Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rusia Wanti-Wanti Risiko Global Jika Pemimpin Iran Dibunuh

Rusia Wanti-Wanti Risiko Global Jika Pemimpin Iran Dibunuh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOSKWA, CUPLIKAN.CO.ID  – Pemerintah Rusia menyatakan secara tegas bahwa perubahan rezim di Iran merupakan hal yang “tidak bisa diterima” dan memperingatkan bahwa pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan membuka “kotak Pandora” ketegangan global.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov,  di Istana Konstantin di Saint Petersburg.

“Situasinya sangat tegang dan berbahaya, tidak hanya untuk kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas global,” ujar Peskov sebagaimana dilansir dari Sky News, Jum’at (20/06).

“Perluasan pihak yang terlibat dalam konflik ini hanya akan memperparah konfrontasi dan eskalasi,”imbuhnya.

Komentar keras ini muncul di tengah spekulasi Presiden AS Donald Trump soal kemungkinan keterlibatan militer langsung Amerika dalam konflik Israel-Iran, termasuk wacana provokatif soal pembunuhan Khamenei.

Rusia dan Iran memperkuat hubungan strategis mereka sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada 2022. Pada Januari 2025, keduanya menandatangani kemitraan strategis yang semakin mengukuhkan posisi Iran sebagai sekutu utama Rusia di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan media Sky News, Peskov menegaskan bahwa gagasan perubahan rezim di Iran, apalagi melalui kekerasan, tidak dapat diterima dalam norma internasional.

“Bahkan membicarakan itu seharusnya tidak diperbolehkan,” katanya, dengan nada jelas menyindir Washington.

Meski tidak menyebut tindakan spesifik yang akan diambil Rusia jika Khamenei terbunuh, Peskov menegaskan bahwa dampaknya akan besar dan sangat tidak stabil. “Itu akan memicu lahirnya ekstremisme dari dalam Iran sendiri,” ucapnya. “Mereka yang menyerukan pembunuhan pemimpin itu harus paham—mereka akan membuka kotak Pandora.”

Putin Tolak Tepi, Trump Singgung Perang Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin disebut telah menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam konflik Israel-Iran, namun tawaran tersebut ditolak oleh Trump. Dalam pernyataan terbarunya, Trump bahkan mengatakan kepada Putin agar “mediasi urusanmu sendiri” merujuk pada perang Rusia di Ukraina.

Menanggapi komentar tersebut, Peskov menolak menyebutnya sebagai penghinaan.

“Setiap orang punya gaya bahasa masing-masing. Presiden Trump memiliki cara berbicara yang khas. Kami cukup toleran, dan berharap orang lain juga begitu terhadap kami,” ujarnya diplomatis.

Dalam bagian lain wawancaranya, Peskov menegaskan bahwa Rusia tidak melihat alasan untuk menyetujui gencatan senjata di Ukraina, karena Moskwa saat ini merasa memiliki keunggulan strategis di medan tempur.

“Sekarang kami memiliki keuntungan strategis. Mengapa harus kami lepaskan? Kami tidak akan mundur. Kami akan terus maju,” kata Peskov.

Ia juga mengkritik gagalnya negara-negara Barat dalam menjamin penghentian bantuan militer ke Kyiv, yang menurutnya menjadi hambatan utama tercapainya gencatan senjata yang sejati.

“Amerika tidak bilang akan berhenti kirim bantuan. Inggris tidak juga. Prancis pun demikian. Ini masalahnya,” tegas Peskov.

Komentar-komentar terbaru dari Kremlin ini mencerminkan kecemasan mendalam Moskwa terhadap potensi perubahan geopolitik di Timur Tengah, khususnya jika Iran kehilangan stabilitas internal. Bagi Rusia, kehilangan Iran sebagai mitra strategis akan menjadi pukulan telak dalam lanskap global yang terus bergerak dinamis dan penuh konfrontasi.

Sementara dunia terus menahan napas menghadapi kemungkinan eskalasi perang regional menjadi konflik global terbuka, Moskwa mengirimkan sinyal kuat: menggoyang Teheran berarti mengguncang seluruh tatanan dunia (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Tangkapan Layar TV Parlemen saat politisi PKS, Sukamta, menyampaikan pandangan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-10 Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/1/2025).

    Anggota DPR FPKS Soroti Gencatan Senjata Palestina-Israel dan Ancaman Judol

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, menyampaikan pandangannya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-10 Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/1/2025). Dalam pidatonya, ia menyoroti dua isu penting, yakni gencatan senjata antara Palestina dan Israel serta dampak negatif judi online dan pinjaman […]

  • DPR SAMBUT ASPIRASI MASYARAKAT PATI, APRESIASI SIKAP TERTIB AMPB, WASPADAI OKNUM DAN KONTEN LAMA YANG MENYESATKAN

    DPR SAMBUT ASPIRASI MASYARAKAT PATI, APRESIASI SIKAP TERTIB AMPB, WASPADAI OKNUM DAN KONTEN LAMA YANG MENYESATKAN

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle YRI
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id Hari Kamis, 27 Agustus 2026, menjadi hari yang baik bagi demokrasi Indonesia. Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menerima langsung audiensi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pimpinan turun langsung menemui perwakilan AMPB dan mendengarkan tuntutan mereka. […]

  • Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar

    Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun! Siapa Dalangnya di Kemendikbud?

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengungkap penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop senilai fantastis Rp9,9 triliun di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) periode 2019–2023. Kasus ini kini resmi naik ke tahap penyidikan sejak Selasa (20/5) dan ditangani langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Kepala Pusat Penerangan […]

  • Upgrading Kehumasan PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo

    Humas Tak Cuma di Balik Layar! Pesantren Ini Buktikan

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, CUPLIKAN.CO.ID – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menegaskan keseriusannya dalam penguatan komunikasi publik lewat kegiatan upgrading kehumasan bertema “Humas dan Personal Branding”, yang digelar Sabtu (24/05/2025) di ruang rapat utama pesantren. Acara ini diikuti para staf humas dari berbagai unit pendidikan dan lembaga internal pesantren. Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom, Ponirin Mika, menekankan […]

  • Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Sumber foto : ANTARA.

    Gerindra Pastikan Rakyat Kecil Prioritas Utama Pemerintahan Prabowo

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa keberpihakan terhadap rakyat kecil akan menjadi kompas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikannya saat menghadiri apel dan konsolidasi kader Partai Gerindra di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (28/6/2025). Muzani menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintahan saat ini diarahkan untuk mengangkat kehidupan […]

  • Ketua Dewan Nasional, SETARA INstitute, Hendardi.

    Pembungkaman Pasif Akademisi Berlanjut Meski Jokowi Lengser

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kasus pencopotan Ubaidilah Badrun dari jabatannya sebagai Ketua Departemen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menambah daftar panjang praktik pembungkaman terhadap akademisi. SETARA Institute menyoroti pencopotan ini sebagai indikasi berlanjutnya praktik pembungkaman pasif yang terjadi sejak era pemerintahan Joko Widodo. “Rektor UNJ seolah lupa bahwa Jokowi bukan lagi Presiden RI. Namun, tampaknya, ada […]

expand_less