Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pakar Ingatkan Dampak Pengembangan Bersama di Natuna Utara

Pakar Ingatkan Dampak Pengembangan Bersama di Natuna Utara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping baru saja mengeluarkan Joint Statement pada 9 November lalu, yang menyoroti peluang pengembangan bersama atau joint development di wilayah maritim yang diklaim tumpang tindih. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyampaikan kekhawatiran mendalam atas rencana tersebut, terutama terkait potensi dampaknya terhadap kedaulatan Indonesia.

Dalam pernyataan bersama tersebut, terdapat butir kesembilan yang menyatakan bahwa kedua negara akan “menciptakan lebih banyak titik cerah dalam kerja sama maritim” melalui pengembangan bersama di wilayah yang diakui sebagai klaim yang tumpang tindih. Menurut Hikmahanto, kalimat ini menimbulkan pertanyaan apakah yang dimaksudkan mencakup wilayah Natuna Utara, yang selama ini diklaim Indonesia sebagai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan berseberangan dengan klaim sepuluh garis putus oleh China.

“Jika yang dimaksud adalah wilayah Natuna Utara, maka ini adalah perubahan yang sangat mendasar dalam kebijakan Indonesia,” kata Hikmahanto lewat rilisnya yang diterima Radiant Voice pada Senin (11/11/2024). Sebelumnya, hingga akhir masa jabatan Presiden Jokowi, Indonesia secara konsisten menolak mengakui klaim sepihak China yang mencakup wilayah Natuna dalam peta sepuluh garis putus.

Hikmahanto menjelaskan bahwa sepuluh garis putus tersebut tidak memiliki dasar hukum dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang menjadi acuan internasional untuk batas maritim. Pada tahun 2016, Permanent Court of Arbitration (PCA) bahkan telah menolak klaim sepihak China, menyatakan bahwa klaim tersebut tidak sejalan dengan ketentuan UNCLOS.

Jika Indonesia kini memasuki joint development di wilayah tersebut, Hikmahanto khawatir hal ini dapat diartikan sebagai pengakuan atas klaim China. “Joint development hanya dapat dilakukan jika kedua negara mengakui adanya klaim maritim yang tumpang tindih,” ujarnya. Ini berarti, menurutnya, Indonesia berisiko mengubah sikapnya dalam isu kedaulatan di kawasan yang selama ini sangat dijaga.

Langkah ini juga dinilai bisa memicu reaksi dari negara-negara tetangga yang juga memiliki konflik maritim dengan China, seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Hikmahanto menegaskan, “Negara-negara ASEAN mungkin akan mempertanyakan perubahan sikap Indonesia dan bahkan bisa meningkatkan ketegangan di kawasan.” Solidaritas ASEAN dalam menghadapi klaim sepihak China pun bisa terganggu.

Bahkan, negara-negara besar yang mengutamakan kebebasan navigasi seperti Amerika Serikat dan Jepang bisa merasa kecewa dengan posisi baru Indonesia ini. Menurut Hikmahanto, hal ini akan memiliki dampak yang signifikan bagi geopolitik di kawasan, terutama mengingat posisi strategis Laut Natuna sebagai jalur perdagangan internasional.

Ia menambahkan, jika benar pengembangan bersama dilakukan di wilayah Natuna Utara, maka seharusnya Presiden Prabowo melakukan konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar mendapat masukan terkait kebijakan yang akan diambil. “Hal ini sangat penting untuk menghindari pelanggaran peraturan perundang-undangan Indonesia,” kata Hikmahanto.

Jika pengembangan bersama ini terlaksana tanpa konsultasi yang jelas, menurutnya, pemerintah Indonesia bisa dianggap mengabaikan sejumlah regulasi terkait kedaulatan wilayah dan ZEE. Bahkan, hal ini akan bertentangan dengan peta nasional yang selama ini diakui, di mana Natuna Utara adalah bagian dari wilayah Indonesia yang sah.

