Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Bahtra Banong Tekankan Keadilan Dalam Transisi Status ASN

Bahtra Banong Tekankan Keadilan Dalam Transisi Status ASN

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menegaskan bahwa rencana pemerintah membuka peluang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tetap mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh tenaga honorer. Menurutnya, kebijakan kepegawaian yang baru tidak boleh menimbulkan kesenjangan antartenaga kerja pemerintahan.

Bahtra menyampaikan pandangannya usai mengikuti Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Ia menilai pemerintah perlu memastikan penyelesaian status honorer secara menyeluruh sebelum melangkah pada tahap pengalihan PPPK menjadi PNS.

“Sekarang konsen kita adalah menyelesaikan dulu yang honorer menjadi P3K. Ini juga menjadi perhatian kita agar ada kesetaraan antara semua honorer,” ujarnya.

Bahtra juga menyoroti tantangan aparatur sipil negara (ASN) terkait minimnya lembaga pengaduan yang kuat. Ia menilai keberadaan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) perlu diperkuat dalam Rancangan Undang-Undang ASN agar pegawai memiliki saluran resmi ketika menghadapi persoalan.

“Selama ini ASN kita merasa kesulitan ketika menghadapi masalah karena belum ada lembaga pengaduan yang kuat. Mudah-mudahan dalam RUU ASN yang baru, hal ini bisa diakomodir dengan baik,” katanya.

Selain menekankan aspek keadilan, Bahtra optimistis bahwa kondisi ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat membuka ruang fiskal lebih luas untuk peningkatan kesejahteraan ASN. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen memberikan peluang perbaikan signifikan dalam pengelolaan aparatur negara.

Dengan berbagai catatan tersebut, Bahtra berharap pembahasan kebijakan kepegawaian dalam RUU ASN dapat menghasilkan regulasi yang lebih adil, kuat, dan berpihak pada kesejahteraan aparatur sipil negara (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Chamad Hojin (Penulis/Voicer)

    Tantangan Humas di Era Post Truth, Algoritma dan AI

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh : Chamad Hojin* Saat ini semua praktisi hubungan masyarakat atau public relations (Humas/PR) menghadapi tantangan dan dinamika yang luar biasa dalam mengelola reputasi kelembagaan atau perusahaan. Apalagi mereka yang menjaga dan mengelola reputasi kelembagaan pemerintahan dan politik. Sangat keras dan cepat pertarungannya dalam merebut simpati publik atau sebaliknya dalam merusak sebuah kepercayaan publik. Semua […]

  • KPU

    Doli Kurnia Geram! KPU Dinilai Langgar Kepercayaan DPR Soal Jet

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Ketua dan empat anggotanya terkait penggunaan pesawat jet pribadi (private jet). Doli menyebut kasus ini bukan sekadar persoalan etika, melainkan bentuk pengkhianatan […]

  • Salah satu adegan dalam film Roman Empire

    Review Film Roman Empire: Kekuasaan, Pengkhianatan, dan Kejatuhan dalam Balutan Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Roman Empire, serial dokumenter-dramatis yang diproduksi oleh Netflix, menawarkan perspektif unik dalam menggambarkan kisah-kisah kekaisaran Romawi yang penuh intrik. Serial ini menggabungkan narasi historis dengan drama aksi langsung, memberikan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga menghibur. Dengan alur yang berfokus pada tokoh-tokoh penting dalam sejarah Romawi, seperti Commodus, Julius Caesar, dan […]

  • Ztreo Leonardo Purba tinggal di sebuah apartemen sewaan dekat Taman Ramón Castilla, bersama istrinya dan tiga anaknya yang masih kecil.

    Siapa itu Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia yang dibunuh di Lince?

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    PERU, CUPLIKAN.CO.ID – Warga negara Indonesia tersebut, seorang pejabat di Kedutaan Besar Indonesia di Peru, baru tiba di negara itu sekitar lima bulan lalu bersama keluarganya. Nama Zetro Leonardo Purba mencuat ke publik setelah tragedi pembunuhan yang merenggut nyawanya di distrik Lince. Namun, di balik peristiwa tragis tersebut, Purba adalah seorang warga negara Indonesia berusia […]

  • Terminal Petikemas Surabaya

    TPS Banjirkan 2.000 Paket Kurban, Komitmen Sosial Diapresiasi!

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Suasana Idul Adha di lingkungan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berubah penuh makna. Tak hanya semarak ritual keagamaan, perusahaan pelat merah ini kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan membagikan sekitar 2.000 paket daging kurban bagi masyarakat dan mitra kerja. Kolaborasi ini digelar bersama Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan sudah berlangsung selama […]

  • Logo AJI

    AJI Peringatkan Ancaman Demokrasi dari Pembungkaman Media

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menilai maraknya kekerasan dan pembatasan kerja jurnalis belakangan ini bukan sekadar masalah profesi, melainkan sudah menyentuh jantung demokrasi Indonesia. Dalam catatan AJI, hingga akhir Agustus 2025 terdapat 60 kasus kekerasan terhadap jurnalis, dengan puncaknya terjadi saat aksi demonstrasi 25–30 Agustus. Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida, menegaskan […]

expand_less