Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketika Pertahanan Nasional Memasuki Era Digital: Dari AI hingga Ancaman Siber

Ketika Pertahanan Nasional Memasuki Era Digital: Dari AI hingga Ancaman Siber

  • account_circle DDY
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, editorial.co.id – Perang modern tidak selalu diawali oleh suara tembakan atau pergerakan pasukan di medan tempur. Dalam banyak kasus, ancaman justru datang melalui layar komputer, jaringan komunikasi, dan pusat data yang menjadi tulang punggung kehidupan sebuah negara.

Serangan siber terhadap infrastruktur vital, pencurian data strategis, hingga upaya melumpuhkan sistem komunikasi kini menjadi bagian dari tantangan keamanan yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah perubahan lanskap ancaman tersebut, transformasi digital dalam sektor pertahanan menjadi isu yang semakin mendapat perhatian.

Tema inilah yang mengemuka dalam Cyber Defence Conference 2026 (CDC-2026) yang diselenggarakan Indonesia Digital & Cyber Institute (IDCI) di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, militer, akademisi, dan industri teknologi untuk membahas bagaimana Indonesia dapat membangun ketahanan nasional di era digital.

Ketua Harian IDCI, Rhesa Yogaswara, menilai bahwa ketahanan nasional saat ini tidak lagi dapat dipisahkan dari kemampuan negara mengelola teknologi, melindungi data, serta membangun sumber daya manusia yang kompeten.

“Ketahanan nasional di era digital tidak dapat dibangun secara terpisah. Sistem komando, keamanan data, perlindungan infrastruktur informasi vital, kemampuan deteksi ancaman, serta kapasitas SDM perlu terhubung dalam satu ekosistem yang adaptif dan kolaboratif,” ujarnya.

Pertahanan Tidak Lagi Berdiri Sendiri

Perubahan teknologi telah mengubah cara negara memandang keamanan. Jika sebelumnya ancaman lebih banyak dipahami dalam bentuk fisik, kini ancaman digital dapat muncul tanpa batas wilayah dan tanpa peringatan yang jelas.

Kepala Pusat Komunikasi dan Elektronika Angkatan Darat, Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie, menjelaskan bahwa sistem pertahanan modern membutuhkan integrasi yang semakin kuat antarunit dan antarsistem. Salah satu instrumen yang dikembangkan adalah Battle Management System yang memungkinkan koordinasi dan pengambilan keputusan dilakukan secara lebih cepat dan terhubung.

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan deteksi dan respons terhadap berbagai ancaman yang berkembang.

“Transformasi digital harus memperkuat pertahanan nasional. Kami telah memiliki Battle Management System untuk mendukung integrasi sistem keamanan, dan sistem ini terus diperkuat dengan teknologi AI agar mampu merespons tantangan serta ancaman terhadap kedaulatan digital Indonesia,” katanya.

Ancaman yang Tidak Terlihat

Di sisi lain, ancaman terhadap keamanan nasional tidak selalu muncul dalam bentuk yang kasatmata. Serangan terhadap sistem informasi pemerintahan, jaringan keuangan, fasilitas kesehatan, hingga infrastruktur energi dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap masyarakat.

Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap sektor-sektor strategis yang menjadi fondasi aktivitas nasional.

Menurutnya, sektor pemerintahan, pertahanan, keuangan, transportasi, kesehatan, energi, teknologi informasi dan komunikasi, hingga pangan merupakan bagian dari infrastruktur vital yang perlu mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman siber.

Gangguan terhadap sektor-sektor tersebut bukan hanya persoalan teknis. Dalam kondisi tertentu, dampaknya dapat menghambat pelayanan publik, mengganggu aktivitas ekonomi, bahkan memengaruhi stabilitas nasional.

Tantangan Kemandirian Teknologi

Namun membangun ketahanan digital tidak cukup hanya dengan memperkuat sistem keamanan. Indonesia juga menghadapi tantangan lain berupa ketergantungan terhadap teknologi asing yang masih cukup tinggi.

Dalam diskusi konferensi, isu kemandirian teknologi menjadi salah satu pembahasan utama. Perkembangan dunia yang semakin terhubung atau hyperconnectivity menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko baru.

Ketergantungan terhadap perangkat lunak, perangkat keras, maupun platform digital dari luar negeri dinilai dapat menciptakan kerentanan strategis apabila tidak diimbangi dengan kemampuan nasional yang memadai.

Karena itu, pengembangan teknologi dalam negeri, peningkatan kapasitas riset, serta penguatan industri digital nasional menjadi bagian penting dari upaya membangun kedaulatan digital Indonesia.

