Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Deddy Sitorus: 60% Pilkada Bermasalah, KPU Harus Bertanggung Jawab

Deddy Sitorus: 60% Pilkada Bermasalah, KPU Harus Bertanggung Jawab

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang dianggap penuh dengan permasalahan. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung Parlemen Senayan, Kamis (27/2/2025), ia menyoroti banyaknya pelanggaran dalam proses demokrasi di Indonesia.

Deddy mengungkapkan bahwa hampir 60% dari total Pilkada di Indonesia mengalami masalah serius. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Pemilu di bawah pemerintahan sebelumnya adalah yang paling buruk dalam sejarah.

“Sekali lagi terbukti apa yang diributkan orang selama ini, bahwa pemilu kita di bawah pemerintahan sebelumnya adalah pemilu paling berengsek dalam sejarah,” tegasnya.

Ia menyebutkan, dari 545 daerah yang melaksanakan Pilkada, sebanyak 310 memiliki putusan terkait pelanggaran. Angka tersebut, kata Deddy, bukan berarti daerah lain bersih dari masalah, melainkan banyak kasus yang tidak diproses karena berbagai alasan.

“Dari 235 daerah lainnya, sebagian besar mungkin tidak dipersoalkan karena masyarakat sudah lelah, atau pelanggarannya terlalu masif sehingga sulit dibuktikan,” ujarnya.

Deddy juga menyoroti beban anggaran yang harus ditanggung negara akibat kelalaian penyelenggara Pemilu. Ia mempertanyakan mengapa rakyat kembali harus membayar lebih dari Rp1 triliun hanya untuk membiayai pemilihan ulang akibat kesalahan administratif dan teknis.

“Sekarang rakyat disuruh bayar lagi Rp1 triliun buat kelalaian kita semua. Yang benar saja, tanggung jawab kita di mana?” katanya dengan nada geram.

Selain itu, ia menyoroti masalah administratif yang berulang setiap kali pemilu, seperti verifikasi ijazah dan masa jabatan. Menurutnya, seharusnya penyelenggara Pemilu dapat bekerja lebih baik agar kesalahan serupa tidak terjadi terus-menerus.

“Masa iya urusan remeh-temeh seperti ijazah palsu dan masa jabatan kita terus masuk lubang yang sama? Ini soal kualitas, secara administratif saja kita gagal, bagaimana secara substantif?” tambahnya.

Deddy memperingatkan bahwa jika penyelenggaraan Pemilu terus bermasalah, maka dampaknya akan sangat buruk bagi sistem pemerintahan. Kepala daerah yang dipaksa bertarung kembali dalam pemilihan ulang harus mencari dana tambahan, yang pada akhirnya dapat berujung pada praktik korupsi.

“Minjam, jual, gadai. Besok-besok korupsi semua. Yang salah siapa? Kita! Karena kita tidak melaksanakan tanggung jawab dengan baik,” ujarnya dengan nada tinggi.

Lebih lanjut, ia menuding bahwa lemahnya pengawasan dari Bawaslu dan DKPP menjadi salah satu penyebab maraknya pelanggaran. Menurutnya, jika semua lembaga pengawas bekerja dengan baik, maka potensi kecurangan dapat diminimalisir.

“Tidak akan ada gugatan jika semuanya bekerja dengan benar. Tidak akan ada yang masif kalau Pj-nya punya marwah, kalau Bawaslu dan DKPP bekerja dengan benar,” tegasnya.

Deddy juga menegaskan bahwa permasalahan dalam Pemilu bukan sekadar soal anggaran, tetapi juga menyangkut peradaban demokrasi di Indonesia. Ia mempertanyakan warisan apa yang akan ditinggalkan kepada generasi mendatang jika sistem pemilu terus bermasalah.

“Ini bukan cuma soal anggaran, tapi soal peradaban. Apa yang mau kita wariskan? Mau terus seperti ini?” tanyanya.

Menurutnya, situasi ini akan terus berulang jika tidak ada perbaikan sistemik. Ia mengingatkan bahwa di beberapa daerah, Pemilu bahkan harus dilakukan tiga kali akibat berbagai permasalahan yang tidak kunjung selesai.

