Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kepingan Kenangan Bersama Alwi Hamu

Kepingan Kenangan Bersama Alwi Hamu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : H. Zainal Bintang

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sepeninggal tokoh pers asal Sulawesi Selatan, almarhum Alwi Hamu, pada 18 Januari 2025, sejumlah pesan WA masuk ke Hp saya. Meminta membuat tulisan kepingan kenangan bersama almarhum.

Sebagai sahabat sejak remaja (almarhum kelahiran 1944 dan saya kelahiran akhir 1946), hubungan kami sangat akrab. Kebetulan sama – sama aktivis diawal Orde Baru tahun 70an yang berlanjut menjadi aktivis jurnalis alias wartawan sampai hari ini.

Kiprah almarhum di dalam lika – liku dunia pers yang memuncak menjadi “raja media” yang dikenal dengan bendera “Fajar Group”, sudah banyak ditulis dan tersebar di media sejak almarhum meninggal dunia.

Ayah almarhum Haji Muhammad (Hamu) dikenal sebagai juragan beras di kota Pare – Pare, yang berjarak k.l 130 Km dari Makassar. K.l 1,5 jam dengan berkendara mobil. Tapi garis hidup almarhum berjalan ke arah lain : menjadi aktivis media yang produktif dan kreatif hingga akhir hidupnya.

Seingat saya, pada awal persentuhan almarhum yang intens dengan dunia media, ketika menjadi wartawan koran “Jawa Pos” besutan Dahlan Iskan pada tahun 70an itu.

Ketika beraktivitas sebagai wartawan dan Pemimpin Redaksi “Harian Kami” di Makassar, almarhum juga meladeni bakat dagangnya dengan membuka toko buku “Bhakti Baru”. Menggunakan fasilitas gedung peninggalan Balanda di Makassar yang terletak di pusat kota, Jalan Karebosi.

Peluang itu adalah buah persahabatannya dengan JK (Jusuf Kalla), yang kala itu dikenal sebagai pengusaha dan Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan. Dengan posisinya sebagai pimpinan organisasi pengusaha tertinggi itu di Sulawesi Selatan, JK mendapat kemudahan dari Pemda Propinsi yang waktu itu Gubernurnya adalah Brigjen (Pur TNI – AD) Achmad Lamo.

Sementara itu, melalui kolaborasinya dengan Dahlan Iskan, almarhum mendapat kepercayan untuk mengembangkan media “Jawa Pos” dengan membuka cabang atau perwakilan di seluruh Propinsi besar di Indonesia.

Meskipun sudah melejit menjadi “raja media”, namun kesehariannya yang sederhana, ramah dan mudah senyum tetap melekat. Almarhum suka sekali meneriakkan yel – yel khas Bugis Makassar.

Dikala kami remaja dan beraktivitas pada tahun 70an itu, di Makassar ada seorang tokoh sastrawan dan wartawan senior yang juga menjadi inspirator wartawan dan seniman muda bernama Andi Baso Amier. Pendiri surat kabar mingguan “Ekspress Minggu”.

Pemimpin Redaksinya Harun Rasyid Djibe, seorang wartawan senior. Surat kabar mingguan tersebut menjadi media primadona bukan saja bagi wartawan muda kala itu. Juga masyarakat pada umumnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Andi Baso Amier diangkat menjadi pejabat eksekutif. Sebagai Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bone. Berjarak k.l 130 Km lebih dari Makassar. Daerah itu juga adalah tempat kelahiran almarhum Jenderal TNI – AS Purnawiran M.Jusuf, mantan Menhankam Pangab R.I.

Kembali ke kiprah almarhum Alwi Hamu, meskipun sudah berkelana ke seluruh Indonesia untuk membangun basis “kerajaan” Jawa Pos, ternyata tidak kehilangan ciri khasnya yang ramah, sederhana dan suka berteriak “Ewako” kalau ketemu teman dekat.

Frasa “Ewako” itu adalah kata pembakar semangat khas masyarakat Bugis Makassar. Untuk menyemangati “jagoannya” pada acara pertandingan atau adu “kekuatan”. Seperti sepakbola, adu ayam, pencak silat dan lain sebagainya.