Infrastruktur sebagai Tulang Punggung

Transformasi digital juga membutuhkan fondasi yang kuat berupa infrastruktur digital yang andal.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Denny Setiawan, menekankan bahwa konektivitas yang cepat, stabil, dan aman menjadi syarat utama bagi sistem pertahanan digital yang efektif.

Tanpa jaringan yang mampu mengalirkan data secara real time, kemampuan mendeteksi ancaman maupun mengambil keputusan strategis akan menjadi terbatas.

Di era ketika informasi bergerak dalam hitungan detik, kualitas infrastruktur digital dapat menentukan kecepatan respons terhadap berbagai situasi yang berkembang.

Talenta Digital Jadi Kunci

Meski teknologi menjadi perhatian utama, para pembicara dalam konferensi sepakat bahwa manusia tetap menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital.

Kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang keamanan siber, AI, cloud computing, dan data science terus meningkat seiring percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

Advisor IDCI, Dewi Said Albanjari, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat talenta digital di kawasan. Namun peluang tersebut memerlukan dukungan pendidikan, kebijakan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Tanpa sumber daya manusia yang memadai, investasi teknologi berisiko tidak menghasilkan manfaat optimal.

Membangun Ekosistem Ketahanan Digital

Berbagai isu yang dibahas dalam CDC-2026 menunjukkan bahwa pertahanan digital tidak hanya berbicara mengenai militer atau keamanan siber semata. Di dalamnya terdapat keterkaitan antara teknologi, infrastruktur, data, kebijakan, industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Di tengah meningkatnya ancaman digital global, kemampuan sebuah negara untuk menjaga kedaulatan tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola ruang digitalnya sendiri.

Karena itu, ketahanan digital pada akhirnya bukan sekadar soal teknologi. Ia merupakan ekosistem yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan bahwa keamanan, pelayanan publik, dan pembangunan nasional dapat terus berjalan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

 

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

    Ketua MPR Usulkan Kajian Ulang Pilkada Langsung untuk Kurangi Politik Biaya Tinggi

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Yayasan Jimly School of Law, mengusulkan perlunya kajian ulang terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung. Menurutnya, Pilkada langsung yang saat ini diterapkan berisiko mendorong praktik politik uang dan biaya politik yang tinggi. “Saat ini, Pilkada langsung seringkali menghasilkan […]

  • Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi

    Maluku Utara Disiapkan Jadi Titik Tumbuh Ekonomi Baru

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TERNATE, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam sebuah rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Selasa (15/7/2025), Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menggarisbawahi pentingnya menjadikan transmigrasi sebagai strategi geostrategis untuk mengembalikan posisi Maluku Utara sebagai simpul utama ekonomi di kawasan timur Indonesia. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Ternate tersebut, Viva Yoga membawa angin segar: pemerintah pusat […]

  • Voicer M. Shoim Haris (Wakil Sekjend DPP Partai Golkar)

    Urgensi Koalisi Permanen

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Oleh : M Shoim Haris* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Telah menjadi adagium dalam governance studies bahwa sebuah pemerintahan membutuhkan dukungan politik yang kuat—baik dari masyarakat maupun dari partai-partai politik pendukungnya. Dukungan ini merupakan political energy yang menggerakkan mesin pemerintahan, sehingga kebijakan dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Di Indonesia, dimana political configuration bersifat sangat beragam, kebutuhan […]

  • Jet Tempur F-35

    Untuk Keempat Kalinya, Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-35 Israel

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TABRIZ IRAN, CUPLIKAN.CO.ID – Sistem pertahanan udara milik Angkatan Bersenjata Iran di Tabriz, Azerbaijan Timur, berhasil menembak jatuh satu jet tempur siluman F-35 milik Israel. Hal ini disampaikan oleh Kepala Manajemen Krisis Provinsi Azerbaijan Timur, Majid Farshi, dalam pernyataan kepada kantor berita IRNA pada Selasa (17/6). Farshi menyebutkan bahwa sebelumnya dua drone tempur juga telah […]

  • Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan

    Isu Ijazah Jokowi-Gibran Menguat, Pengamat Soroti Sikap KPU

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai tidak ada urgensi bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merahasiakan 16 dokumen syarat pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Menurutnya, dokumen seperti KTP, ijazah, hingga daftar riwayat hidup merupakan informasi yang memang berhak diketahui publik. Yusak menegaskan, keputusan KPU sempat menimbulkan spekulasi […]

  • Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar

    Gagal Fungsi! Chromebook Rp9,9 T Dikorupsi Diam-Diam

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ternyata menyimpan skandal besar. Kejaksaan Agung resmi meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan, setelah menemukan indikasi kuat korupsi berjamaah dalam proyek digitalisasi pendidikan nasional tahun 2019–2023. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, mengungkap bahwa proyek ini […]

expand_less