Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » CSIS Soroti Tiga Tantangan Utama Setahun Pemerintahan Prabowo

CSIS Soroti Tiga Tantangan Utama Setahun Pemerintahan Prabowo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis catatan penting mengenai evaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam laporan bertajuk Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Dinamika, Trade-off, dan Tantangan, CSIS menyoroti adanya tiga policy trade-off utama yang dihadapi pemerintahan baru: kabinet gemuk, pergeseran arah kebijakan ekonomi, dan menguatnya kembali sentralisasi kekuasaan di pemerintah pusat.

Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil Prabowo selama setahun terakhir menunjukkan kombinasi antara upaya menjaga stabilitas politik dan kebutuhan efisiensi tata kelola.

“Prabowo membentuk kabinet berjumlah 49 kementerian, angka tertinggi dalam dua dekade terakhir. Ini menunjukkan trade-off antara kebutuhan efisiensi dengan stabilitas politik,” ujar Arya dalam media briefing CSIS, Rabu (22/10/2025).

Kabinet Gemuk Demi Stabilitas Politik

Menurut CSIS, keputusan memperluas kabinet menjadi 49 kementerian dengan total 118 posisi strategis, termasuk wakil menteri dan pejabat setingkat menteri, lebih mencerminkan strategi politik untuk menjaga koalisi parlemen ketimbang efisiensi birokrasi.

“Kebutuhan politik untuk mempertahankan dukungan di DPR membuat presiden bergantung pada banyak partai,” tambah Arya.

CSIS menilai, pola politik seperti ini adalah konsekuensi dari sistem multipartai ekstrem di Indonesia, di mana presiden harus menyeimbangkan kepentingan antarpartai demi menjaga stabilitas pemerintahan.

Arah Ekonomi Bergeser ke Program Redistribusi Sosial

Trade-off kedua yang disoroti CSIS adalah pergeseran arah kebijakan ekonomi. Pemerintahan Prabowo disebut lebih menekankan pada redistribusi sosial dan kesejahteraan langsung dibandingkan fokus pembangunan infrastruktur yang dominan di era Presiden Joko Widodo.

Salah satu simbol pergeseran tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program unggulan nasional dan bentuk kebijakan populis berbasis kesejahteraan rakyat.

“Transformasi besar terlihat dari program berbasis infrastruktur menjadi program redistribusi sosial seperti MBG,” ujar Arya.

Kekuasaan Menguat di Tangan Pemerintah Pusat

CSIS juga mencatat kecenderungan resentralisasi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Program-program utama kini lebih banyak dikendalikan langsung oleh pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

“Trade-off ketiga adalah antara desentralisasi dan resentralisasi. Yang terjadi justru penguatan peran pemerintah pusat,” ungkap Arya.

Contohnya, pelaksanaan MBG yang melibatkan pembentukan lembaga baru di daerah, namun semua struktur dan anggarannya dikontrol langsung oleh pusat.

Selain itu, CSIS menemukan adanya policy switching pada alokasi fiskal negara. Anggaran infrastruktur dikurangi cukup signifikan, sementara belanja untuk alat utama sistem senjata (alutsista) justru meningkat tajam pada APBN 2026.

Pemerintah juga memperkuat struktur TNI dengan pembentukan 22 Kodam baru, penambahan 6 grup Kopassus, dan pembangunan 750 batalyon teritorial di seluruh Indonesia.

“Belanja alutsista meningkat tinggi, sementara alokasi infrastruktur menurun tajam,” jelas Arya.

CSIS mengakui bahwa stabilitas politik berhasil dijaga selama satu tahun terakhir. Namun, lembaga itu menilai stabilitas tersebut masih bersifat jangka pendek, karena fondasinya dibangun atas negosiasi politik, bukan kesamaan visi kebijakan antarpartai.

“Koalisi dibangun berdasarkan kebutuhan dukungan di DPR, bukan kesamaan platform. Ini membuat stabilitas jangka panjang rentan,” pungkas Arya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puteri Komarudin dalam acara Diklat Kader Muda Nasional yang digelar oleh DPP AMPG di Bogor pada Jum'at-Minggu (03-05/10/2025)

    Golkar Siapkan Kader Muda Melek Digital untuk Hadapi Politik Modern

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah dinamika politik yang semakin digital dan cepat berubah, Partai Golkar menegaskan keseriusannya menyiapkan kader muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui Diklat Kader Muda Nasional Gelombang II di Bogor, Jawa Barat, partai berlambang pohon beringin itu membekali kadernya dengan strategi komunikasi politik dan literasi media digital yang mutakhir. Kegiatan ini […]

  • Pemerintah Beri Kelonggaran DHE untuk Sektor Migas, Maksimal Hanya 30 Persen

    Pemerintah Beri Kelonggaran DHE untuk Sektor Migas, Maksimal Hanya 30 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Tangerang, editoria.co.id – Pemerintah memberikan kelonggaran terhadap kebijakan retensi Dana Hasil Ekspor (DHE) bagi sektor minyak dan gas bumi (migas). Berbeda dengan sektor nonmigas yang diwajibkan menempatkan 100 persen DHE di dalam negeri, perusahaan migas hanya diwajibkan menyetor maksimal 30 persen. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri […]

  • Presiden Prabowo dalam rapat terbatas untuk membahas percepatan pembangunan Sekolah Garuda, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Bapak Brian Yuliarto, beserta jajaran terkait di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber foto : Sekretariat Kabinet.

    Seskab Teddy : Masuk Sekolah Garuda Harus Lulus Uji Kompetensi Nasional!

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah memastikan semua anak Indonesia berpeluang merasakan pendidikan kelas dunia tanpa dipungut biaya melalui program Sekolah Garuda. Program ini dipastikan gratis sepenuhnya untuk siswa terpilih, tanpa memandang status sosial maupun ekonomi keluarga. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran […]

  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sumber foto : KOMPAS.COM

    Dedi Mulyadi Nyaris Sempurna! Gubernur Lain Kalah Telak

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAWA BARAT, CUPLIKAN.CO.ID – Elektabilitas dan kepuasan publik terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melesat nyaris sempurna. Dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Rabu (28/5), Dedi mencatat tingkat kepuasan mencapai 95 persen, mengungguli jauh para gubernur lain di Pulau Jawa. Sebagai perbandingan, tingkat kepuasan terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hanya di angka 60 […]

  • Presiden Prabowo meresmikan akad massal 26 ribu Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sekaligus serah terima kunci rumah yang dipusatkan di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

    Prabowo Sindir Kader Gerindra Sombong Usai Jadi Kepala Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyindir keras kader partainya yang bersikap sombong setelah menjabat sebagai bupati atau wali kota. Prabowo menegaskan dirinya mengetahui siapa saja kader yang bergaya petantang-petenteng begitu memperoleh jabatan. “Jangan salah, saya tahu ada kader-kader Gerindra yang begitu jadi bupati, wali kota petantang-petenteng,” kata Prabowo saat […]

  • Sekjen MN Kahmi, Samsul Qomar, dalam diskusi bertajuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen melalui Asta Cita Kemandirian Pangan dan Pencapaian SDGs” di Jakarta, Rabu (18/6)

    Bahas Ketahanan Pangan, KAHMI Tawarkan Jalan Baru Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah tantangan global yang kian kompleks, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyerukan perlunya arah baru pembangunan nasional yang bertumpu pada kemandirian pangan sebagai fondasi. Dalam diskusi publik bertajuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen melalui Asta Cita Kemandirian Pangan dan Pencapaian SDGs” yang digelar di Jakarta, Rabu (18/6), KAHMI menawarkan gagasan […]

expand_less