Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » Jelang Pilkada Jateng, BEM Solo Raya Serukan Politik Damai

Jelang Pilkada Jateng, BEM Solo Raya Serukan Politik Damai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SURAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kontestasi politik jelang Pilkada Serentak 2024 sangat mungkin berdampak pada menguatnya polarisasi di masyarakat. Kompetisi elektoral, terutama pada Pilkada Serentak 2024 di Jawa Tengah, potensial melahirkan konflik horizontal yang berdampak pada kerekatan persatuan bangsa. Karena itu, upaya penguatan pendidikan dan literasi politik mendesak dilakukan.

Hal tersebut diuraikan Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya bidang Pendidikan dan Politik, Anwar Mustaqim waktu menyampaikan opening speech pada kegiatan Seminar Politik 2024 bertajuk ‘Optimalisasi Literasi Politik Mahasiswa Menyongsong Pilkada Jawa Tengah 2024 Damai dan Berintegritas’, pada Sabtu (16/11) siang.

Kegiatan yang digelar di Gedung Mini Theater P2B bekerjasama dengan DEMA UIN Raden Mas Said Surakarta ini dikemas dalam format dialog interaktif. Hadir pada giat tersebut narasumber antara lain Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Murwedhy Tanomo, Akademisi sekaligus pengajar di UIN Surakarta, Raha Bistara, Koordinator BEM Solo Raya bidang Kajian, Pendidikan dan Politik, Anwar Mustaqim.

Dalam penjelasannya, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya bidang Kajian, Pendidikan dan Politik, Anwar Mustaqim mengatakan, di tengah ketegangan politik akibat kompetisi elektoral jelang Pilkada Jawa Tengah, semua elemen bangsa harus ikut terlibat, terutama dalam rangka merawat keutuhan dan kerukunan masyarakat.

“Indonesia dalam beberapa hari ke depan akan menggelar hajat besar pemilihan gubernur di 37 provinsi, bupati di 415 kabupaten, dan wali kota di 93 kota secara bersamaan. Tentu saja, eskalasi politik daerah hari ini makin memanas akibat kompetisi elektoral yang potensial memecah kerukunan publik, termasuk di Jawa Tengah,” kata Anwar.

“Meski populasi pemilih tak sebesar Jawa Barat dan Jawa Timur, tetapi atensi publik Indonesia hari ini banyak terkonsentrasi di Jawa Tengah. Magnet politik ini tentu tak lepas dari kompetisi elektoral Pilpres 2024 lalu. Dinamika ini tentu akan melahirkan polarisasi di masyarakat,” tambah dia.

Menurut Anwar, polarisasi yang mengiringi proses pemilihan tidak hanya menjadi problem politik saja, tetapi juga masalah mendasar bagi keutuhan nilai-nilai berbangsa. Bagi dia, polarisasi melampaui batas diskursus politik sehat, akan jadi ancaman serius bagi integritas dan harmonisasi warga negara.

“Karena itu, mahasiswa dan civitas akademika mesti memiliki kepekaan politik untuk terlibat dalam upaya menanggulangi praktik politik memecah-belah. Caranya, melalui penguatan pendidikan dan literasi politik mahasiswa, termasuk sosialisasi politik damai melalui jaringan dan kantong kolaborasi mahasiswa,” terang Anwar.

Disebutkan Anwar, edukasi politik melalui penguatan literasi harus menjadi peluang di tengah tantangan konflik horizontal yang sangat mungkin memecah belah kerukunan bangsa. Bukan tidak mungkin, polarisasi dukungan politik justru membuat masyarakat terpecah ke dalam kubangan disintegrasi, permusuhan, dan perpecahan.

“BEM Solo Raya sebagai organisasi kemitraan integral yang concern bergerak dalam rangka melakukan transformasi ilmu pengetahuan, menumbuhkan nuansa akademis, dan menjadi motor penggerak ghiroh aktivis kampus dan mahasiswa di Solo Raya punya tanggungjawab untuk mendahulukan kemanusiaan dan harmonisasi warga di atas praktis politik,” kata Anwar.

