Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Komisi X DPR: Anggaran Pendidikan Harus Maksimal untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Komisi X DPR: Anggaran Pendidikan Harus Maksimal untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

  • account_circle MA
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Esti Wijayati meminta pemerintah segera menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang mengamanatkan pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari alokasi wajib anggaran pendidikan. Menurutnya, implementasi putusan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan anggaran pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Jika MK sudah memutuskan demikian, maka tentu pemerintah harus segera menindaklanjutinya sesuai dengan amar putusan,” ujar Esti kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pendanaan Program MBG tidak lagi dapat dibebankan pada alokasi wajib anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Mahkamah memberikan masa transisi hingga penyusunan APBN Tahun Anggaran 2028.

Meski demikian, Esti berharap pemerintah tidak menunggu hingga batas waktu tersebut dan mulai menerapkan kebijakan itu dalam penyusunan APBN Tahun Anggaran 2027.

“Sesuai putusan MK, mulai tahun 2028 anggaran MBG tidak lagi berasal dari anggaran pendidikan,” tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Ia menilai percepatan implementasi putusan MK akan membuka ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai.

“Semaksimal mungkin diupayakan dapat diterapkan mulai tahun anggaran 2027 agar dunia pendidikan memperoleh manfaat yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Esti menjelaskan, tambahan ruang fiskal di sektor pendidikan perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas guru, dosen, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga mahasiswa. Selain itu, anggaran juga dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan sekaligus menjawab tantangan baru, seperti digitalisasi pembelajaran dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

Menurutnya, pemerintah juga perlu memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah terdampak bencana. Ia menyoroti masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak serta terbatasnya akses menuju fasilitas pendidikan.

“Kita masih sering mendengar gedung sekolah roboh, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa anak-anak yang datang untuk belajar. Ini menjadi ironi yang harus segera diatasi negara melalui perbaikan sekolah-sekolah yang rusak,” ujarnya.

Selain membenahi infrastruktur, Esti juga mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia meminta realisasi pendidikan gratis pada jenjang SD dan SMP sesuai putusan MK sebelumnya, sekaligus mengembalikan anggaran sejumlah program strategis yang mengalami penurunan, termasuk anggaran Perpustakaan Nasional untuk distribusi buku hingga ke wilayah 3T.

Di sisi lain, Esti mengingatkan persoalan kekurangan guru masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Berdasarkan hasil Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) Komisi X DPR RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta, daerah yang dikenal sebagai salah satu barometer pendidikan nasional itu masih mengalami kekurangan sekitar 1.600 guru.

“Kita bisa membayangkan bagaimana kondisi di daerah lain, khususnya wilayah 3T. Karena itu pemerintah harus membuka formasi guru sesuai kebutuhan riil di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Esti menilai rendahnya proporsi belanja pendidikan Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana tercatat dalam data UNESCO Institute for Statistics, menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan nasional.

Ia menegaskan, putusan MK yang memisahkan anggaran MBG dari anggaran pendidikan harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat investasi negara di sektor pendidikan tanpa mengurangi keberlangsungan program-program yang telah berjalan.

“Kami berharap pemerintah benar-benar menyusun setiap program berdasarkan kajian yang komprehensif, bukan menghadirkan program baru tanpa persiapan matang sehingga mengorbankan program yang sudah berjalan,” tegasnya.

Esti juga menyoroti pelaksanaan sejumlah program pendidikan baru, termasuk Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut harus dirancang secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan baru, seperti pemindahan guru dari sekolah reguler di tengah masih tingginya kebutuhan tenaga pendidik.

Ia menekankan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kajian yang menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan guru, peserta didik, sarana dan prasarana, serta dampaknya terhadap ekosistem pendidikan nasional.

“Kami berharap berbagai kebijakan pendidikan yang sedang disiapkan pemerintah benar-benar mampu memperkuat sistem pendidikan nasional sekaligus menjadi solusi atas persoalan kekurangan guru dan ketimpangan layanan pendidikan demi terpenuhinya hak dasar setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Esti menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul harus menjadi prioritas nasional di tengah tantangan transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial, ekonomi hijau, dan meningkatnya persaingan global.

“Membangun SDM unggul harus dimulai dari pendidikan. Pendidikan adalah fondasi utama bagi pembangunan nasional,” pungkasnya.

  • Penulis: MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti

    JLS Amblas, Reni Astuti Soroti Masalah Geoteknik dan Drainase

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    MALANG, CUPLIKAN.CO.ID – Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, ambles sepanjang 50 meter dengan kedalaman dua meter setelah diguyur hujan deras. Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti, menyoroti perlunya evaluasi teknis terkait geoteknik dan drainase di proyek tersebut. “Jalan yang baru dibangun seharusnya tidak mengalami kerusakan sebesar ini. […]

  • Gyp720txgaa Y6u

    Khamenei: Iran Akan Berdiri Teguh Hadapi Perang yang Dipaksakan

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menegaskan bahwa bangsa Iran akan “berdiri teguh” melawan perang yang dipaksakan terhadap negaranya. Dalam pesan yang disiarkan televisi pada Rabu (19/6), di tengah agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Republik Islam Iran, Ayatollah Khamenei menyatakan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah tunduk pada “bentuk […]

  • DPP Pemuda Nusantara Apresiasi Gerak Cepat Kementerian P2MI Selamatkan TKW Oman

    DPP Pemuda Nusantara Apresiasi Gerak Cepat Kementerian P2MI Selamatkan TKW Oman

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA, BERITANEGERI.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Nusantara Menyampaikan Ucapan Terimakasih terhadap Presiden Republik Indonesia dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atas tindakan cepat tanggap Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam mengevakuasi Pekerja TKW Asal Sulawesi Tenggara yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh majikan di Negeri Oman beberapa waktu lalu.  Ketua Umum […]

  • Megawati Sukaro Putri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan saat menyampaikan pidato politik dalam HUT ke-52 PDI Perjuangan di Jakarta pada Jum'at (10/01/2025).

    Megawati: Jangan Larut dalam Zona Nyaman, Kembali ke Akar Perjuangan!

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, menyampaikan pidato politik yang penuh refleksi dalam peringatan HUT ke-52 PDI Perjuangan. Dalam pidatonya, Megawati menyoroti berbagai aspek, mulai dari politik, hukum, seni, budaya, hingga energi perjuangan partai yang terus menjadi tonggak kekuatan bangsa. Megawati mengungkapkan pentingnya memahami secara mendalam makna tiga stanza lagu kebangsaan […]

  • Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C) menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/10/2024). Sumber foto : ANTARA.

    RS Gaza Lumpuh Total! MER-C: Ini Lukai Indonesia!

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk. MER-C Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas lumpuhnya seluruh layanan rumah sakit di Gaza Utara per 30 Mei 2025 akibat agresi militer Israel yang tiada henti. Penjajahan brutal ini bahkan merusak Rumah Sakit Indonesia dan wisma relawan dr. Joserizal Jurnalis, simbol solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina. Dalam […]

  • Rapat Kabinet Paripurna

    INDEF: Publik Banyak Kritik Program Prabowo-Gibran Setahun Terakhir

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Lembaga riset ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) merilis hasil evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di bidang ekonomi. Berdasarkan analisis big data media sosial, mayoritas publik menunjukkan sikap kritis terhadap program-program ekonomi pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari hasil pemantauan INDEF, sebanyak 62% netizen menyuarakan […]

expand_less