Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Belajar Kepada Pagar

Belajar Kepada Pagar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nur Iswan*

JAKARTA, RADIANYTVOICE.ID – Ketika sudah tiba waktunya, tak seorang pun bisa menghadangnya. Tak ada pihak manapun bisa menghalaunya. Tidak bisa. Setidaknya, skenario yang telah disusun dengan rapih harus berubah. Disesuaikan dan dirancang ulang.

Setelah kita “dipaksa” belajar kepada pedagang es teh. Kita semua dikejutkan dan disadarkan untuk belajar kepada Pagar. Tepatnya kepada pagar-pagar yang membentang puluhan kilometer di pelataran laut-laut kita.

Siapa yang menduga, urusan pagar dan “rencana kebijakan reklamasi” ini berbalik dengan cepatnya. Rasa percaya diri dahulu, berbalik seketika menjadi rasa cemas. Kenapa? Karena jangan-jangan pagar sedang mencari siapa saja yang jadi “korban” atau “dikorbankan”. Bahkan mungkin “dikambing-hitamkan”.

Jika saja dulu perencanaan dan kebijakan melibatkan seluas mungkin masyarakat, mungkin tak seperti sekarang kejadiannya. Jika saja, para nelayan dan masyarakat pesisir pantai yang terdampak didengarkan jeritan hatinya maka mungkin ada solusi terbaik sejak awal.

Dalam tradisi masyarakat Banten: ada istilah “mista, maja, utama.”. Kesalahan bisa dimaafkan sekali-dua kali, tapi tak bisa dibiarkan menjadi ketiga kali. Maka, ketika kali ketiga dipaksakan maka alam semesta bersatu-padu dan bergerak sendiri melawannya.

Harus diakui, Indonesia memang akan terus melahirkan peristiwa penuh kejutan-kejutan. Dimana kita semua – terpaksa atau sukarela — harus belajar kepadanya.

Kepada pagar, kita melihat wajah Indonesia. Melalui pagar, kita melihat wajah pengusaha sekaligus wajah pengembang. Wajah nelayan. Wajah seluruh aparatur sipil negara beserta penegak hukumnya.

Kita juga belajar kepada pagar-pagar bambu dalam mencermati wajah para menteri dulu dan sekarang. Wajah angkatan perang di laut. Wajah kepala desa. Wajah administrasi pensertifikatan (SHM dan SHGB), termasuk yang diatas laut. Wajah jurnalisme dan awak media. Wajah-wajah yang pro maupun kontra. Juga Wajah-wajah netizen yang penuh keberanian dan mencengangkan dalam memviralkannya.

Lantas, setelah kita mereguk hikmah dan pelajaran dari tumpukan pagar-pagar bambu itu maka Indonesia mau apa?

Seusai membongkarnya, kemudian bagaimana rumusan policy-nya? Kenapa pula tidak mencari akar masalahnya? Kebijakannya, Aparaturnya, Pengusahanya? Bagaimana dengan nasib nelayan dan penduduk di pesisir itu?

Sebaiknya, bagaimana agar bisa menyelesaikan secara tuntas dan komprehensif hingga akarnya? Tak hanya soal dahulu, tapi yang jauh lebih penting adalah penyelesaian terbaik untuk masa kini. Juga masa depan anak cucu kita.

Dan akhirnya, kita semua boleh dan sudah seharusnya jika secara alamiah mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi tidak boleh berhenti hanya disitu.

Akan jauh lebih baik, kita semua dengan seksama menemukan apa yang salah dan apa yang benar serta seharusnya dilakukan untuk laut, pantai dan pesisir-pesisirnya. Agar kita bisa mendapat kemashlahatan dan berkah untuk semua. Bukankah begitu?.

*Penulis adalah(Politics, Policy and Business Research).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga saat melihat puing-puing Gedung Grahadi yang menjadi korban pembakaran oleh massa.

    Publik Curiga Penjarahan Rumah Politikus Bukan Aksi Spontan Biasa

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Gelombang penjarahan yang menyasar rumah sejumlah politikus dan pejabat negara menggegerkan publik. Dalam waktu kurang dari 24 jam, kediaman Uya Kuya, Ahmad Sahroni, Eko Patrio, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani diserbu massa yang sebagian besar berusia remaja. Pola kejadian yang berurutan dan minimnya pengamanan memunculkan dugaan adanya koordinasi yang rapi di balik […]

  • Mahasiswa Kritik Mantan Aktivis yang Masuk Pemerintahan, Agus Jabo: Arenanya Saja yang Berubah

    Mahasiswa Kritik Mantan Aktivis yang Masuk Pemerintahan, Agus Jabo: Arenanya Saja yang Berubah

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id  – Sejumlah mahasiswa menunjukkan resistensi terhadap mantan aktivis yang kini berada di lingkaran kekuasaan. Kritik tersebut mencuat dalam beberapa forum diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh eks aktivis era Orde Baru yang saat ini menjabat di pemerintahan. Salah satu insiden terjadi saat Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menghadiri diskusi di Semarang, […]

  • Megawati Dorong Kolaborasi Global, Soroti Dampak AI pada Pendidikan

    Megawati Dorong Kolaborasi Global, Soroti Dampak AI pada Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    ST.PETERSBURG, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam pidatonya di hadapan para rektor di Rusia, Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk membantu produktivitas manusia, tetapi harus dikelola dengan bijak. “Saya mencermati bahwa perkembangan AI memang luar biasa, tapi juga berbahaya jika disalahgunakan,” ujar […]

  • Rumah Jabatan Anggota DPR RI

    Rumah Jabatan DPR Dihapus, Tunjangan Perumahan Disiapkan untuk Efisiensi

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekretariat Jenderal DPR RI secara resmi menghapus fasilitas rumah jabatan untuk anggota DPR periode 2024-2029. Sebagai pengganti, anggota DPR akan menerima tunjangan perumahan setiap bulan. Kebijakan ini diumumkan melalui Surat Sekretariat Jenderal DPR nomor B/733/RT.01/09/2024 tertanggal 25 September 2024. “Anggota DPR RI periode 2024-2029 akan diberikan tunjangan perumahan dan tidak diberikan fasilitas […]

  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani

    PKB Dukung Pemerintah Ajarkan Bahasa Portugis di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lalu Hadrian Irfani menyambut baik langkah pemerintah yang berencana memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia dengan memasukkan bahasa Portugis sebagai salah satu materi pengajaran di sekolah. “Kami tentu menyambut baik setiap upaya pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik […]

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencetak sejarah dengan menggelar bedah tujuh buku karya Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, secara serentak di seluruh Indonesia dengan menggunakan pakaian khas daerah, Kamis (31/7/2025).

    BPOM Pecahkan Rekor MURI Lewat Bedah Tujuh Buku Nasional

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencetak sejarah dengan menggelar bedah tujuh buku karya Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (31/7/2025). Acara ini diikuti lebih dari 6.000 pegawai BPOM secara hybrid dari 77 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Nusantara, sekaligus memecahkan Rekor MURI […]

expand_less