Bagi Anwar, masih tingginya angka pemilih emosional, utamanya kalangan well educated dan mahasiswa, dengan mengandalkan politik identitas dan ras, menjadi alasan BEM Solo Raya menggelar kajian demi menolak polarisasi politik dalam Pilkada Serentak 2024 di Jawa Tengah. “Tentu melalui penguatan literasi dan pendidikan politik yang didukung oleh instrumen akademik kampus,” tutupnya.

Kegiatan Seminar Politik diikuti oleh ratusan peserta dari dalam dan luar kampus UIN Surakarta. Setelah sesi dialog, kegiatan dilanjut dengan pembacaan deklarasi pemilu damai yang memuat empat poin komitmen. Deklarasi dipimpin oleh Koordinator BEM Solo Raya dan diikuti oleh semua peserta dan stakeholder kampus yang hadir (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nihayatul Wafiroh

    Ninik Desak Kemenkes Hentikan Penolakan Pasien Darurat Nasional

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh atau Ninik, menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih maraknya kasus penolakan pasien di berbagai rumah sakit, yang dalam beberapa kejadian tragis bahkan berujung kematian. Ia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan harus segera mengadakan pertemuan nasional bersama manajemen seluruh rumah sakit dan dinas kesehatan di Indonesia untuk […]

  • Pemira Ajak Pemuda Non-Partisan Bermigrasi ke Partai Politik, Konsolidasi Nasional Digelar 8 Oktober

    Pemira Ajak Pemuda Non-Partisan Bermigrasi ke Partai Politik, Konsolidasi Nasional Digelar 8 Oktober

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle YRI
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (Pemira) akan menggelar konsolidasi nasional yang melibatkan 88 entitas pemuda dari berbagai latar belakang profesi, agama, dan golongan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Koordinator Pemira Bintang Wahyu Saputra mengatakan, forum tersebut akan membahas draf manifesto pemuda menuju Indonesia 2045. […]

  • Tercerabutnya Ahlak Manusia Atas Lingkungan

    Tercerabutnya Ahlak Manusia Atas Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Oleh: Rozi, Dosen Universitas Bangka Belitung dan Mahasiswa S3 Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “Diajek bekisah, malah ngelawak. Ngelawak e ge  garing. Yuuulah sepradik, same-same kite jage Kelekak. Dak kawe kelak banyek aik sungai kering” Pangkal Pinang – Ada sesuatu yang perlahan-lahan hilang dari kehidupan kite orang Bangka. Bukan hanya hutan, tanah, dan air, […]

  • Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Karmila Sari

    Karmila Sari Soroti Pemeliharaan Venue PON dan Aset Olahraga

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Karmila Sari, menyoroti persoalan pemeliharaan dan pemanfaatan aset olahraga milik negara, termasuk venue Pekan Olahraga Nasional (PON) yang belum tertangani optimal. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin […]

  • Sekolah Rakyat Tak Hanya Dibahas, Tapi Dipotret Menjadi Kisah yang Menggerakkan

    Sekolah Rakyat Tak Hanya Dibahas, Tapi Dipotret Menjadi Kisah yang Menggerakkan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, Editoria.co.id – Pameran Foto dan Talkshow bertajuk “Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan” sukses diselenggarakan di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 25 Juli 2026 tersebut menjadi ruang edukasi publik untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Program Sekolah Rakyat melalui perpaduan diskusi publik […]

  • KPU

    KPU Putuskan 16 Dokumen Capres-Cawapres Jadi Informasi Tertutup

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan 16 dokumen syarat pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sebagai informasi yang dikecualikan atau tidak bisa diakses publik tanpa persetujuan pihak terkait. Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 yang berlaku hingga lima tahun ke depan. Ketua KPU, Mochammad […]

expand_less