Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menakar Nama Bursa Sekjen PBNU, Gugus Bicara Kontribusi dan Solusi

Menakar Nama Bursa Sekjen PBNU, Gugus Bicara Kontribusi dan Solusi

  • account_circle MA
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan KH Miftahul Achyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, perhatian kini beralih pada penyusunan kepengurusan baru, termasuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.

Direktur Lembaga Kajian dan Survey Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito menilai posisi Sekjen menjadi salah satu jabatan strategis karena akan berperan penting dalam mengawal jalannya organisasi selama lima tahun ke depan.

Menurut Gugus, sejumlah nama mulai mengemuka dalam dinamika bursa Sekjen PBNU. Lima nama yang disebut mengerucut yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Nusron Wahid, Lukman Edy, Juri Ardiantoro, dan Lukman Hakim Saifuddin.

“Kelima nama ini memiliki modal yang berbeda. Ada yang kuat dari sisi kontribusi dalam dinamika Muktamar, ada pula yang memiliki pengalaman organisasi, jaringan politik, hingga potensi menjadi figur yang dapat diterima berbagai kelompok,” kata Gugus dalam keterangannya.

Ia mengatakan, perbedaan latar belakang tersebut membuat pemilihan Sekjen PBNU tidak hanya berkaitan dengan siapa yang memiliki kontribusi terbesar dalam Muktamar, tetapi juga siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi setelah Muktamar.

Gus Ipul, Pengalaman dan Kontinuitas

Gugus menilai Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memiliki modal kuat dari sisi pengalaman organisasi. Selain pernah menjabat Sekjen PBNU, Gus Ipul saat ini merupakan Menteri Sosial RI dan dipercaya menjadi Ketua Panitia Muktamar NU ke-35.

“Gus Ipul memiliki pengalaman panjang di NU dan pemerintahan. Posisi sebagai Ketua Panitia Muktamar juga memberikan modal tersendiri karena ia terlibat langsung dalam penyelenggaraan agenda besar tersebut,” ujarnya.

Menurut Gugus, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk memastikan kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat tata kelola PBNU.

“Gus Ipul menawarkan pengalaman dan kontinuitas,” katanya.

Nusron Wahid, Jaringan dan Konsolidasi

Nama berikutnya adalah Nusron Wahid. Gugus menyebut Menteri ATR/BPN tersebut memiliki pengalaman organisasi yang panjang, antara lain sebagai mantan Ketua Umum PP GP Ansor dan mantan Ketua Umum PB PMII.

Nusron, lanjut Gugus, juga memiliki jaringan yang luas di lingkungan NU maupun pemerintahan.

“Modal Nusron adalah jaringan dan kemampuan konsolidasi. Pengalamannya di organisasi dan pemerintahan membuatnya memiliki jejaring yang cukup luas,” katanya.

Kedekatan dengan pemerintahan juga dinilai dapat menjadi salah satu pertimbangan apabila Nusron masuk dalam struktur kepengurusan PBNU periode mendatang.

Lukman Edy, Jejaring dan Kemampuan Menjembatani

Gugus juga menyebut Lukman Edy sebagai salah satu nama yang diperhitungkan.

Menurut dia, Lukman Edy memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan organisasi. Jejaringnya dengan berbagai kelompok, termasuk lingkungan keluarga Gus Dur, menjadi modal tersendiri.

“Lukman Edy memiliki pengalaman politik dan jejaring yang cukup luas. Modal tersebut bisa menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi di antara berbagai kelompok,” ujar Gugus.

Ia menilai pengalaman tersebut membuat Lukman Edy berpotensi memainkan peran sebagai penghubung di tengah dinamika internal organisasi.

Juri Ardiantoro, Pengalaman Organisasi dan Pemerintahan

Nama Juri Ardiantoro juga masuk dalam radar. Gugus menyebut Juri memiliki pengalaman di organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, serta pengalaman sebagai Ketua KPU RI dan pejabat di pemerintahan.

Menurut Gugus, kombinasi pengalaman tersebut menjadi modal penting apabila PBNU membutuhkan figur yang mampu membangun komunikasi antara organisasi dan pemerintah.

“Juri memiliki pengalaman di organisasi, kepemiluan, dan pemerintahan. Karena itu, dia berpotensi menjadi salah satu penghubung strategis antara PBNU dan pemerintah,” katanya.

Lukman Hakim Saifuddin, Figur yang Berpotensi Menjadi Titik Temu

Sementara itu, nama Lukman Hakim Saifuddin dinilai memiliki karakter yang berbeda dibanding kandidat lainnya.

Mantan Menteri Agama RI tersebut dinilai Gugus memiliki pengalaman panjang di NU dan pemerintahan serta dikenal dengan gagasan moderasi beragama.

“Lukman Hakim memiliki modal yang berbeda. Ia tidak terlalu terlihat dalam dinamika kontestasi Muktamar, tetapi justru kondisi itu dapat menjadi kelebihan jika formatur membutuhkan figur yang relatif bisa diterima berbagai kelompok,” ujar Gugus.

