Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sengketa Pulau Aceh–Sumut Mengemuka, Presiden Ambil Alih

Sengketa Pulau Aceh–Sumut Mengemuka, Presiden Ambil Alih

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Polemik lama terkait batas wilayah antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara kembali mencuat setelah empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil secara administratif dinyatakan beralih menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah turun tangan langsung untuk menyelesaikan kisruh berkepanjangan ini.

“Presiden mengambil alih persoalan batas pulau yang menjadi dinamika antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Utara,” ujar Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/6/2025).

Empat pulau yang dipersoalkan—Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang—berlokasi di kawasan perairan yang berbatasan langsung antara Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumut) dan Kabupaten Aceh Singkil (Aceh). Sengketa terkait status keempat pulau itu telah berlangsung sejak tahun 2008, dan menjadi isu yang sensitif secara politik, geografis, dan identitas kultural masyarakat lokal.

Menurut laporan, keputusan administrasi yang menetapkan pulau-pulau tersebut masuk ke wilayah Sumatera Utara memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat Aceh yang menilai langkah itu sebagai bentuk “kehilangan wilayah” tanpa partisipasi dan persetujuan publik.

Keputusan Presiden Ditunggu dalam Sepekan

DPR RI, melalui komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo, mengonfirmasi bahwa langkah penyelesaian akan segera diambil dalam waktu dekat. Presiden disebut tengah mengkaji seluruh aspek hukum, administratif, dan sosiopolitik dalam kasus ini.

“Dalam pekan depan akan diambil keputusan oleh Presiden tentang hal itu,” ujar Dasco, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra.

Polemik ini membuka kembali wacana tentang pentingnya penataan ulang batas wilayah antarprovinsi secara transparan, akurat, dan partisipatif. Sengketa serupa di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan pentingnya tata batas yang tidak hanya berbasis peta administratif, tetapi juga memperhitungkan realitas sosial dan sejarah masyarakat setempat.

Keputusan akhir Presiden Prabowo Subianto dalam kasus ini akan menjadi preseden penting dalam tata kelola kewilayahan nasional, serta menguji komitmen pemerintah terhadap prinsip keadilan regional dan otonomi daerah (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (tengah)

    Bahlil Panggil Pertamina Bahas Ancaman Penutupan Selat Hormuz

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan memanggil manajemen PT Pertamina (Persero) guna membahas langkah antisipatif terhadap ancaman penutupan Selat Hormuz yang dapat mengganggu jalur distribusi impor minyak mentah Indonesia. Dalam pernyataannya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/6/2025), Bahlil menyebut rapat bersama Pertamina akan difokuskan pada taktik menghadapi […]

  • Ketua Umum DPP Partai Gokar, Bahlil Lahadalia, saat menjadi keynote speech pada diskusi bertajuk "Arah Kebijakan Geostrategi dan Geopolitik Indonesia", yang digelar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

    Kursi Golkar Tak Naik di 2029, Bahlil Siap Mundur!

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan secara tegas kesiapannya untuk mundur dari jabatan jika partainya gagal menaikkan jumlah kursi pada Pemilu 2029. Hal ini disampaikannya dalam acara konsolidasi partai di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (20/5). Menurut Bahlil, keberhasilan kepengurusan partai akan dilihat dari hasil konkret, terutama dalam pencapaian kursi legislatif. […]

  • Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono, saat foto bersama dengan pegiat kesenian Reog Ponorogo.

    Soroti Reog Ponorogo, Riyono : Warisan Dunia yang Penuh Makna

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MAGETAN, CUPLIKAN.CO.ID – Akhir tahun 2024 menjadi momen istimewa bagi seni tradisional Indonesia, khususnya Reog Ponorogo. Riyono Caping, anggota DPR RI dari Komisi IV Dapil Ponorogo, menggelar pagelaran seni Reog di Joglo Kantor Komunikasi dan Informasi Semar, Desa Jambangan, Kawedanan, Magetan. Acara tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda […]

  • kamala harris dan donald trump akan berhadapan dalam pilpres as pada november mendatang 169

    Trump dan Harris akan Berhadapan dalam Debat Persaingan Pilpres Amerika 2024.

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    AMERIKA, CUPLIKAN.CO.ID – Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, dan Wakil Presiden Demokrat, Kamala Harris, akan bertemu dalam debat pertama pemilihan Presiden Amerika Serikat pada hari Selasa ini. Inilah pertemuan yang bisa menjadi momen penting dalam pertarungan mereka untuk merebut kursi kepresidenan. Debat yang diselenggarakan oleh ABC News pada pukul 9 malam ET […]

  • Aksi menolak pembredelan Tempo

    Pimred Tempo Kritik Gugatan Amran Sulaiman Ancam Kebebasan Pers

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa gugatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terhadap Tempo dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan kebebasan pers di Indonesia. Dalam pernyataannya, Senin (3/11/2025), Setri mengingatkan bahwa langkah membawa sengketa pemberitaan ke ranah pengadilan merupakan kemunduran dalam tata kelola pers di negara demokrasi. Setri menyebut, Undang-Undang Pers […]

  • Kwik Kian Gie

    In Memoriam: Kwik Kian Gie (1935-2025) dan Sunyi yang Melawan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Oleh Dikdik Sadikin “In a time of universal deceit, telling the truth is a revolutionary act.” – George Orwell ORWELL barangkali akan tersenyum mengenang seseorang yang bahkan di hari-hari menjelang ajalnya, masih setia mengucapkan kebenaran yang tak enak didengar. Kwik Kian Gie, seorang ekonom, teknokrat, dan pemberontak yang sopan, mengembuskan napas terakhirnya pada 28 Juli […]

expand_less