Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Dakwah Digital Butuh Konten Kreatif, Bukan Ceramah Biasa

Dakwah Digital Butuh Konten Kreatif, Bukan Ceramah Biasa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG, CUPLIKAN.CO.ID – Dakwah masa kini tak cukup hanya disampaikan lewat ceramah atau pengajian rutin. Perlu pendekatan baru yang kreatif, cepat, dan menjangkau lebih banyak audiens. Menyadari hal ini, DPP Pengajian Al-Hidayah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Komisi X DPR RI menggelar Workshop Pelatihan Editing Video dan Konten Media Sosial di Hotel Mercure BSD, Tangerang, Senin (28/7).

Workshop bertajuk “Kreativitas dalam Dakwah Digital” ini menjadi upaya konkret membekali para peserta – mayoritas perempuan pengajian – agar mampu merespons perkembangan zaman. Konten dakwah kini harus tampil menarik, kontekstual, dan penuh empati agar bisa diterima generasi digital.

“Dakwah itu tidak bisa lagi disampaikan dengan cara lama. Kita harus masuk ke ruang-ruang digital yang diisi generasi muda, dan tampil dengan bahasa serta format yang mereka pahami,” ujar Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Al-Hidayah.

Ia menegaskan pentingnya peran ibu-ibu pengajian sebagai penyampai nilai kebaikan dalam bentuk yang lebih segar dan dekat dengan realitas audiens masa kini. Ia menyebut ibu-ibu sebagai “influencer” yang mampu menyentuh hati masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sekjen DPP Al-Hidayah, Iin Kandedes, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya soal teknis editing, tetapi juga bagaimana membangun narasi yang damai dan relevan. Ia berharap peserta mampu menjadi pionir dakwah digital yang adaptif dan inovatif.

Salah satu narasumber, Dodi Rosadi dari BRIN, menekankan pentingnya tanggung jawab dalam membuat konten.

“Jangan asal viral. Konten dakwah harus menjunjung nilai etika dan tidak memecah belah,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Annama, pakar digital branding, menyebut dakwah digital sebagai bentuk evolusi dakwah.

“Media sosial adalah mimbar baru. Kreativitas adalah alatnya. Kalau ingin didengar, jangan hanya menyampaikan tapi juga mengemasnya dengan cara yang menyentuh,” jelasnya.

Workshop ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai wilayah di Banten, dan menjadi langkah penting bagi Al-Hidayah dalam merespons tantangan dakwah era digital yang dinamis (RED)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi protes Gen Z Nepal

    Larangan Media Sosial di Nepal Bongkar Rapuhnya Fondasi Ekonomi Gig

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Oleh : Venus Upadhayaya* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ekonomi gig global mempekerjakan hampir 200 juta orang melalui perusahaan berbasis platform digital seperti Uber, Food Panda, Zomato, Oyo, dan lainnya. Penting juga dicatat bahwa sebagian besar pekerjaan gig berlangsung diam-diam di media sosial seperti WhatsApp, WeChat, dan Facebook. Di sinilah ekonomi gig kerap terkait dengan gejolak publik […]

  • Miftahul Arifin, Koordinator Nasional Kawal Pemilu dan Demokrasi (dua dari kanan) dalam suatu acara di Jakarta.

    Revisi Tatib DPR Dinilai Bermasalah, KPD: Bisa Ganggu Independensi Lembaga Negara

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Revisi Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib (Tatib) DPR yang disahkan dalam rapat paripurna menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Koordinator Nasional Kawal Pemilu dan Demokrasi (KPD), Miftahul Arifin, yang menyoroti potensi penyalahgunaan kewenangan dalam aturan baru tersebut. Pasal 228A yang ditambahkan dalam revisi tersebut […]

  • Logo LBH Surabaya

    LBH Surabaya Kecam Penangkapan Aktivis Yogyakarta Tanpa Prosedur Hukum

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mengecam keras penangkapan aktivis sosial asal Yogyakarta, Muhammad Fakhrurrozi atau Paul, yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) pada Sabtu (27/9/2025). Penangkapan dinilai sewenang-wenang, ugal-ugalan, dan tidak sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurut keterangan resmi LBH Surabaya, Paul ditangkap sekitar pukul […]

  • Bambang Haryo Soekartono, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra (Kedua Kiri Baju Batik).

    Anggota DPR Bambang Haryo Minta BMKG Tingkatkan Akurasi Analisis Cuaca

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, meminta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meningkatkan akurasi dalam analisis dampak bencana alam dan ramalan cuaca, khususnya terkait erupsi Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kritik ini muncul setelah BMKG menyatakan bahwa abu vulkanik dari erupsi Lewotobi berpotensi mencapai […]

  • Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dalam RDP dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta kemarin Kamis (27/2/2025).

    Deddy Sitorus: 60% Pilkada Bermasalah, KPU Harus Bertanggung Jawab

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang dianggap penuh dengan permasalahan. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung Parlemen Senayan, Kamis (27/2/2025), ia menyoroti banyaknya pelanggaran dalam proses demokrasi di Indonesia. Deddy mengungkapkan bahwa hampir […]

  • Ketika Logika Formal Bertemu Sutra Hati

    Ketika Logika Formal Bertemu Sutra Hati

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Agustian Hutriady Jakarta – Saya pernah membaca kalimat “kosong adalah isi, isi adalah kosong” dan langsung mengernyitkan dahi. Bukan karena terkesan, tapi karena terganggu. Dalam logika formal, kalimat itu terasa seperti kesalahan mendasar: kosong adalah kosong itu sendiri, isi adalah isi itu sendiri. Menyamakan dua hal yang justru didefinisikan sebagai lawan satu sama lain […]

expand_less