Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » BPOM Fokus Menurunkan Harga Obat dan Mempercepat Regulasi Farmasi

BPOM Fokus Menurunkan Harga Obat dan Mempercepat Regulasi Farmasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di bawah kepemimpinan dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. menghadapi tantangan besar terkait tingginya harga obat di Indonesia. Dalam wawancara bersama Radiant Voice, Taruna menjelaskan bahwa beberapa obat esensial seperti insulin dan obat antiinflamasi di Indonesia harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan India.

“Bahkan bisa mencapai 700 persen lebih mahal dibanding harga di India,” ungkapnya pada Selasa (24/9/24).

Menurut Taruna, salah satu prioritas utama BPOM ke depan adalah menurunkan harga obat. Hal itu mendorong BPOM untuk mencari solusi agar harga obat-obatan esensial bisa lebih terjangkau, terutama melalui peningkatan produksi dalam negeri dan perbaikan regulasi.

Selain masalah harga, Taruna juga menyoroti keterlambatan dalam mendatangkan obat-obat inovatif ke Indonesia. Banyak obat yang sudah dipasarkan di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, namun masih belum tersedia di Indonesia. Beberapa obat untuk kanker dan penyakit degeneratif lainnya bahkan sudah diproduksi selama lebih dari lima tahun di luar negeri, tetapi belum masuk ke pasar Indonesia.

Taruna menegaskan bahwa BPOM perlu meningkatkan produksi obat dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor.

“Indonesia memiliki banyak sumber daya, tetapi 90 persen obat-obatan kita masih impor. Ini salah satu faktor yang menyebabkan harga obat kita mahal,” jelasnya. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

Di sisi lain, BPOM juga berencana melakukan percepatan dalam proses registrasi obat dan makanan. Saat ini, proses tersebut bisa memakan waktu hingga 300 hari kerja.

“Kami berupaya memangkas waktu ini menjadi 120 hari atau bahkan 90 hari,” ujar Taruna. Langkah ini akan mendukung ketersediaan obat-obat inovatif yang lebih cepat di pasar Indonesia.

Salah satu upaya untuk mempercepat ketersediaan obat inovatif adalah dengan mengadopsi hasil uji klinis yang sudah dilakukan di luar negeri. “Jika obat tersebut sudah melalui uji klinis tahap tiga di negara asal, tidak perlu lagi diuji di sini. Kami bisa langsung memberikan izin edar,” lanjutnya.

Selain itu, Taruna juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam proses perizinan. Sistem manual yang selama ini digunakan akan digantikan dengan sistem digital untuk mempercepat layanan. “Kami ingin memastikan bahwa perusahaan farmasi dan makanan bisa mendapatkan izin lebih cepat tanpa mengurangi kualitas pengawasan,” tambahnya.

Langkah-langkah ini akan membawa dampak besar bagi industri farmasi dan makanan di Indonesia. Tidak hanya mempercepat waktu perizinan, tetapi juga memotong biaya yang selama ini membebani industri. Dengan demikian, produk-produk obat dan makanan bisa lebih cepat masuk pasar dan tersedia bagi masyarakat.

Taruna optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara BPOM dan industri, perubahan-perubahan ini bisa segera terwujud. “Kami terus berkomunikasi dengan pihak industri agar kebijakan ini bisa menguntungkan semua pihak,” tegasnya.

Dengan peningkatan produksi obat dalam negeri dan percepatan regulasi, diharapkan harga obat di Indonesia bisa lebih kompetitif di masa mendatang (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Kangean, yang mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan menghentikan seluruh kegiatan PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd di wilayah tersebut.

    IKSASS Desak Presiden Prabowo Hentikan Eksplorasi Migas Kangean

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KANGEAN, CUPLIKAN.CO.ID – Penolakan terhadap aktivitas eksplorasi migas di Pulau Kangean kembali menguat. Kali ini, suara tegas datang dari Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Kangean, yang mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan menghentikan seluruh kegiatan PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd di wilayah tersebut. Dalam pernyataan resminya, Ketua IKSASS Rayon Kangean, Mahmudi, menyebut […]

  • Konferensi Pers pencabutan izin tambang 4 perusahaan di Raja Ampat.

    Empat Izin Tambang Dicabut! Pemerintah Bongkar Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas terhadap tambang nikel yang dianggap merusak kawasan Raja Ampat. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), empat izin usaha pertambangan (IUP) resmi dicabut secara permanen mulai Selasa, 10 Juni 2025. Empat perusahaan yang dicoret dari daftar legalitas tambang tersebut adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, […]

  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburrokhman

    Ketua Komisi III DPR Minta Kejagung Transparan Terkait Kasus Tom Lembong

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memberikan penjelasan lengkap kepada publik terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong. Habib menilai konstruksi hukum dalam kasus ini masih belum jelas sehingga membingungkan masyarakat. “Kejaksaan Agung hendaknya jelaskan ke publik kasus […]

  • Presiden Prabowo dan PM Malaysia, Anwar Ibrahim.

    Prabowo dan Anwar Dorong Integrasi Kawasan Lewat Persahabatan

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di balik hangatnya penyambutan Presiden Prabowo Subianto terhadap Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim, tersirat lebih dari sekadar diplomasi bilateral biasa. Keduanya, yang dikenal menjalin persahabatan lebih dari 45 tahun, memperlihatkan bagaimana personal chemistry dapat menjadi pengungkit strategis dalam membangun arah baru hubungan antarnegara, bahkan kawasan. Pertemuan resmi yang berlangsung di […]

  • Hasil Tangkapan Layar dari Laman OCCRP yang menyebutkan Presiden Jokowi sebagai Finalis Nominasi Tokoh Terkorup Tahun 2024 yang dirilis OCCRP.

    Profil OCCRP, Lembaga di Balik Nominasi Jokowi Terkorup

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), masuk dalam nominasi tokoh terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) untuk tahun 2024. Namun, hingga kini, OCCRP tidak merilis data spesifik yang mendukung penilaian tersebut, memicu kontroversi dan tanda tanya publik. Dalam rilis resminya, OCCRP mengumumkan lima nama yang masuk daftar […]

  • Seorang tentara Amerika membawa peluncur Javelin saat latihan militer antara Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces) dan koalisi internasional pimpinan AS melawan kelompok Daesh, di wilayah pedesaan Deir Ezzor, timur laut Suriah, pada 7 Desember 2021. Sumber foto : AFP.

    Harga Perang Dengan Iran Jauh Lebih Mahal Bagi AS Dibandingkan Bagi Israel.

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh : Emad Abshenas* Dunia saat ini lebih menyerupai hutan rimba daripada sebuah tatanan internasional berbasis aturan. Di tengah kekacauan itu, standar ganda yang diterapkan oleh sebagian negara Barat terlihat sangat jelas. Contoh nyata adalah pernyataan terbaru para pemimpin G7 yang menyebut bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dari Iran. Namun, yang sengaja diabaikan […]

expand_less