Di tengah puncak kecemerlangan bisnisnya, Alwi Hamu terkena “musibah”. Pada awal 2019 tiba – tiba terserang stroke. Sejak itu, penyakit inilah yang memotong aktivitas dan keceriaan almarhum. Membuatnya harus duduk di kursi roda atau hanya berbaring di tempat tidur bertahun – tahun. Saya sempat membezuk ke rumahnya sebanyak dua kali. Akan tetapi, kami tidak bisa berkomunikasi. Almarhum cuma bisa menatap kosong. Menerawang entah kemana.

Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Selamat jalan Pak Alwi Hamu, sahabat kami yang baik hati.

Semoga arwahnya mendapat tempat yang layak dan indah disisi Allah Swt sesuai dengan amal ibadahnya.
Amien Yra. Wassalam.

*Penulis adalah Wartawan Senior dan Pemerhati Masalah Sosial Budaya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Muslimin Indonesia PW Jakarta Soroti Dugaan Penyalahgunaan Nama Wamendes dalam Proyek Miliaran Rupiah

    Pemuda Muslimin Indonesia PW Jakarta Soroti Dugaan Penyalahgunaan Nama Wamendes dalam Proyek Miliaran Rupiah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, Editoria.co.id – Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia PW Jakarta, Rizki, menyampaikan keprihatinan serius atas dugaan praktik mafia proyek di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) yang mencatut nama Wakil Menteri Desa PDT berinisial ARP. Dugaan ini mencuat berdasarkan pengakuan seorang pihak berinisial JD yang mengaku menjadi korban dalam skema penawaran […]

  • Ketika Logika Formal Bertemu Sutra Hati

    Ketika Logika Formal Bertemu Sutra Hati

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Agustian Hutriady Jakarta – Saya pernah membaca kalimat “kosong adalah isi, isi adalah kosong” dan langsung mengernyitkan dahi. Bukan karena terkesan, tapi karena terganggu. Dalam logika formal, kalimat itu terasa seperti kesalahan mendasar: kosong adalah kosong itu sendiri, isi adalah isi itu sendiri. Menyamakan dua hal yang justru didefinisikan sebagai lawan satu sama lain […]

  • Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

    Tom, Hasto dan Rekonsiliasi.

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh : Fahri Hamzah* Keputusan presiden Prabowo Subianto untuk memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristianto dan pada saat bersamaan memberikan abolisi kepada Tom Lembong mantan co- pilot tim sukses Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar adalah pilihan yang tepat sekali. Reaksi cepat pimpinan DPR RI yang disampaikan oleh profesor Sufmi Dasco Ahmad juga adalah tindakan yang mampu […]

  • Direktur Pemberitaan JAK TV, Tian Bahtiar (tengah).

    IJTI: Penetapan Tersangka Jurnalis Harus Libatkan Dewan Pers

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Penetapan tersangka terhadap Direktur Pemberitaan JAK TV oleh Kejaksaan Agung menuai sorotan tajam dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Organisasi profesi jurnalis televisi ini menegaskan bahwa segala persoalan menyangkut produk jurnalistik semestinya melalui mekanisme Dewan Pers, bukan langsung dijerat pidana. Dalam siaran pers resminya, IJTI menyampaikan bahwa mereka mendukung pemberantasan korupsi dan […]

  • Presiden Prabowo saat Peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta. Sumber foto : RRI

    Prabowo Umumkan Kenaikan Kesejahteraan Guru Tahun Depan

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar gembira terkait kesejahteraan guru dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024, Kamis (28/11/2024) di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, dipastikan meningkat secara signifikan mulai tahun 2025. “Kita telah meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan guru ASN yang berstatus PNS, PPPK, serta guru-guru non-ASN,” […]

  • Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono.

    Jokowi Ogah ke PPP, PSI Sambut Hangat, Golkar Legowo

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pernyataan santai Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang lebih memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) daripada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sontak memicu berbagai tanggapan dari kalangan politik. Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menilai keputusan Jokowi sebagai hak pribadi yang sah menurut konstitusi. “Semua warga negara Indonesia bebas menentukan sikap politiknya, termasuk Pak […]

expand_less