Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sahroni Sebut Aduan KDRT ke Damkar Ungkap Krisis Kepercayaan Publik

Sahroni Sebut Aduan KDRT ke Damkar Ungkap Krisis Kepercayaan Publik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Peristiwa unik sekaligus memprihatinkan terjadi di Kota Bekasi: seorang ibu rumah tangga lebih memilih melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya ke petugas pemadam kebakaran (damkar), alih-alih ke kantor polisi. Alasannya? Laporan ke kepolisian tak kunjung digubris.

Kisah ini viral dan langsung memantik reaksi dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai, peristiwa ini bukan semata tentang KDRT, tetapi gejala lebih besar: krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Ini menjadi alarm keras. Masyarakat yang kehilangan kepercayaan kepada aparat penegak hukum akan mencari institusi alternatif yang dirasa lebih cepat dan peduli. Damkar, dalam hal ini, hadir sebagai simbol responsif, bukan semata penanganan api, tapi juga kemanusiaan,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulis, Kamis (26/6/2025).

Sahroni mengingatkan, Kapolri sudah sangat tegas dalam memberikan instruksi: setiap laporan harus ditindaklanjuti, apalagi jika menyangkut keselamatan dan kekerasan domestik. Namun, kasus di Bekasi justru menunjukkan sebaliknya.

“Kalau polisi gagal merespons laporan masyarakat—apalagi kasus KDRT—yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa korban, tapi juga kredibilitas Polri,” tegasnya.

Anehnya, justru Damkar yang selama ini dikenal sebagai unit penyelamat bencana kebakaran, kini menjadi pelarian warga untuk meminta pertolongan. Sahroni menilai, ini menjadi pelajaran penting bagi aparat lainnya.

“Damkar hadir dengan cepat, empatik, dan tidak birokratis. Itu yang diinginkan masyarakat. Respons seperti inilah yang harus dicontoh oleh Polri,” kata politisi Partai NasDem ini.

Ia juga menyarankan agar institusi kepolisian membuka ruang refleksi dan reformasi layanan publik. “Daripada menilai kasus ini sebagai aib, lebih baik dijadikan titik balik untuk memperbaiki budaya kerja dan empati di tubuh kepolisian.”

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menunjukkan bahwa reformasi layanan publik—khususnya sektor keamanan dan keadilan—belum menyentuh akar permasalahan. Masih banyak warga yang merasa bahwa melapor ke polisi adalah jalan panjang, penuh birokrasi, dan tanpa hasil.

Ahmad Sahroni mendorong Polri untuk membangun ulang komunikasi berbasis empati dan membentuk unit-unit respons cepat yang menyatu dengan komunitas akar rumput.

“Masyarakat tidak menuntut muluk-muluk. Mereka hanya ingin didengar dan dilindungi. Ketika itu tidak datang dari institusi yang seharusnya, maka yang terjadi adalah pencarian rasa aman di tempat yang tidak biasa,” tutup Sahroni (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • emas antam

    Pembelian Emas Batangan Kena PPh, Ini Cara Agar Dapat Diskon Pajak

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, setiap pembelian emas batangan akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9%. Namun, ada cara bagi pembeli untuk mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45%, dengan menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat melakukan transaksi. Aturan ini berlaku bagi seluruh transaksi […]

  • Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana

    Dewi Yustisiana Desak Evaluasi Menyeluruh Operasional Geotermal Gunung Salak

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, meminta pemerintah dan PT Star Energy Geothermal Salak Ltd (SEGS) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak operasional proyek panas bumi di Gunung Salak. Ia menilai sejumlah kondisi lapangan tidak mencerminkan klaim perusahaan yang telah mengantongi predikat PROPER emas. Dewi mengungkapkan bahwa dokumen lingkungan […]

  • Ratusan Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jaksel, Ada Narkoba Juga

    Ratusan Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jaksel, Ada Narkoba Juga

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebanyak 995 pucuk senjata api, amunisi, narkoba, hingga keping VCD bermuatan pornografi ditemukan di sebuah ruangan tertutup pada sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kuasa hukum yayasan sekolah swasta tersebut, Hermawanto, mengatakan temuan itu diketahui dalam dua tahap. Pada Jumat (10/7), pihaknya menemukan 995 pucuk senjata api beserta amunisi […]

  • Fraksi Partai Golkar DPR RI, M.Sarmuji.

    Prabowo-Mega Akrab, Golkar Harap SBY-Jokowi Menyusul!

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Momen keakraban antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila menuai banyak respons positif. Salah satunya datang dari Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, yang menyebut momen tersebut bukan hanya simbolik, tapi juga punya nilai penting bagi rekonsiliasi elite bangsa. “Bagus dong. Selain ini adalah […]

  • Neng Eem

    Neng Eem Soroti Penolakan Rumah Sakit yang Tewaskan Ibu di Jayapura

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Ia menilai peristiwa tragis tersebut mencerminkan masih buruknya kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, terutama di kawasan […]

  • Taruna Ikrar (Kepala BPOM) saat kuliah pakar bertema Riset Inovasi Menuju World Class University di hadapan dosen, guru besar, dan mahasiswa Unhas, Senin (24/12).

    Taruna Ikrar Dorong Riset Inovasi di Universitas Hasanuddin

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MAKASSAR, CUPLIKAN.CO.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi riset dan inovasi civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas). Hal ini disampaikan dalam kuliah pakar bertema Riset Inovasi Menuju World Class University di hadapan dosen, guru besar, dan mahasiswa Unhas, Senin (24/12). “BPOM melalui program Pangan Aman […]

expand_less