Ia menyebut Lukman Hakim juga memiliki jejaring lintas kelompok keagamaan dan pengalaman dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kalau yang dicari adalah figur yang bisa menjadi titik temu, menjaga keseimbangan, dan merajut kembali komunikasi antarkelompok, Lukman Hakim bisa menjadi salah satu opsi,” katanya.

Sekjen PBNU, Kontribusi atau Solusi?

Gugus menilai tim formatur PBNU kini menghadapi pilihan yang tidak sederhana. Muktamar telah selesai, sehingga tantangan berikutnya adalah memastikan organisasi dapat bekerja secara solid selama periode 2026–2031.

“Setelah Muktamar selesai, persoalannya bukan lagi siapa yang menang atau siapa yang paling berjasa. Yang lebih penting adalah bagaimana PBNU bisa bekerja dan berkonsolidasi selama lima tahun ke depan,” katanya.

Menurut Gugus, pemilihan Sekjen sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kontribusi dalam proses Muktamar, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan organisasi ke depan.

“Kalau ukurannya kontribusi, tentu ada beberapa nama yang memiliki modal kuat. Tetapi jika ukurannya adalah solusi, konsolidasi, kemampuan meredakan perbedaan, serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak, maka pertimbangannya bisa berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sekjen PBNU memiliki posisi strategis dalam memastikan kepengurusan baru dapat bekerja efektif dan menjaga soliditas organisasi.

“NU setelah Muktamar tidak membutuhkan pertarungan baru. Yang dibutuhkan adalah konsolidasi dan persatuan. Karena itu, Sekjen yang dipilih idealnya bukan hanya mampu menjalankan organisasi, tetapi juga mampu menjadi pemersatu,” kata Gugus.

Gugus menilai keputusan akhir tetap berada di tangan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan PBNU periode 2026–2031.

“Pada akhirnya, pertanyaannya sederhana: apakah Sekjen dipilih karena kontribusi dalam Muktamar atau karena kebutuhan organisasi untuk menemukan solusi? Jawabannya akan ikut menentukan wajah PBNU dalam lima tahun mendatang,” pungkasnya.

  • Penulis: MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Azhar Adam : Kepercayaan Prabowo kepada Bahlil-Sarmuji Tegaskan Posisi Strategis Golkar

    Azhar Adam : Kepercayaan Prabowo kepada Bahlil-Sarmuji Tegaskan Posisi Strategis Golkar

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle ARD
    • visibility 38
    • 0Komentar

    JAKARTA, — Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Azhar Adam mengapresiasi kepercayaan Presiden Prabowo Subianto kepada pimpinan Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji, untuk menduduki posisi strategis di Kabinet Merah Putih. Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus tetap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara Muhammad […]

  • Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta, Kamis (24/7/2025) menyatakan bahwa pemindahan data pribadi lintas negara diperbolehkan untuk kepentingan yang sah, terbatas, dan dapat dibenarkan secara hukum. (Foto: Dok Kemkomdigi)

    Pemerintah Pastikan Transfer Data Pribadi ke AS Tak Bebas

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kesepakatan perdagangan digital dengan Amerika Serikat tidak berarti membuka keran penyerahan data pribadi warga negara secara bebas. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyusul pengumuman resmi Gedung Putih pada 22 Juli 2025 yang menyebutkan dimulainya finalisasi perjanjian tersebut. Isu perlindungan data pribadi kembali […]

  • Menteri Komunikasi Digital, Meutya Viada Hafid

    Komitmen Tegas Menkomdigi Berantas Judol di Kementerian

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid buka suara mengenai penangkapan pegawai di kementeriannya yang diduga terlibat dalam aktivitas judol. Meutya menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian agar kasus ini ditangani dengan tegas. Menurut Meutya, Komdigi mendukung sepenuhnya arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas segala bentuk aktivitas ilegal, […]

  • Presiden AS, Donald Trump (Kanan) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei (Kiri).

    Trump Ancam Iran: Kami Tahu Lokasi Khamenei

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    WASHINGTON, CUPLIKAN.CO.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim mengetahui lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan mengancam akan menyerangnya jika Iran tidak menyerah tanpa syarat. Hal tersebut ia sampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social, Selasa (17/6/2025). “Kami tahu persis di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi. Dia adalah target yang […]

  • Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden China Xi Jinping menghadiri penandatanganan perjanjian bilateral di Brasilia, Brasil, 20 November 2024. Sumber foto : REUTERS.

    Lula dan Xi Intensifkan Diplomasi Ekonomi Jelang KTT BRICS

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BRASILIA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva akan kembali bertolak ke China bulan depan untuk bertemu Presiden Xi Jinping, menandai pertemuan ketiga mereka sejak Lula kembali menjabat pada 2023. Pertemuan keempat bahkan sudah dijadwalkan pada KTT BRICS di Rio de Janeiro, Juli mendatang. Peningkatan intensitas diplomasi tingkat tinggi ini memperkuat posisi Brasil sebagai […]

  • KONASPI XI

    Kolaborasi Nasional di Konaspi XI Wujudkan SDM Unggul 2045

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan akademisi, dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan optimismenya bahwa Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XI akan mencetuskan kebijakan dan rekomendasi strategis untuk memperkuat dunia pendidikan. “Dengan semangat […]

expand_less