“Siapa yang jamin PSU pertama tidak akan berlanjut ke PSU kedua atau ketiga? Kita pernah mengalami tiga kali PSU di Maluku Utara. Ini gila,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deddy juga mengkritik mahalnya biaya politik di Indonesia. Menurutnya, jika sistem pemilu tidak diperbaiki, maka ke depan hanya mereka yang memiliki modal besar yang bisa bertarung dalam kontestasi politik.

“Kalau kita tidak melakukan koreksi, besok-besok jadi anggota DPR itu perlu Rp50-100 miliar. Ini yang kita mau?” ujarnya.

Deddy pun menyerukan agar para penyelenggara Pemilu, termasuk KPU dan Bawaslu, mengambil tanggung jawab penuh atas permasalahan yang terjadi. Ia menilai, jika mereka tidak merasa bersalah, maka tidak ada lagi harapan bagi demokrasi di Indonesia. “

Kalau Ketua KPU enggak merasa bersalah, enggak tahu lagi saya. Kalau Bawaslu merasa tidak ada kesalahan di pihaknya, saya bingung,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR jika diperlukan.

“Kalau perlu kita mundur berjamaah. Saya siap mundur demi tanggung jawab kita kepada negara ini,” pungkasnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibrahim Aqil

    Komandan Hezbollah Tewas Terkena Serangan Israel

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BEIRUT/JERUSSALEM, CUPLIKAN.CO.ID – Israel melancarkan serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada Jumat yang menewaskan seorang komandan senior Hezbollah, memperburuk konflik yang sudah berlangsung lebih dari setahun antara Israel dan kelompok yang didukung Iran ini. Dua sumber keamanan di Lebanon mengonfirmasi tewasnya komandan tersebut, dan militer Israel turut mengakui serangan tersebut. Militer Israel menyatakan bahwa […]

  • RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Menuju Paripurna

    RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Menuju Paripurna

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta — Komisi IX DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI guna diambil keputusan menjadi undang-undang. Persetujuan tersebut diambil dalam rapat pleno Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/10/2026). Keputusan […]

  • Silaturahmi DPP Partai Golkar ke Sri Sultan Hamengkubowono X menjelang pelaksanaan Musda Golkar DIY pada Minggu (18/5/2025) kemarin.

    Golkar Soroti Dampak Sosial Pilkada, Bahlil: Demokrasi Bikin Rakyat Saling Ribut

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti dampak sosial dari pelaksanaan demokrasi elektoral di Indonesia, terutama dalam konteks Pilkada dan Pileg. Menurutnya, sistem demokrasi saat ini bukan hanya menyedot anggaran besar, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. “Setiap Pilkada selesai, urusannya panjang. Antar tetangga bisa saling ribut […]

  • 451326572 478185941741155 2708820676544339933 n

    Ahmad Doli Kurnia: Pemilu Jadi Kunci Perbaikan Sistem Politik

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ketua Komisi II DPR RI, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem politik, tata negara, dan pemerintahan Indonesia. Sejak awal terpilih sebagai anggota DPR, Doli langsung memilih Komisi II sebagai tempat pengabdiannya karena merasa memiliki visi dan passion yang kuat di bidang tersebut. “Memang saya dari awal, dulu ketika bercita-cita […]

  • Ra Hamid (Kiri) Bersama Gina Belanza (Kanan) dalam acara Launching Komunitas Kawula Bangsa pada Selasa malam, (24/09/2024) di Cafe Nyok Kelurahan Kotakulon Bondowoso.

    Gina Belanza Luncurkan Kawula Bangsa, Wadah Pemuda Bondowoso

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Gina Belanza Mulia, anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, resmi meluncurkan Kawula Bangsa pada Selasa malam, (24/09/2024) di Cafe Nyok, Kelurahan Kotakulon, Bondowoso. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk calon bupati Bondowoso nomor urut 1, Abdul Hamid Wahid (Ra Hamid), dan ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir. Dalam […]

  • Presiden Prabowo Subianto saat hendak bertolak ke Rusia. Sumber foto : Instagram Sekretariat Kabinet

    Pilih Forum di St Petersburg Rusia, Presiden Prabowo Utamakan Agenda Strategis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menghadiri Forum Ekonomi Internasional di St. Petersburg, Rusia, alih-alih Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada. Keputusan ini diambil lantaran benturan jadwal serta urgensi diplomasi ekonomi strategis yang telah dijadwalkan sejak jauh hari. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menyampaikan bahwa Presiden menerima banyak undangan kehormatan […]

expand_less