pada aksi balas dendam atau pesan tertentu. Unit pembunuhan dan DEPINCRI Jesús María tengah melakukan penyelidikan,” ujar Mayor Daniel Guivar dari PNP.

Apa Itu Sicario?

Istilah sicario berasal dari kata Latin sicarius, yang berarti “pembawa belati” atau “pembunuh bayaran.” Dalam konteks Amerika Latin modern, sicario merujuk pada eksekutor yang disewa oleh kartel narkoba, kelompok kriminal, atau bahkan individu berpengaruh untuk menyingkirkan lawan.

Fenomena ini menguat sejak dekade 1980-an, khususnya di Kolombia dan Meksiko, di mana kartel narkotika memelihara jaringan pembunuh bayaran sebagai bagian dari strategi teror. Modusnya serupa: pelaku berjumlah dua hingga empat orang, biasanya naik sepeda motor atau mobil, menyerang korban di ruang publik, lalu menghilang tanpa jejak.

Peru, meski tidak seterkenal Meksiko atau Kolombia, mengalami peningkatan tajam kasus sicario dalam satu dekade terakhir. Data Observatorio de Criminalidad del Ministerio Público Peru mencatat lebih dari 2.000 kasus pembunuhan bergaya sicario antara 2019–2024, terutama di Lima, Callao, dan Trujillo.

Karakteristik kasus Purba sangat mirip dengan pola tersebut: pelaku lebih dari dua orang, berwajah asing, menyerang di ruang publik, serta meninggalkan korban di tempat.

Mengapa Diplomat Jadi Target

Pertanyaan besar kini menggantung: mengapa seorang diplomat Indonesia menjadi korban? Selama ini, target sicario umumnya adalah pengusaha, pebisnis, anggota geng, atau pejabat lokal yang bersinggungan dengan dunia kriminal. Jarang sekali seorang diplomat asing terjebak dalam pusaran eksekusi semacam ini.

Ada beberapa kemungkinan yang muncul dalam analisis awal:

  1. Kesalahan Identifikasi
    Bisa jadi Purba bukan target sebenarnya, melainkan korban salah sasaran. Beberapa kasus sicario di Amerika Latin menunjukkan adanya kesalahan identifikasi karena kemiripan fisik atau kendaraan korban.

  2. Pesan Politik atau Kriminal
    Status Purba sebagai pejabat kedutaan membuka spekulasi lain. Apakah ada pesan politik tertentu yang ingin disampaikan? Atau apakah ia tanpa sadar bersinggungan dengan kelompok kriminal? Hingga kini, tidak ada bukti ke arah itu, tetapi kepolisian tidak menutup kemungkinan.

  3. Eksekusi dengan Motif Personal
    Meski jarang, sicario kadang digunakan oleh individu untuk menyelesaikan urusan pribadi, mulai dari dendam, persaingan bisnis, hingga konflik rumah tangga. Aparat masih menyelidiki apakah ada motif semacam ini dalam kasus Purba.

Apapun motifnya, kenyataan bahwa korban adalah seorang diplomat membuat kasus ini menjadi sorotan internasional.

Peru dan Gelombang Kekerasan

Peru dalam lima tahun terakhir menghadapi lonjakan kejahatan terorganisir. Posisi geografisnya yang strategis di jalur perdagangan narkotika internasional membuat negeri ini rentan. Kota-kota besar seperti Lima menjadi tempat subur bagi jaringan kriminal lintas negara.

Menurut laporan Insight Crime 2024, Peru kini menjadi salah satu titik transit utama kokain dari Amerika Selatan menuju Eropa dan Asia. Bersamaan dengan itu, kelompok kriminal dari Venezuela, Kolombia, hingga Ekuador ikut masuk, membawa serta budaya sicario.

Bagi masyarakat Peru, istilah sicario bukan sekadar kata. Ia adalah teror sehari-hari yang bisa muncul di persimpangan jalan, di depan rumah, bahkan di tempat ibadah. Korban bisa siapa saja—dari pengusaha sukses hingga pelajar sekolah menengah.

