Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Menteri Bahlil Hentikan Tambang Nikel Raja Ampat, Ada Apa?

Menteri Bahlil Hentikan Tambang Nikel Raja Ampat, Ada Apa?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Keputusan mengejutkan datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ia secara resmi menghentikan sementara operasi tambang PT GAG Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas berbagai pengaduan masyarakat yang kian deras mengalir ke pemerintah. Tak ingin gegabah, Bahlil langsung menurunkan tim inspeksi dari Kementerian ESDM untuk mengecek langsung ke lokasi.

“Untuk memahami kondisi sebenarnya, kita harus cross check ke lapangan secara obyektif,” tegas Bahlil, Kamis (5/6),  sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia menegaskan, penghentian sementara ini bukan tanpa dasar. Kementerian ESDM memiliki kewenangan penuh dalam melakukan pengawasan agar seluruh kegiatan tambang mengikuti kaidah pertambangan yang baik (good mining practice).

Menariknya, Bahlil juga menyatakan bahwa izin usaha pertambangan PT GAG Nikel terbit jauh sebelum ia duduk di kursi menteri. Saat itu, ia bahkan masih menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI dan belum masuk dalam kabinet pemerintahan.

“Izin pertambangan itu keluar sebelum saya jadi menteri. Karena itu, kita perlu turun langsung untuk menilai secara objektif, bukan hanya dari pemberitaan,” ungkapnya.

Keputusan ini menjadi babak baru dalam polemik tambang di Raja Ampat, sebuah wilayah yang lebih dikenal sebagai surga pariwisata dunia ketimbang lokasi pertambangan.

Kini publik menanti: Apakah penghentian ini akan bersifat permanen, atau hanya jeda sementara untuk evaluasi? Jawabannya masih dinanti dari hasil inspeksi di lapangan (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zezen Zaenal Mutaqin (Voicer)

    Manifesto Mazhab Ciputat

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekitar empat bulan lalu saya mengajak kawan-kawan berkumpul di rumah saya di Pamulang pada sore hari sambil menikmati rebusan dan kopi pahit. Lumayan banyak yang datang mesti tidak semua kawan yang saya undang bisa hadir. Kami berdiskusi santai tentang satu hal: bagaimana merawat, meneruskan dan membangun kembali tradisi intelektual di Ciputat. Dasarnya […]

  • Pemerintah Beri Kelonggaran DHE untuk Sektor Migas, Maksimal Hanya 30 Persen

    Pemerintah Beri Kelonggaran DHE untuk Sektor Migas, Maksimal Hanya 30 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Tangerang, editoria.co.id – Pemerintah memberikan kelonggaran terhadap kebijakan retensi Dana Hasil Ekspor (DHE) bagi sektor minyak dan gas bumi (migas). Berbeda dengan sektor nonmigas yang diwajibkan menempatkan 100 persen DHE di dalam negeri, perusahaan migas hanya diwajibkan menyetor maksimal 30 persen. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri […]

  • Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro (tengah).

    Pelaku Usaha Keluhkan Regulasi Ekspor Sawit, DPR Responsif

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PALEMBANG, CUPLIKAN.CO.ID – Sejumlah pelaku usaha eksportir di Sumatera Selatan menyuarakan kegelisahan mereka terkait regulasi yang dianggap menghambat kelancaran ekspor produk turunan sawit. Keluhan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan dengan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI pada 16–18 Mei 2025 di Palembang. Permasalahan utama yang dihadapi eksportir antara lain menyangkut klasifikasi produk yang berubah […]

  • Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy.

    Gus Rivqy Desak Pemerintah Berantas Mafia Tanah Pascabencana

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk mencegah praktik penyerobotan tanah warga yang terdampak banjir bandang di Sumatera. Ia menilai peringatan terkait potensi mafia tanah tidak boleh berhenti pada sekadar pernyataan tanpa tindakan nyata. “Kalau memang ada potensi itu, saya minta pemerintah […]

  • Mantan Ketua Umum GMKI, Jefri Gultom saat log in ke Partai Golkar bersama barisan aktivis Cipayung lainnya.

    Dari GMKI ke Golkar, Jefri Gultom: Politik sebagai Jalan Melayani Sesama

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di ufuk paling timur Republik ini, di sebuah kampung bernama Erambu, Distrik Sota, Merauke, tempat di mana pagi pertama menyentuh tanah Indonesia, lahir seorang pemuda yang kelak menapaki jalan sunyi pergerakan. Jefri Edi Irawan Gultom. Putra Papua Selatan ini menjahit takdirnya dengan benang perjuangan, sejak ia mengenakan seragam mahasiswa hingga kini setelah […]

  • KPA Papua Tengah Soroti Maraknya Prostitusi Online dan Peredaran Miras di Nabire

    KPA Papua Tengah Soroti Maraknya Prostitusi Online dan Peredaran Miras di Nabire

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Nabire- Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengingatkan adanya kondisi yang dinilainya mengkhawatirkan di Kabupaten Nabire. Ia menyoroti tingginya angka kasus HIV yang disebut telah mencapai sekitar 10 ribu kasus, serta maraknya praktik prostitusi online dan peredaran minuman keras (miras) yang dinilai semakin sulit dikendalikan. Menurut Freny, situasi tersebut membutuhkan perhatian […]

expand_less