Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Ketua Komisi X DPR Ajak Perempuan Perkuat Literasi Keluarga

Ketua Komisi X DPR Ajak Perempuan Perkuat Literasi Keluarga

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, mengajak perempuan Indonesia untuk lebih berperan aktif dalam mendorong budaya literasi di lingkungan keluarga dan komunitas. Hal itu dikatakannya dalam seminar literasi bertema Meningkatkan Peran Perempuan dalam Membangun Budaya Literasi di Lingkungan Keluarga dan Komunitas di Jakarta pada Senin (25/11/2024).

Dalam sambutannya, Hetifah mengungkapkan, “Budaya baca kita rendah, tapi mari kita pertanyakan mengapa hal ini terjadi. Salah satunya adalah kurangnya bahan bacaan yang berkualitas dan belum meratanya akses terhadap buku-buku yang inspiratif.” Ia menambahkan bahwa dengan adanya program 10.000 desa, diharapkan bisa menyediakan buku berkualitas dan fasilitas perpustakaan yang baik untuk masyarakat.

Hetifah juga menekankan pentingnya literasi, khususnya bagi perempuan, yang menurutnya memiliki peran utama dalam pendidikan literasi anak-anak. “Sebagai ibu, kita memiliki tempat yang istimewa dalam kehidupan anak-anak, terutama dalam mendukung budaya membaca. Kita bisa menjadi contoh yang baik bagi mereka,” ujarnya.

Kenangan pribadi Hetifah turut menjadi contoh nyata pentingnya peran ibu dalam literasi. “Anak-anak saya pernah menuliskan di media sosial mereka, ‘Salah satu kenangan favorit saya adalah saat kami membaca buku bersama ibu kami. Terima kasih, Mama,'” kenang Hetifah, yang merasakan betul dampak positif membaca dalam keluarga.

Menurutnya, membaca bersama anak tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga menguatkan ikatan emosional. “Membaca bersama anak membuat hati kita meleleh. Sebagai ibu, kita merasa luar biasa bisa memberikan dampak besar dalam kehidupan mereka,” tambah Hetifah.

Ia juga menjelaskan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi bagaimana seseorang dapat memahami dan mengaplikasikan apa yang telah dibaca. “Literasi adalah kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan isi bacaan kita, bahkan mengubah pengetahuan itu menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Hetifah.

Dalam seminar ini, Hetifah juga mengajak peserta untuk melihat literasi sebagai bekal untuk menciptakan karya yang bermanfaat. “Penting bagi kita untuk memanfaatkan ilmu yang didapatkan melalui membaca, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk memberi nilai tambah kepada orang lain,” tandasnya.

Namun, ia juga mengakui tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan budaya literasi. “Hanya satu dari seribu orang yang rajin membaca, dan bahkan mereka sering hanya membaca judul buku tanpa memahami isinya,” ujarnya.

Untuk itu, Hetifah mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan waktu untuk membaca buku dan meningkatkan durasi membaca. “Rata-rata durasi membaca masyarakat Indonesia hanya sekitar 1 jam 30 menit hingga 10 jam per minggu. Kita harus berusaha meningkatkan durasi ini,” imbuhnya.

Dalam upaya meningkatkan literasi, Hetifah juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis pada anak-anak. “Kita harus memulai dengan menumbuhkan rasa ingin tahu pada anak-anak dan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas,” katanya.

Seminar ini diharapkan dapat membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk lebih berperan dalam meningkatkan budaya literasi di keluarga dan masyarakat. “Mari kita bersama-sama menciptakan budaya membaca yang kuat, dimulai dari lingkungan terkecil kita, yaitu keluarga,” pungkas Hetifah.

Acara seminar literasi ini sendiri dihadiri para ketua organisasi perempuan di bawah naungan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), organisasi masyarakat (ormas) perempuan Hasta Karya (HWK), KPPG, Kartini AMPI, KPMDI, Wanita Swadiri, PPK Kosgoro 1957, GPPK Kosgoro 1957, Hiwasi, dan Ormas MKGR dan Pengurus DPP Pengajian Al-Hidayah (RED)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Projo

    Kongres III Projo Siap Hadirkan Jokowi–Prabowo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Organisasi relawan pendukung Joko Widodo, PROJO, akan menggelar Kongres III pada 1–2 November 2025 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Agenda lima tahunan ini menjadi momentum konsolidasi besar organisasi tersebut setelah Pilpres 2024, di mana PROJO mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, memastikan bahwa kongres akan […]

  • Wakil Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto

    Sugeng Suparwoto: Kementerian ESDM Perlu Gakkum Tambang

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Polemik tambang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya, tak hanya memicu reaksi publik, tetapi juga memantik respons tegas dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, mengaku kecewa karena warga yang ingin menyampaikan langsung aspirasinya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia malah tidak mendapat kesempatan. “Masyarakat Raja Ampat ingin bertemu […]

  • Hasil Tangkapan Layar dari Laman OCCRP yang menyebutkan Presiden Jokowi sebagai Finalis Nominasi Tokoh Terkorup Tahun 2024 yang dirilis OCCRP.

    Profil OCCRP, Lembaga di Balik Nominasi Jokowi Terkorup

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), masuk dalam nominasi tokoh terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) untuk tahun 2024. Namun, hingga kini, OCCRP tidak merilis data spesifik yang mendukung penilaian tersebut, memicu kontroversi dan tanda tanya publik. Dalam rilis resminya, OCCRP mengumumkan lima nama yang masuk daftar […]

  • foto kolase kamala harris dan donald trump 169

    Kamala Harris dan Trump Persiapkan Diri Jelang Debat Perdana Pilpres 2024

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    AMERIKA, CUPLIKAN.CO.ID – Menghadapi debat perdana dalam gelaran Pilpres Amerika, Kamala Harris mengaku telah mempersiapkan diri di Pittsburgh sejak Kamis lalu. Harris mengaku mengadakan sesi simulasi di atas panggung dengan pencahayaan yang meniru suasana debat. Philippe Reines, mantan ajudan Hillary Clinton, berperan sebagai Donald Trump. Sementara itu, Trump tidak berlatih secara formal, melainkan mengandalkan obrolan […]

  • dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D (Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan)

    BPOM Targetkan Masuk WHO Listed Authority (WLA) untuk Tingkatkan Reputasi Global

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menargetkan untuk masuk dalam daftar WHO Listed Authority, sebuah pengakuan bergengsi di dunia internasional bagi lembaga pengawas obat dan makanan. Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., menegaskan bahwa upaya ini merupakan prioritas utama untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Dalam wawancara dengan […]

  • Anggota DPR RI Fraksi PKB, Saleh Tambunan,

    DPR Kritik Kemenag Lamban Atasi Persoalan Guru Madrasah Swasta

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Saleh Tambunan, menyoroti lambannya langkah Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyelesaikan persoalan kesejahteraan guru madrasah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi DPR RI dengan Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri, Selasa (30/9/2025). Menurut Saleh, masalah guru madrasah sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada […]

expand_less