Kasus Purba menunjukkan bahwa bayangan teror itu kini merambah ke kalangan diplomat, menandakan tingkat eskalasi yang lebih serius.

Fenomena sicario bukan hanya milik Peru. Di seluruh Amerika Latin, pembunuhan bergaya bayaran terus meningkat. Data Global Initiative Against Transnational Organized Crime (GI-TOC) mencatat:

  • Meksiko: lebih dari 30 ribu pembunuhan per tahun, sebagian besar terkait kartel.

  • Kolombia: meski kartel lama melemah, sicario tetap aktif di kota-kota besar.

  • Venezuela & Ekuador: peningkatan tajam sejak 2020 seiring krisis ekonomi dan politik.

  • Peru: menjadi negara transit narkotika dengan tren sicario yang terus naik.

Pola yang sama terlihat: korban ditembak di ruang publik, pelaku kabur cepat, dan penyelidikan jarang berhasil menjerat dalang utama (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KADIN

    Tegaskan Munaslub Ilegal, Arsjad : Tak Ada Intervensi Politik!

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin yang digelar pada Sabtu, 14 September 2024, bersifat ilegal dan tidak ada intervensi dari pihak luar. Dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (15/9/2024), Arsjad menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh kelompok tertentu yang tidak mengikuti prosedur organisasi. […]

  • Lelang Proyek Negara

    IDR Soroti Potensi Konflik Kepentingan DPR yang Didominasi Pengusaha

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Lembaga riset Indonesia Development Research (IDR) memperingatkan publik agar lebih waspada terhadap proses tender proyek-proyek pemerintah yang didanai oleh APBN. IDR menyoroti potensi konflik kepentingan, mengingat mayoritas anggota DPR yang baru dilantik berasal dari kalangan pengusaha. Direktur Eksekutif IDR, Fathorrahman Fadli, mengungkapkan bahwa dari 580 anggota DPR RI yang dilantik pada 1 Oktober […]

  • Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Olly Dondokambey

    PDIP Tunda Kongres, Megawati Tunggu Momen yang Tepat!

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – PDI Perjuangan (PDIP) hingga kini belum juga menggelar kongres partai yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada April 2025. Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena partai masih fokus pada pembenahan internal usai gelaran Pilkada serentak 2024. “Kadang-kadang Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri) kan selalu melihat suasana. Kita baru habis […]

  • Pj Bupati Banjarnegara beserta Pendamping Hukum 51 Kepala Desa terpilih Banjarnegara dalam pertemuan di Kantor Ditjend Bina Pemerintahan Desa KEMENDAGRI RI.

    51 Kepala Desa Terpilih di Banjarnegara Akan Dilantik Januari 2025

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Setelah keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 92/PUU-XXII/2024, kepastian hukum terkait pelantikan 51 kepala desa terpilih di Kabupaten Banjarnegara akhirnya terjawab. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), keputusan diambil untuk melantik para kepala desa tersebut pada Januari 2025. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, […]

  • Menteri Komunikasi Digital, Meutya Viada Hafid

    Komitmen Tegas Menkomdigi Berantas Judol di Kementerian

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid buka suara mengenai penangkapan pegawai di kementeriannya yang diduga terlibat dalam aktivitas judol. Meutya menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian agar kasus ini ditangani dengan tegas. Menurut Meutya, Komdigi mendukung sepenuhnya arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas segala bentuk aktivitas ilegal, […]

  • Lee Je-hoon tampil memukau sebagai Yoon Joo-no, seorang negosiator legendaris dalam bidang merger dan akuisisi (M&A).

    The Art of Negotiation: Duel Strategi Tanpa Peluru

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – The Art of Negotiation adalah drama Korea terbaru yang menyajikan kisah intens dan elegan tentang dunia bisnis, kekuasaan, dan seni berdiplomasi. Drama ini tidak hanya menawarkan ketegangan khas dunia korporat, tetapi juga eksplorasi mendalam terhadap psikologi karakter dan konflik moral di balik setiap keputusan bisnis. Lee Je-hoon tampil memukau sebagai Yoon Joo-no, […]

expand_less