Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Catatan Nadirsyah Hosen atas Klaim “Penambangan Itu Baik, Asal Bukan Bad Mining”

Catatan Nadirsyah Hosen atas Klaim “Penambangan Itu Baik, Asal Bukan Bad Mining”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Nadirsyah Hosen*

Pernyataan Ketua PBNU, Kiai Ulil Abshar Abdalla, bahwa penambangan adalah hal baik karena membawa maslahat, dan yang buruk hanyalah bad mining, tampaknya menyederhanakan problematika yang kompleks. Memang benar bahwa dalam kerangka maqāṣid al-sharī‘ah, setiap aktivitas yang membawa kemaslahatan publik (maṣlaḥah ‘āmmah) dapat dibenarkan.

Namun, penambangan bukan sekadar perkara teknis antara “baik” dan “buruk”, melainkan melibatkan soal ketimpangan struktural, kerusakan ekologis, dan pelanggaran hak masyarakat lokal. Selama hal-hal ini tidak diperbaiki, yang kita saksikan adalah bad mining. Dan selama hal-hal ini masih dibiarkan, maka tidak elok menormalisasi pertambangan dengan klaim normatif-abstrak.

1. Maslahat Tidak Berdiri Sendiri

Dalam al-Mustaṣfā, al-Ghazālī menegaskan:

فَالْمَصْلَحَةُ الْمُعْتَبَرَةُ هِيَ الَّتِي لَا تُعَارِضُ نَصًّا وَلَا إِجْمَاعًا
“Maslahat yang diakui (mu‘tabarah) adalah yang tidak bertentangan dengan nash atau ijma‘.”
(al-Ghazālī, al-Mustaṣfā, 1/286)

Maka, jika suatu tambang terbukti mencemari lingkungan, merampas tanah adat, dan menghancurkan ruang hidup masyarakat, itu bukan maslahat yang mu‘tabarah, melainkan mafsadah (kerusakan). Tak semua yang menghasilkan uang dan devisa bisa otomatis disebut maslahat.

2. Keadilan Ekologis Adalah Syariat

Al-Qur’an memperingatkan:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
(QS al-Aʿrāf: 56)

Kerusakan ekologis akibat tambang berskala besar—baik yang berizin maupun liar—tak sekadar meninggalkan luka di permukaan tanah. Ia mencemari mata air, merusak ekosistem, dan mengusir masyarakat dari tanah warisan leluhur mereka. Dalam fiqh al-bī’ah (fiqh lingkungan), kehancuran semacam ini disebut fasād al-bī’ah—kerusakan lingkungan yang sistemik—dan merupakan bentuk khiyānah terhadap amanah kekhalifahan manusia di bumi yang diwasiatkan Allah.

3. Maslahat Tak Sah Jika Lewat Kezaliman

Pemisahan antara good mining dan bad mining terdengar menarik, tetapi gagal menjelaskan bagaimana mayoritas praktik tambang di Indonesia kerap sarat dengan pelanggaran etis, hukum, dan sosial. Bahkan perusahaan-perusahaan yang menyandang “izin resmi” banyak yang melanggar AMDAL, meminggirkan masyarakat adat, dan membungkam protes rakyat. Kiai Ulil tidak bisa menutup mata atas praktek semacam ini.

Dalam hal ini, prinsip dari al-ʿIzz ibn ʿAbd al-Salām menjadi sangat relevan. Ia menulis dalam Qawāʿid al-Aḥkām fī Maṣāliḥ al-Anām:

فَكُلُّ مَا أَدَّى إِلَى الظُّلْمِ وَالْجَوْرِ وَالْعُدْوَانِ فَهُوَ مَحْظُورٌ تَحْرِيمًا، وَكُلُّ مَا أَدَّى إِلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَالإِحْسَانِ فَهُوَ مَطْلُوبٌ وَاجِبًا أَوْ نَدْبًا

“Segala sesuatu yang mengarah kepada kezaliman, keaniayaan, dan pelanggaran adalah hal yang diharamkan. Dan segala sesuatu yang mengarah kepada keadilan, keadilan sosial, dan kebaikan, maka ia adalah sesuatu yang dituntut, baik secara wajib maupun sunnah.” (al-ʿIzz ibn ʿAbd al-Salām, Qawāʿid al-Aḥkām, 1/86)

Artinya, kemasan maslahat tidak dapat menghalalkan kezaliman struktural. Maslahat yang menindas rakyat dan lingkungan adalah tipu daya moral, dan itu harus dilawan, setidaknya dengan suara moral para ulama.

