Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » KPK Konfirmasi Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Sidang Kasus Suap Impor Bea Cukai

KPK Konfirmasi Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Sidang Kasus Suap Impor Bea Cukai

  • account_circle DDY
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, editoria.co.id  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, muncul dalam persidangan kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa penyebutan nama Raffi dalam perkara tersebut berkaitan dengan fakta persidangan mengenai penitipan barang elektronik dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia melalui perusahaan logistik Blueray Cargo.

“Betul, ada fakta saudara RA (Raffi Ahmad) itu menitip,” kata Taufik kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut Taufik, berdasarkan fakta yang diperoleh penyidik, Raffi disebut pernah berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat dan berencana mengirimkan sejumlah barang elektronik, termasuk telepon genggam yang disebut sebagai iPhone 17.

Meski demikian, KPK menegaskan hingga saat ini belum menemukan bukti yang mengaitkan Raffi Ahmad dengan tindak pidana yang sedang diusut dalam perkara tersebut.

“Kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus kepabeanan di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan,” ujar Taufik.

Namun demikian, KPK membuka kemungkinan untuk mendalami fakta tersebut apabila ditemukan bukti baru dalam proses persidangan maupun penyidikan.

“Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya,” tambahnya.

Muncul dalam Persidangan

Nama Raffi Ahmad mencuat dalam sidang perkara dugaan suap impor dengan terdakwa John Field, pimpinan Blueray Cargo Group, bersama dua anak buahnya, Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum KPK mengonfirmasi kepada saksi Sri Pangestuti alias Tuti, seorang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), terkait komunikasi mengenai permintaan bantuan pengiriman laptop dan telepon genggam dari Amerika Serikat ke Indonesia.

Permintaan tersebut disebut disampaikan oleh Yohanes, asisten pribadi John Field, saat Raffi berada di kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.

Tuti membenarkan adanya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan Yohanes. Namun, ia mengaku tidak memenuhi permintaan tersebut.

Selain itu, nama Raffi juga tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes yang dibacakan dalam persidangan.

Dalam keterangannya, Yohanes menjelaskan bahwa informasi mengenai pengiriman telepon genggam berasal dari Nelwan, Kepala Divisi Blueray Cargo wilayah Amerika Serikat.

“Izin saya jelaskan. Jadi, lagi itu dari Ko Nelwan, dia kepala divisi Amerika, dia ada apa si Raffi lagi jalan-jalan ke Amerika, mau titip handphone. Itu iPhone 17 kalau enggak salah baru keluar, buat masukin,” kata Yohanes dalam persidangan.

Yohanes menambahkan bahwa barang tersebut pada akhirnya tidak jadi dikirim ke Indonesia.

Perkara Suap Rp61 Miliar

Dalam perkara ini, John Field bersama Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri didakwa memberikan suap kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan nilai mencapai Rp61 miliar, serta memberikan berbagai fasilitas hiburan dan barang mewah senilai sekitar Rp1,8 miliar.

Jaksa menyebut para penerima suap antara lain Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal, Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Orlando Hamonangan.

Rinciannya, Rizal diduga menerima sekitar Rp14 miliar, Sisprian Rp7 miliar, dan Orlando sekitar Rp4,05 miliar. Sejumlah pihak lain juga disebut menikmati aliran dana tersebut dan akan diproses dalam berkas perkara terpisah.

Selain uang, terdakwa juga diduga memberikan fasilitas hiburan senilai sekitar Rp1,45 miliar, sebuah jam tangan mewah merek Tag Heuer senilai Rp65 juta kepada Orlando, serta satu unit mobil Mazda CX-5 senilai Rp330 juta kepada Enov Puji Wijanarko, Kepala Seksi Penindakan Impor I Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Menurut dakwaan jaksa, pemberian tersebut dilakukan agar barang-barang impor milik Blueray Cargo dapat lebih cepat keluar dari proses pengawasan kepabeanan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Raffi Ahmad terkait penyebutan namanya dalam persidangan kasus tersebut.

 

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legenda Rock, Jon Bon Jovi

    Selamatkan Perempuan dari Upaya Bunuh Diri, Legenda Rock Bon Jovi Dipuji

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    NASHVILLE TENNESSEE, CUPLIKAN.CO.ID – Legenda rock Jon Bon Jovi dipuji oleh polisi karena membantu seorang wanita yang dalam keadaan tertekan hendak melakukan upaya bunuh diri saat berada di tepi jembatan di Nashville, Tennessee, pada Selasa malam. Departemen Kepolisian Metropolitan Nashville membagikan video frontman Bon Jovi dan timnya yang berada di Jembatan Pejalan Kaki John Seigenthaler […]

  • DPR Tekankan Penguatan Tata Kelola BGN

    DPR Tekankan Penguatan Tata Kelola BGN

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati berharap penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi titik awal penguatan kelembagaan BGN sekaligus mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin efektif sebagai salah satu program prioritas nasional. Dilansir dari dpr.go.id Menurut Sari, amanah yang diberikan Presiden kepada Sudaryono […]

  • Habib Syarief Muhammad

    PKB Soroti Nasib Guru dan Siswa Korban Banjir

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, menyoroti situasi para guru dan siswa yang terdampak banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera. Ia menegaskan bahwa sebelum berbicara soal perbaikan sekolah, pemerintah harus lebih dulu memastikan keselamatan dan kondisi psikologis peserta didik maupun tenaga pendidik. Habib Syarief menyampaikan keprihatinannya setelah […]

  • Taruna Ikrar (Kepala BPOM) saat kuliah pakar bertema Riset Inovasi Menuju World Class University di hadapan dosen, guru besar, dan mahasiswa Unhas, Senin (24/12).

    Taruna Ikrar Dorong Riset Inovasi di Universitas Hasanuddin

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MAKASSAR, CUPLIKAN.CO.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi riset dan inovasi civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas). Hal ini disampaikan dalam kuliah pakar bertema Riset Inovasi Menuju World Class University di hadapan dosen, guru besar, dan mahasiswa Unhas, Senin (24/12). “BPOM melalui program Pangan Aman […]

  • Aksi protes Gen Z Nepal

    Larangan Media Sosial di Nepal Bongkar Rapuhnya Fondasi Ekonomi Gig

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh : Venus Upadhayaya* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ekonomi gig global mempekerjakan hampir 200 juta orang melalui perusahaan berbasis platform digital seperti Uber, Food Panda, Zomato, Oyo, dan lainnya. Penting juga dicatat bahwa sebagian besar pekerjaan gig berlangsung diam-diam di media sosial seperti WhatsApp, WeChat, dan Facebook. Di sinilah ekonomi gig kerap terkait dengan gejolak publik […]

  • Rudianto Lallo

    Desakan Restorative Justice di Kasus Guru Honorer Supriyani Makin Menguat

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, mendesak agar majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Andoolo menerapkan konsep restorative justice dalam kasus yang menimpa guru honorer SD Negeri 04 Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Supriyani. Kasus yang melibatkan dugaan penganiayaan ringan terhadap murid ini dinilai tidak layak untuk diproses lebih jauh […]

expand_less