Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » ASPEK Indonesia Kecam Dugaan Penganiayaan PMI di Malaysia, Desak Audit Nasional Sistem Perlindungan Pekerja Migran

ASPEK Indonesia Kecam Dugaan Penganiayaan PMI di Malaysia, Desak Audit Nasional Sistem Perlindungan Pekerja Migran

  • account_circle DDY
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, editoria.co.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan penganiayaan yang dialami pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial YY di Malaysia.

Menurut ASPEK Indonesia, kasus tersebut tidak dapat dipandang sebagai insiden kriminal biasa yang berdiri sendiri, melainkan menjadi cerminan lemahnya sistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang hingga kini dinilai belum berjalan efektif, baik dalam aspek pencegahan, respons cepat, maupun pemulihan korban.

Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi, mengatakan setiap kasus kekerasan yang menimpa pekerja migran menunjukkan masih adanya kelemahan mendasar dalam sistem perlindungan yang disiapkan negara.

“Setiap kasus kekerasan terhadap pekerja migran menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem perlindungan negara. Negara tidak boleh terus hadir setelah korban jatuh. Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu mencegah, bukan sekadar merespons,” ujar Rusdi dalam keterangannya.

Rusdi menilai di balik kasus yang menimpa YY terdapat ribuan pekerja migran Indonesia lainnya yang masih berada dalam situasi rentan sejak proses perekrutan, penempatan, hingga saat bekerja di negara tujuan.

Tujuh Catatan Kritis

Dalam pernyataannya, ASPEK Indonesia menyampaikan tujuh catatan kritis yang dinilai perlu segera menjadi perhatian pemerintah.

Pertama, pemerintah diminta mengakui adanya kegagalan sistem perlindungan dan tidak hanya melihat kasus sebagai tindakan kriminal individual. Evaluasi menyeluruh diperlukan terhadap seluruh rantai perlindungan PMI, mulai dari proses penempatan hingga pengawasan di negara tujuan.

Kedua, ASPEK Indonesia mendesak dilakukannya audit nasional terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan mandat perlindungan yang diemban Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan instansi terkait berjalan secara efektif.

Ketiga, negara diminta menjamin perlindungan bagi seluruh pekerja migran tanpa membedakan status prosedural maupun nonprosedural. Menurut ASPEK, status nonprosedural tidak boleh menghilangkan hak korban untuk memperoleh perlindungan, bantuan hukum, dan pemulihan.

Keempat, pemerintah didorong memperkuat diplomasi ketenagakerjaan antara Indonesia dan Malaysia. Kementerian Luar Negeri bersama KP2MI dinilai perlu membangun mekanisme bilateral yang lebih responsif, terukur, dan mengikat dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap PMI.

Kelima, ASPEK menilai pemerintah perlu mengubah paradigma kebijakan pekerja migran dari yang berorientasi pada remitansi menjadi berorientasi pada perlindungan. Keberhasilan kebijakan, menurut mereka, tidak semata diukur dari besarnya devisa yang dihasilkan, melainkan dari keselamatan dan martabat pekerja migran.

Keenam, perlindungan PMI dinilai tidak dapat hanya bergantung pada negara. ASPEK mendorong penguatan serikat pekerja migran Indonesia serta kerja sama lintas negara dengan serikat pekerja di Malaysia guna memperkuat pendampingan korban dan advokasi hukum.

Ketujuh, pemerintah diminta memastikan proses pemulihan dan reintegrasi korban melalui penyediaan akses pekerjaan layak di Indonesia, pelatihan keterampilan, perlindungan sosial, serta program reintegrasi yang berkelanjutan.

“Perlindungan pekerja migran tidak boleh berhenti di negara tujuan. Negara harus hadir memastikan korban tetap memiliki masa depan yang layak di tanah air, termasuk akses terhadap pekerjaan yang bermartabat,” tegas Rusdi.

Desak Langkah Konkret Pemerintah

Selain menyampaikan catatan kritis, ASPEK Indonesia juga mendesak pemerintah mengambil sejumlah langkah konkret terkait kasus YY.

