Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Krisis Independensi Intelektual

Krisis Independensi Intelektual

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Zezen Zainal Muttaqien*

Pada 2022 saya berkunjung ke kampus tertua di dunia. Kampus itu berada di kota Fez, Maroko. Nama kampunya: Universitas Al-Qarawiyin. Kampus itu berada di tenga-tengah grand bazar kota Fez. Kampus yang berdiri pada 859 M itu masih berdiri kokoh dan terjaga. Sebagian proses pembelajaran masih dipertahankan dengan model halaqah: guru duduk di sebuah kursi yang lebih tinggi dikelilingi para muridnya yang duduk bersila. Kelas itu berada di komple mesjid Al-Qarawiyin.

Selama di kampus itu saya berkesempatan melihat sudut kelas Ibnu Khaldun. Tokoh seperti Maimonides atau Musa Ibn Maymun, pemikir Yahudi, dan Paus Sylvester 2 pernah kuliah di sana. Pemikir Muslim lain, Ibnu Rusyd dan Al-Idrisi (tokoh yang sangat berjasa bagi ilmu peta dan navigasi dunia) juga pernah duduk bersila di lantai yang juga akhirnya saya duduki selama kunjungan itu. Singkat kata, Al-Qarawiyin adalah tempat kuliah nomor wahid pada masanya.

Menariknya kampus itu didirikan bukan oleh raja, sultan atau penguasa. Tapi oleh pengusaha perempuan bernama Fatimah Al-Fihri (d.880). Dia mewakafkan tanah bangunan dan uangnya untuk keberlangsungan kampus itu.

Pada masanya, praktik itu adalah praktik wajar. Waqaf adalah sistem pendanaan yang membuat lembaga-lembaga pendidikan di dunia Islam maju. Maju karena tidak tergantung pada tangan kekuasaan. Maju karena objektif dan tidak diganggu oleh kepentingan kekuasaan.

Karena mandiri, ilmu sepenuhnya diukur oleh ilmu. Murid hanya dinyatakan lulus dan mendapatkan ijazah jika dinyatakan lulus oleh gurunya. Tak perlu legitimasi penguasa.

Bulan lalu saya baru kembali dari Inggirs. Saya tinggal di kota Edinburgh untuk mengajar sebagai dosen tamu di Universitas Edinburgh. Selama di Inggris saya juga mengisi satu ceramah umum di SOAS, Universitas London. Di sela-sela kunjungan ke London saya menyempatkan berkunjung ke salah satu kampus tertua di dunia barat: Oxford dan Cambdridge.

Ketika berkunjung itu, saya sibuk mencari di mana letak salah satu college paling tua: Merton College. Ketika menemukannya saya sangat antusias dan sedikit emosional. Kawan mahasiswa yang mengantar saya bingung kenapa Merton College begitu spesial untuk saya.

Jika anda belajar hukum Islam, studi trust fund atau waqf, atau belajar sejarah institutsi perguruan tinggi, Merton College adalah kasus yang unik. Saya pertama membaca informasi ini dari tulisan George dan John Makdisi. Juga dari Monica Gaudiosi. Keduanya, kurang lebih, mengatakan: Merton College, dengan sistem trust fund, mengadopsi model-model kampus di dunia Muslim seperti Al-Qarawiyin dan Zaytuna, juga Al-Azhar. Merton College Oxford berdiri tahun 1264. Ada gap lebih dari 400 tahun dari pendirian Al-Qarawiyin, Zaytuna dan Al-Azhar.

Model Oxford ini kemudian dikirim ke Amerika dan negara jajahan Inggris lain. Harvard dan kampus-kampus di Amerika mereplikasi model ini. Selanjutnya kita tahu bagaimana pengetahuan dan peradaban tumbuh.

Kenapa saya bercerita hal itu? Ada dua point yang menjadi pelajaran penting. Pertama, kampus-kampus Islam seperti Al-Qarawiyin, Zaytuna maupun Al-Azhar, juga Oxford dan Cambridge kemudian, besar dan maju karena hidup dari dana waqf. Waqf ini membuat kampus menjadi otonom, merdeka. Sampai sekarang, yang membut kampus sepeti Harvard berani melawan kegilaan Trump adalah karena kekuatan trust fund/uang waqf mereka. Mereka berani secara kritis berhadapan dengan kekuasaan karena independen.

Kedua, dalam tradisi pendidikan Islam, ijazah hanya diberikan oleh gurunya. Buat yang pernah kuliah doktoral di Amerika, praktik ini pasti tidak asing. Mahasiswa doktoral secara personal belajar pada pembimbingnya. Ketika pembimbing menilai muridnya sudah matang dan jadi, dia akan memberi ijazah kelulusan.

Lebih jauh bahkan gelar profesor pun diberikan oleh ‘senior’ profesor secara kolegial, bukan oleh penguasa politik. Ilmu diukur oleh ilmu.

