Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Iran Belajar dari Perang, Diplomasi Kini Lebih Waspada dan Selektif

Iran Belajar dari Perang, Diplomasi Kini Lebih Waspada dan Selektif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat, setelah pengalaman pahit yang dialami selama proses diplomasi terakhir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan televisi pemerintah menolak mentah-mentah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pembicaraan soal kesepakatan nuklir akan segera digelar.

“Saya ingin tegaskan bahwa tidak ada kesepakatan, pengaturan, maupun percakapan untuk memulai kembali negosiasi,” kata Araghchi, Kamis (26/6), dikutip dari AFP.

Pernyataan ini menandai perubahan sikap Teheran yang kini lebih hati-hati dalam membuka ruang diplomatik, menyusul perang 12 hari dengan Israel yang justru terjadi saat Iran sedang berdialog dengan AS.

Dalam pernyataannya, Araghchi mengungkapkan bahwa Iran merasa dijebak dalam proses diplomasi. Ia menuding bahwa AS memanfaatkan negosiasi untuk memaksa Iran menyerahkan hak-haknya, sembari memberi ruang bagi Israel untuk memulai perang.

“Mereka coba memikat kami lewat diplomasi, lalu saat kami membuka diri, mereka justru memulai perang dan membiarkan Israel menyerang kami,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Serangan Israel ke Iran yang terjadi pada 13 Juni – bertepatan dengan momen negosiasi – memperkuat kecurigaan bahwa proses diplomasi justru digunakan untuk melumpuhkan kesiagaan Iran.

Tiga situs nuklir utama Iran (Fordow, Natanz, dan Isfahan) menjadi target serangan udara AS-Israel. Pemerintahan Trump mengklaim situs-situs tersebut telah dihancurkan secara total.

Iran pun membalas dengan meluncurkan rudal ke kota-kota Israel dan pangkalan militer AS di Qatar, memicu eskalasi besar dalam waktu singkat.

Meskipun kecewa dan merasa dikhianati, Araghchi menegaskan bahwa Iran belum menutup pintu diplomasi sepenuhnya. Namun, langkah selanjutnya akan diambil dengan penuh kehati-hatian dan evaluasi mendalam.

“Diplomasi terus berjalan. Saya tetap menjalin komunikasi dengan beberapa menteri luar negeri,” kata Araghchi.

Pengalaman terbaru ini menjadi momen refleksi penting bagi Iran. Teheran, yang selama ini membuka ruang kompromi dalam berbagai isu internasional, kini tampak menjaga jarak dengan proses yang berpotensi digunakan untuk manipulasi strategis oleh lawan.

Langkah ini mengirimkan sinyal kuat bahwa diplomasi tanpa kepercayaan dan jaminan keamanan hanya akan membuka ruang bagi agresi terselubung (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat.

    Bukan Jokowi! Ini Sosok Asli Pemilik Kapal JKW

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali terseret dalam isu tambang nikel di Raja Ampat, kali ini lewat video viral kapal bertuliskan JKW Mahakam dan Dewi Iriana. Publik ramai berspekulasi, mengaitkan dua nama kapal itu dengan Jokowi dan istrinya, Iriana. Namun fakta di lapangan justru membantah seluruh tudingan tersebut. Penelusuran resmi dari […]

  • Konferensi pers DPP PDI Perjuangan mengenai penetapan tersangka Hasto Kristiyanto oleh lembaga ani rasuah, KPK.

    Rumah Hasto Digeledah, PDIP Pertanyakan Motif KPK

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional DPP PDI Perjuangan, Ronny Talapessy, menyayangkan penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa (7/1/2025). Ronny menilai langkah penyidik tersebut terkesan seperti drama yang tidak seharusnya terjadi. “Terkait penggeledahan, memang itu kewenangan penyidik. Tapi apa yang dilakukan KPK […]

  • Kekerasan Aparat Kepolisian

    Tragedi Ojol Tewas, Brutalitas Polisi Tunjukkan Krisis Demokrasi Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Tragedi penabrakan seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025), meninggalkan luka mendalam sekaligus mempertegas wajah kelam demokrasi Indonesia. Insiden ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan puncak dari pola kekerasan aparat yang terus berulang dalam merespons kritik publik. Data yang dihimpun koalisi masyarakat sipil menunjukkan, sepanjang […]

  • KPA Papua Tengah Soroti Maraknya Prostitusi Online dan Peredaran Miras di Nabire

    KPA Papua Tengah Soroti Maraknya Prostitusi Online dan Peredaran Miras di Nabire

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Nabire- Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengingatkan adanya kondisi yang dinilainya mengkhawatirkan di Kabupaten Nabire. Ia menyoroti tingginya angka kasus HIV yang disebut telah mencapai sekitar 10 ribu kasus, serta maraknya praktik prostitusi online dan peredaran minuman keras (miras) yang dinilai semakin sulit dikendalikan. Menurut Freny, situasi tersebut membutuhkan perhatian […]

  • Novita Wijayanti

    Novita Wijayanti Dorong Kebangkitan Perempuan Gerindra Lewat PIRA 2025–2030

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Politikus Partai Gerindra, Novita Wijayanti, resmi memimpin Perempuan Indonesia Raya (PIRA) untuk periode 2025–2030, menggantikan Sumarjati Arjoso. Penetapan tersebut disahkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) PIRA yang digelar di Jakarta, Kamis (9/10/2025) malam. Dalam pidato perdananya, Novita menegaskan bahwa kepemimpinannya akan menjadi babak baru bagi kebangkitan perempuan Gerindra dalam politik dan pengabdian sosial. […]

  • Presiden memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemenlu pada Senin (2/6/2025). Sumber foto : Sekretariat Presiden.

    Prabowo Ancam Pecat Pejabat Korup, Bongkar Permainan Asing!

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tegas saat memperingati Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6). Dalam pidato bernada keras dan penuh peringatan, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau mantra kosong. Ia menuntut agar nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama oleh para pejabat publik. “Semua penyelewengan, semua kebocoran […]

expand_less