4. Maslahat untuk Siapa?

Jika “maslahat” hanya dinikmati segelintir elite politik, pejabat, dan pemilik saham, sementara rakyat kehilangan air bersih, tanah warisan, dan udara sehat—itu bukan maslahat, tapi penjajahan domestik. Dalam maqāṣid, maslahat harus berkelanjutan, adil, dan mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan:

Pernyataan “tambang itu baik asal bukan bad mining” bisa menjadi justifikasi moral yang berbahaya jika tidak disertai evaluasi kritis terhadap praktik & dampaknya. Kemaslahatan bukan cuma soal manfaat finansial, melainkan harus diuji melalui prinsip keadilan, keberlanjutan, dan kemanusiaan (RED).

*Penulis adalah cendikiawan NU.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Serangan Bali

    Pulau Serangan, Permata yang Hilang di Jantung Bali

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Oleh : Wayan Suyadnya* Di antara gemerlapnya pusat pariwisata Bali—Nusa Dua, Sanur, Kuta, dan hingar-bingar Bandara Ngurah Rai—terdapat sebuah pulau kecil yang begitu indah, Pulau Serangan. Sebuah dunia yang damai, sakral, dan penuh sejarah, kini berada dalam pusaran paradoks modernitas. Pantai pulau Serangan hilang digantikan dengan nama pantai Kura-kura Bali. Akankah ini juga menghilangkan ‘peta’ […]

  • Mahfud MD

    Disenggol Hasan Nasbi, Ini Jawaban Telak Mahfud MD

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mahfud Md menanggapi pernyataan Kepala Presidential Communication Officer (PCO) Hasan Nasbi yang menyebut penggunaan jet pribadi milik Jusuf Kalla (JK) sebagai gratifikasi. Menurut Mahfud, ia diundang oleh JK untuk mengisi ceramah, dan penggunaan jet tersebut bukan bentuk gratifikasi. “Saya diundang untuk ceramah dan dijemput dengan transportasi. Ini seperti saya mengajar di kampus, […]

  • Ketua DPR RI, Puan Maharani

    Puan Maharani Minta Maaf, Akui Kinerja DPR Belum Sempurna

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID — Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia apabila kinerja lembaga legislatif belum sepenuhnya memenuhi harapan. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Paripurna Khusus DPR dengan agenda penyampaian Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). “Dengan penuh kerendahan hati, atas nama seluruh […]

  • Ratna Juwita Sari (Kedua Kiri) saat berpose bersama dengan narasumber lainnya dalam acara Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di Baku, Azerbaijan pada Selasa (19/11/2024) lalu. Sumber foto : Instagram @iya_juwita.

    Ratna Juwita Dorong Diplomasi Hijau Indonesia di COP29 Azerbaijan

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BAKU AZERBAIJAN, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menyampaikan gagasan penting tentang pembiayaan berkelanjutan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di Baku, Azerbaijan, Selasa (19/11/2024). Dalam konferensi bertajuk “Climate Breakthroughs for Finance, Forest, Energy, and Waste”, Ratna menyerukan penguatan diplomasi internasional untuk mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. “Pemerintah Indonesia harus meningkatkan […]

  • Jenderal (purn) Dudung Abdurachman

    Nama Dudung Abdurachman Muncul di Bursa Caketum PPP, Tapi Ia Bilang Begini…

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mendadak masuk dalam radar calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memicu spekulasi politik menjelang restrukturisasi partai berlambang Ka’bah itu. Namun, Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional tersebut langsung merespons dengan tegas bahwa dirinya belum tertarik masuk ke dunia politik. “Tapi saya belum berminat,” ujar Dudung kepada wartawan […]

  • Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa dalam Diskusi Publik DPP KNPI di Gedung Joeang Jakarta pada Jum'at (17/1/2025).

    KNPI Dorong Reformasi UU Politik untuk Pemilu 2029 yang Lebih Demokratis

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa, menekankan pentingnya reformasi sistem pemilu dan partai politik dalam diskusi publik bertajuk “Mencari Format Pemilu Terbaik 2029 Melalui Revisi Paket UU Politik: Menakar Tantangan Partai Politik Non-Parlemen”. Acara ini digelar di Gedung Joeang, Cikini, Jakarta, Jumat (17/1/2025), dan dihadiri kalangan mahasiswa dan aktivis yang peduli pada […]

expand_less