Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Jejak Koalisi, Saksi Hidup Bahlil, dan Pertarungan di Kongres HMI Pondok Gede

Jejak Koalisi, Saksi Hidup Bahlil, dan Pertarungan di Kongres HMI Pondok Gede

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : MS. As-Syadzili*

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di antara riuhnya Kongres HMI Pondok Gede, wajah-wajah muda yang menjelma menjadi tokoh besar di palagan politik tanah air saat ini, berkumpul dalam satu gelanggang sejarah. Nama-nama seperti Bahlil Lahadalia (Ketua Umum Partai Golkar), M. Sarmuji (Sekjen DPP Partai Golkar saat ini), Shoim Haris, Fauzi Amro (DPR RI Partai Nasdem), dan sederet nama tokoh politisi lainnya menjadi saksi dari babak baru pergerakan mahasiswa kala itu. Di sanalah Fajar Zulkarnaen berdiri, menempuh jalan yang membawanya pada koalisi tak terduga.

Koalisi itu terjalin dengan kandidat Ketua Umum PB HMI bernama Hasanuddin, diperkuat oleh Bahlil dan Syahmud. Persatuan yang lahir dari kebutuhan, dari kalkulasi politik, dan juga dari rasa percaya bahwa perubahan hanya bisa dirajut dengan tangan-tangan yang saling menguatkan. Dari kongres itulah, Fajar Zulkarnaen dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PB HMI Periode 2004-2006. Hasanuddin menempati posisi kursi Ketua Umum, sementara Bahlil diangkat sebagai Bendahara Umum.

Bagi banyak orang, mungkin sekadar struktur organisasi. Namun baginya, itu adalah titik loncatan, sebuah percepatan. Dari Ketua Badko Jawa Barat langsung melesat menjadi Sekretaris Jenderal  di PB HMI, sebuah perjalanan yang tak semua orang bisa tempuh dalam waktu singkat.

Dan di tengah cerita itu, ada satu nama yang menancap kuat dalam ingatannya: Bahlil Lahadalia. Ia masih bisa menyaksikan jelas, bagaimana seorang mahasiswa sederhana dari Papua itu sudah berdiri sebagai pebisnis jauh sebelum gelar sarjana melekat di pundaknya. Tahun 2004, ketika kebanyakan mahasiswa masih berkutat dengan buku dan rapat organisasi, Bahlil sudah menanam benih bisnis IT di tanah kelahirannya.

Di antara para pengurus PB, hanya Bahlil yang sudah “mapan” kala itu. Setiap kali organisasi butuh dana, dialah yang pertama mengulurkan tangan. Raker di Puncak, kegiatan-kegiatan awal, bahkan ongkos gerakan mahasiswa, banyak yang ditalangi dari kantongnya. Karena itulah ia dipilih menjadi Bendahara Umum PB HMI. Bahlil bukan hanya bendahara, ia juga penopang nafas organisasi.

“Kalau hari ini orang mengenal Bahlil sebagai pengusaha besar dan pejabat penting negeri, aku adalah saksi hidup bahwa jalan itu ia rintis sejak lama,” begitu ia sering mengulang kisah itu dengan nada penuh kesaksian. Bahlil, dengan kelincahan lobi dan kelihaian bisnis, memang sudah ditempa sejak usia muda.

Di mata dirinya yang berasal dari daerah, datang ke Jakarta tanpa banyak pengalaman politik, Bahlil tampak seperti sosok yang selangkah lebih dewasa. Ia bukan hanya membawa uang, tetapi juga membawa naluri tajam untuk membaca situasi, membangun koalisi, dan menggerakkan barisan.

Namun, sejarah organisasi tak selalu mulus. Dualisme kembali terjadi. Setelah masa Kholis Malik, retakan itu muncul lagi di era Hasanuddin. Ia yang kala itu menjabat Sekjen harus merasakan getirnya terjebak di antara dua ketua umum. Posisi itu memberinya luka sekaligus pelajaran: bahwa idealisme dan kenyataan politik seringkali berjalan di jalur yang berbeda.