Independensi dan otonomi kampus adalah prinsip pendidikan yang awalnya dikembangkan dalam Islam, kemudian diadopsi oleh banyak kampus lain di dunia. Jika berkaca pada sejarah itu, kampus Islam Negeri seperti sebuah penyimpangan. Kampus Islam tumbuh secara independen dari kekuasaan karena kekuatan waqf. Tapi sayang hal itu hancur seiring dengan munculnya negara bangsa dan nasionalisasi aset-aset awqaf–terutama terlihat dalam kasus Al-Azhar.

Kenapa perguruan tinggi harus independen? Sederhana saja: logika politik dan kekuasaan adalah logika mencari dan mengakumulasi kuasa dan kepentingan (politic is power seeker). Sementara perguruan tinggi harus bertumpu prinsip pencarian kebenaran (truth seeker). Kebenaran dan kekuasaan sering bertabrakan. Jika tak ada jarak di antara keduanya, sangat mungkin perguruan tinggi dikontrol dan dikooptasi!

Independensi bukan juga artinya memusuhi. Independensi artinya tidak boleh berdiri terlalu dekat karena cenderung akan dikooptasi, juga tidak boleh terlalu jauh karena akan dipinggirkan, dimarginalisasi.

Jika anda belajar sejarah bertahannya madzhab-madzhab hukum, anda juga akan sadar kenapa hanya empat madzhab yang bertahan. Empat madzhab itu yang relatif bisa menjaga keseimbangan antara avoiding marginalization and cooptation.

Krisis ini yang secara mendalam terjadi di Indonesia. Politik, yang selalu berdasar pada prinsip akumulasi kekuasaan, kontrol dan kuasa, mengatur terlalu jauh universitas yang harusnya hidup atas dasar prinsip pencarian kebenaran. Dan jika itu terus terjadi, jangan pernah bermimpi kita bisa menciptakan peradaban unggul.

Negara, jikapun ingin memberikan andil, harusnya tahu diri: uang yang diberikannya harus diniatkan sebagai uang waqf saja. Kampus harus sepenuhnya otonom. Uang sumbangan negara bukanlah alat bargaining: karena saya kasih uang, saya bisa atur. Jika itu terus terjadi, jika pengetahun berada di bawah ketiak politik, susah rasanya kita bisa maju.

*Penulis adalah alumni UCLA School of Law

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa

    Adde Rosi Dorong Menpora Benahi Kisruh KNPI yang Terbelah

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Arik Trohir untuk segera menata ulang organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang hingga kini masih terbelah dalam banyak kubu. Dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora di Senayan, Senin (29/9/2025), Adde menyoroti […]

  • Lazisnu Bondowoso menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

    Lazisnu Bondowoso Salurkan Bantuan dan Perkuat Kepedulian Sosial

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Lazisnu PCNU Bondowoso terus berupaya membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Salah satu inisiatif unggulannya adalah program “Kambing Bergulir”, yang memberikan ternak kepada warga kurang mampu untuk menciptakan kemandirian ekonomi. Ketua Lazisnu PCNU Bondowoso, Andiono Putra, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya terus berlanjut. “Lima penerima manfaat di […]

  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

    Sri Mulyani Curhat Kehilangan Rasa Aman Usai Rumah Dijarah

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kegelisahan mendalam usai rumah pribadinya di Bintaro menjadi target penjarahan pada Minggu dini hari, akhir Agustus 2025. Melalui unggahan di Instagram, ia menekankan bahwa yang hilang bukan hanya harta benda, melainkan juga rasa aman dan kepastian hukum di Indonesia. Dalam unggahan berjudul “Lukisan Bunga Itu 💔”, […]

  • Insiden Penembakan Dekat Gedung Putih Picu Pengamanan Ketat dan Lockdown

    Insiden Penembakan Dekat Gedung Putih Picu Pengamanan Ketat dan Lockdown

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Washington, editoria.co.id – Aparat keamanan Amerika Serikat meningkatkan status pengamanan di sekitar Gedung Putih setelah terjadi insiden penembakan di area dekat kompleks kepresidenan pada Sabtu (23/5) waktu setempat. Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pria dilaporkan mencoba mendekati pos pemeriksaan keamanan di kawasan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest. Menurut laporan media setempat, pria itu kemudian […]

  • Aparat Kepolisian dalam suatu kegiatan pengamanan demonstrasi

    Institut Peradaban Dorong Polisi untuk Lebih Beradab

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Polisi sebagai bagian dari sistem penegakan hukum di Indonesia perlu terbuka untuk dikoreksi agar dapat menjadi lebih beradab. Hal ini disampaikan dalam Dialog Peradaban bertema “Polisi dan Peradaban” yang digelar oleh Institut Peradaban, sebuah lembaga kajian isu-isu strategis yang didirikan oleh Prof. Jimly Ashiddiqy dan Prof. Salim Said. Dialog ini menghadirkan IrjenPol […]

  • Komisi III: Delapan Dekade Pengabdian Polri Warnai Sejarah Bangsa

    Komisi III: Delapan Dekade Pengabdian Polri Warnai Sejarah Bangsa

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menegakkan hukum di Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026. Menurut Habiburokhman, perjalanan Polri selama delapan dekade menjadi bagian […]

expand_less