Organisasi tersebut meminta pemerintah mengawal proses hukum kasus dugaan penganiayaan terhadap YY secara transparan dan tuntas. Selain itu, pemerintah juga didorong melakukan audit nasional terhadap pelaksanaan UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

ASPEK turut meminta penguatan perlindungan PMI di Malaysia melalui mekanisme kerja sama bilateral yang lebih mengikat, penindakan tegas terhadap jaringan perekrutan ilegal dan penempatan nonprosedural, serta pelibatan serikat pekerja migran dalam sistem perlindungan nasional.

Menurut ASPEK Indonesia, ukuran keberhasilan negara dalam pengelolaan pekerja migran tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan maupun besarnya remitansi yang masuk ke Indonesia.

“Bangsa yang besar bukan bangsa yang hanya mencatat devisa, tetapi bangsa yang mampu memastikan warganya bekerja dengan aman dan bermartabat di mana pun mereka berada,” tutup Muhamad Rusdi.

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK

    3.862 PPPK Paruh Waktu Sidoarjo Resmi Terima SK Digital

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SIDOARJO, CUPLIKAN.CO.ID – Sebanyak 3.862 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Sidoarjo akhirnya resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka. Prosesi penyerahan SK yang berlangsung di area timur GOR Delta Sidoarjo pada Senin (17/11/2025) menjadi momentum bersejarah bagi para tenaga honorer yang telah menunggu lama. Penyerahan SK dilakukan secara digital oleh […]

  • Komisi XI Sebut Transisi Kepemimpinan BI Tetap Menjaga Stabilitas

    Komisi XI Sebut Transisi Kepemimpinan BI Tetap Menjaga Stabilitas

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal memastikan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tidak akan memengaruhi stabilitas kebijakan moneter maupun sistem keuangan nasional. Menurutnya, mekanisme pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Bank Indonesia sehingga proses transisi dapat berlangsung dengan baik. Hekal mengajak seluruh pihak […]

  • Viva Yoga menerima audiensi dari Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PBPDHI), Dr. drh. Muhammad Munawaroh, di Jakarta, Senin (11/11/2024).

    Wamen Transmigrasi Dorong Sentra Sapi Perah di Kawasan Transmigrasi

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi berkomitmen untuk mengembangkan kawasan sentra peternakan sapi perah di daerah transmigrasi. Langkah ini dinilai penting guna memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang semakin meningkat, terutama untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi anak-anak Indonesia tanpa mengandalkan impor. “Kita perlu mengembangkan kawasan peternakan baru, dan potensi ini […]

  • Debat Kedua Pilkada Lamongan Tekankan Inovasi Pelayanan Publik

    Debat Kedua Pilkada Lamongan Tekankan Inovasi Pelayanan Publik

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    LAMONGAN, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan menyelenggarakan debat publik kedua untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Serentak 2024. Acara ini berlangsung di Harris Hotel Surabaya pada Kamis malam (7/11/2024), menampilkan adu gagasan dari kedua pasangan calon mengenai tema inovasi pelayanan publik. Debat tersebut dihadiri oleh Komisioner KPU Lamongan, kedua […]

  • Hamid Basyaib (Voicers)

    Easterlin Paradox : Kaya Tidak Identik Dengan Bahagia

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Oleh : Hamid Basyaib* SEJAK kecil kita diajari satu rumus sederhana: kerja keras → dapat uang → beli barang → hidup bahagia. Rumus ini melekat dalam logika publik, dalam kampanye politik, dalam kebijakan negara. Negara-negara berlomba memompa angka Produk Domestik Bruto (PDB), sementara individu terus memburu promosi, bonus, dan saldo rekening yang kian tebal. Namun, […]

  • Musda Golkar Lumajang

    Suigsan Terpilih Kembali Pimpin Golkar Lumajang

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    LUMAJANG, CUPLIKAN.CO.ID – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Lumajang menetapkan Suigsan kembali memimpin DPD Partai Golkar periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Aula DPD Golkar Lumajang, Minggu (21/9/2025). Suigsan yang juga anggota DPRD Lumajang tiga periode itu sebelumnya memimpin Golkar Lumajang masa bakti 2020–2025. Dalam sambutannya, ia mengakui […]

expand_less