Ia memilih bertahan sebagai Sekjen, menolak mengambil alih jabatan ketua umum meski pintu itu terbuka. “Aku tetap Sekjen saja,” katanya dalam diam, seolah meneguhkan sikap. Bukan karena ia tak mampu, melainkan karena ia tak ingin larut dalam ambisi yang justru memecah belah.

“Kenapa harus begini terus?” keluhnya dalam hati kala itu. Tapi dari kekecewaan itu, tumbuh tekad: perpecahan harus berakhir, organisasi harus kembali bersatu. Baginya, perjuangan bukan tentang siapa yang duduk di kursi puncak, melainkan tentang menjaga rumah bersama agar tak runtuh dihantam ambisi.

Di balik hiruk-pikuk dualisme, di balik nama-nama besar yang kelak menghiasi panggung politik nasional saat ini, ia tetap menorehkan jejak: saksi hidup tumbuhnya seorang Bahlil, pejuang yang memilih bertahan sebagai Sekjen di tengah badai amuk dualisme PB HMI, dan pemimpin yang percaya bahwa kesetiaan pada organisasi lebih penting daripada haus akan jabatan (RED).

*Penulis adalah Kerani Arsip Historia HMI

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan MPR RI Periode 2019-2024

    MPR Periode 2019-2024 Beri Rekomendasi Pokok Haluan Negara untuk 2024-2029

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menjelang berakhirnya masa jabatan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2024 mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis untuk periode MPR berikutnya. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan MPR Nomor III/MPR/2024 tentang Rekomendasi MPR Masa Jabatan 2019-2024. Salah satu rekomendasi utama adalah menyelesaikan pembahasan substansi dan bentuk hukum Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) paling lambat Agustus 2025. […]

  • Robaytullah Kusuma Jaya

    Robaytullah Kusuma Jaya, Jejak Marhaen di Rindang Beringin

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Cikini sore itu terasa bersahabat. Hujan belum jatuh, tetapi langit menyimpan keraguan. Di sebuah sudut Sekretariat DPD Partai Golkar DKI Jakarta, di antara tumpukan dokumen, poster lama, dan jejak-jejak sejarah politik, kami duduk bersama seorang lelaki yang tenang, berbicara perlahan namun penuh keyakinan: Robaytullah Kusuma Jaya, mantan Ketua Umum DPP GMNI 2017–2019. […]

  • Ketua Umum APKLI, Ali Mahsun

    Ketum APKLI Dorong Legalisasi Rokok Ilegal Demi Rakyat

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed, mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan legalisasi rokok ilegal sebagai langkah melindungi ekonomi rakyat kecil. Ia menilai, pendekatan represif semata terhadap rokok ilegal tidak cukup menyelesaikan persoalan struktural dalam ekosistem industri tembakau. “Peredaran rokok ilegal naik 46,95% dan berpotensi merugikan negara […]

  • Usman M. Tokan

    Usman Tokan Puji Jokowi Tolak Jadi Ketum PPP

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Juru Bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Usman Tokan, memberikan tanggapan menyejukkan atas penolakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menolak wacana menjadi Ketua Umum PPP. Bagi PPP, penolakan Jokowi bukanlah penolakan politik biasa, tapi cerminan kedewasaan dalam memahami kultur partai. “Kami sangat menghargai sikap politik Pak Jokowi. Beliau sebagai mantan Presiden […]

  • Anisatul Hamidah, Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso,

    Bondowoso Dorong Akses Pendidikan Anak Miskin Lewat Sekolah Rakyat Berbasis Asrama

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam upaya serius menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tengah mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat berbasis asrama kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan dasar bagi kelompok rentan, yang kerap terpinggirkan oleh sistem pendidikan formal akibat […]

  • Pj Gubernur Jatim

    Pj Gubernur Jatim dan Konjen Australia Bahas Penguatan Kerja Sama

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima kunjungan pejabat Konsulat Jenderal (Konjen) Australia untuk Surabaya, Glen Askew di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (9/10) siang. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi tentang kerja sama yang telah terjalin antara Jawa Timur dengan Australia, khususnya Australia Barat. Diketahui, kerja sama antara keduanya telah terjalin […]

expand_less