Selain itu, Hikmahanto memperingatkan bahwa dampak dari kesepakatan ini lebih menguntungkan bagi China daripada Indonesia. Menurutnya, China dapat memanfaatkan kerja sama ini sebagai bukti bahwa klaimnya telah diakui oleh Indonesia, sebuah langkah yang akan memperkuat posisi China dalam sengketa Laut China Selatan.

Langkah ini juga dapat memberikan persepsi internasional bahwa Indonesia telah mendukung China dalam perselisihan di Laut China Selatan. “Ini berlawanan dengan pidato pertama Presiden Prabowo yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan berada di belakang negara adidaya mana pun,” tutup Hikmahanto (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi III DPR RI dalam agenda pemilihan pimpinan KPK Periode 2024-2029 kemarin, Kamis (21/11/2024)

    Proses Pemilihan Pimpinan Baru KPK Tuai Kritik Tajam

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Proses seleksi pimpinan dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2024-2029 yang dilakukan oleh Komisi III DPR RI menuai kritik dari berbagai pihak. Koalisi Masyarakat Sipil menilai seleksi ini cacat sejak awal, terutama dalam menjaga integritas dan independensi lembaga antikorupsi tersebut. “Pemilihan ini seharusnya menghasilkan pimpinan dengan rekam jejak nyaris sempurna. […]

  • Pimpinan MPR RI Periode 2019-2024

    MPR Periode 2019-2024 Beri Rekomendasi Pokok Haluan Negara untuk 2024-2029

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menjelang berakhirnya masa jabatan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2024 mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis untuk periode MPR berikutnya. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan MPR Nomor III/MPR/2024 tentang Rekomendasi MPR Masa Jabatan 2019-2024. Salah satu rekomendasi utama adalah menyelesaikan pembahasan substansi dan bentuk hukum Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) paling lambat Agustus 2025. […]

  • Presiden Menjadi Inspektur Upacara Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 80 TNI. Sumber foto : Instagram @prabowo

    Prabowo Perintahkan TNI Evaluasi Organisasi dan Ikuti Teknologi Baru

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara untuk terus mengkaji organisasi di tubuh TNI. Ia menegaskan, organisasi yang dianggap usang harus diganti dengan struktur yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di […]

  • Mandatori E5 Dimulai 2026, Pemerintah Uji Jalan Baru Transisi Energi Nasional

    Mandatori E5 Dimulai 2026, Pemerintah Uji Jalan Baru Transisi Energi Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Pemerintah mulai mempercepat langkah diversifikasi energi melalui kebijakan mandatori bensin campuran bioetanol lima persen atau E5 yang akan diberlakukan secara terbatas mulai Juli 2026. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa transisi energi di Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada biodiesel, tetapi mulai merambah sektor bahan bakar berbasis etanol. Kementerian Energi dan Sumber Daya […]

  • DPR: Reforma Agraria Harus Selaras dengan Kepentingan Masyarakat Adat

    DPR: Reforma Agraria Harus Selaras dengan Kepentingan Masyarakat Adat

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle MA
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Martin Manurung mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria. Menurutnya, partisipasi masyarakat adat penting karena sejumlah ketentuan dalam reforma agraria berkaitan langsung dengan hak serta kepentingan mereka. Politisi Fraksi Partai NasDem itu menilai, pelibatan masyarakat adat juga diperlukan untuk memastikan substansi RUU […]

  • Presiden Jokowi

    Jokowi: Pergantian Kepala BIN Atas Permintaan Prabowo

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pengajuan pergantian Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan ke DPR RI dilakukan atas permintaan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Jokowi menyatakan hal ini hanyalah proses administrasi yang telah dibicarakan dengan Prabowo. “Oh itu administrasi saja,” ujar Jokowi saat kunjungan kerjanya di Sumatera Utara, Rabu (16/10). Prabowo, […]

expand_less