Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sound Horeg, Musik Gembira Penggerus Jiwa

Sound Horeg, Musik Gembira Penggerus Jiwa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Eva K Sundari*

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ada satu fenomena hiburan yang memunculkan perdebatan hangat di Jatim: Sound Horeg. Di balik dentuman suara musik yang mengguncang dada, memekakkan telinga, memecahkan kaca, dan merontokkan genteng, tersembunyi ancaman nyata berupa kerusakan sosial, spiritual, dan psikologis yang bersifat seketika yang dialami, baik oleh korban maupun penyelenggara.

Bagi para penyuka, Sound Horeg adalah pesta musik dengan dentuman bass yang memicu euforia. Para perempuan berseragam seksi berbaris menari sambil menerima saweran penonton sepanjang jalan.

Suara yang memekakkan telinga (120 dB) dianggap simbol “kemeriahan”, menunjukkan eksistensi, bahkan sarana ekonomi bagi penyelenggara. Para perempuan dan bayi-bayi mereka kehilangan ruang nyaman sehingga sering para ibu muda memilih menyingkir menjauh untuk menyelamatkan gendang telinga bayi mereka.

Hiburan yang Menjadi Teror

Bagi penikmatnya, dentuman musik dianggap memicu semangat. Tapi bagi warga sekitar, terutama lansia, anak kecil, atau orang yang sedang sakit, ini menjadi sumber stres yang nyata. Gangguan tidur, sakit kepala, kecemasan, hingga tekanan darah tinggi adalah efek langsung yang telah dibuktikan oleh riset kesehatan terkait kebisingan di atas 85 dB.

Lebih dari sekadar polusi suara, Sound Horeg dalam durasi panjang dan tanpa pengaturan waktu adalah pelanggaran hak atas rasa aman. Hak ini adalah bagian dari kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagaimana ditekankan dalam Sila Kedua Pancasila.

Fenomena Sound Horeg ini unik karena kerusakan tidak hanya terjadi pada korban, tetapi juga pada pelakunya. Korban mengalami stres, rasa tak berdaya, dan ketegangan sosial. Mereka sering merasa tidak mampu melawan karena penyelenggara yang punya dukungan massa atau otoritas lokal. Lama-kelamaan, muncul learned helplessness—sikap pasrah terhadap ketidakadilan karena merasa protes tidak ada gunanya.

Bagi pelaku/penyelenggara yang tahu dampak tersebut, mereka juga korban dari pola egoisme. Kesenangan pribadi atau kelompok lebih diutamakan daripada kenyamanan orang lain. Empati terhadap penderitaan sekitar terkikis, dan mereka cuek saja melakukan pelanggaran aturan, misalnya melanggar jam malam atau batas kebisingan dianggap wajar.

Kedua belah pihak sebenarnya sama-sama kehilangan sesuatu: korban kehilangan ketenangan, pelaku kehilangan kepekaan hati. Ini adalah kerusakan spiritual dua arah, dan menjadi konyol ketika pemerintah membiarkannya. Meskipun MUI setempat mengharamkan, Gubernur Jatim membolehkan dengan syarat tidak berisik, tetapi tanpa detail pengaturan.

Keretakan Sosial yang Mengintai

Di banyak wilayah, Sound Horeg telah memicu konflik antarwarga. Ada yang sampai saling bermusuhan, bahkan berkelahi. Sumbernya sederhana: hiburan satu pihak menjadi siksaan pihak lain.

Dalam masyarakat yang sehat, gotong royong dan saling menghormati menjadi perekat. Tetapi kebisingan yang berlebihan memutus perekat itu, menciptakan polarisasi “pro” dan “kontra” yang tajam.

Ironisnya, acara yang dimaksudkan untuk membangun kebersamaan justru menjadi sumber perpecahan. Ini jelas bertentangan dengan Sila Persatuan Pancasila.

Dari kacamata Feminisme Pancasila, Sound Horeg memiliki dimensi gender yang sering diabaikan. Banyak acara Sound Horeg disertai dengan pertunjukan joget atau tarian perempuan dengan pakaian minim dan terbuka. Perempuan kerap menjadi objek tontonan, bukan subjek yang berdaulat.

Selain itu, perempuan terutama ibu rumah tangga, sering menjadi pihak yang paling menderita akibat kebisingan. Mereka harus menenangkan anak yang menangis, merawat anggota keluarga yang sakit, atau tetap bekerja di tengah polusi suara. Hanya saja, pertunjukan hiburan yang patriarkal ini mengabaikan kepentingan para ibu, anak-anak, dan lansia ini.

Sepatutnya ada kesetaraan partisipasi dalam menentukan bentuk hiburan yang layak, aman, dan menghormati martabat semua pihak. Aspirasi para ibu sepatutnya dijadikan pertimbangan dalam menyikapi keberadaan pertunjukan Sound Horeg.

Para perempuan, sebagai madrasah keluarga, memprihatinkan kerusakan spiritual sebagai dampak Sound Horeg. Bukan sekadar soal agama, melainkan hilangnya kesadaran akan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi kehidupan bersama.

Bagi korban, marah dan benci yang berlarut mengikis kemampuan untuk sabar dan memaafkan. Bagi pelaku, kebiasaan mengabaikan kenyamanan orang lain mengikis empati dan menguatkan nafsu untuk berkuasa atas ruang publik.

Dalam bahasa sederhana, Sound Horeg mengikis “rasa” termasuk rasa malu, rasa hormat, rasa peduli. Ketika rasa-rasa ini hilang, masyarakat menjadi kering, meski musiknya menggelegar. Hilangnya “rasa” ini ibarat Orang Jawa kehilangan Jawanya kata Joyoboyo.

Solusi: Mengubah, Bukan Memusnahkan

Sound Horeg tidak harus dihapuskan sepenuhnya. Musik adalah bagian penting dari budaya dan kebahagiaan. Yang dibutuhkan adalah pengaturan dan transformasi oleh pemerintah.

Batasi Volume & Waktu Pelaksanaan – Buat aturan tegas soal jam dan desibel, disertai sanksi yang adil. Desain Partisipasi Warga  yang inklusif. Libatkan semua lapisan masyarakat, terutama perempuan dan kelompok rentan, dalam merancang aturan maupun menentukan bentuk hiburan.

Aspek yang penting lainnya adalah Pendidikan Empati – Kampanye kesadaran bahwa hiburan tidak boleh mengorbankan hak orang lain. Beri peran perempuan yang signifikan, jangan membangun kesan perempuan sebagai objek seksual. Bawahan kebaya batik super mini, atau belahan hingga mendekati pangkal paha, malah menghilangkan keindahan baju kebaya kebanggaan kita.

Alihkan Sound Horeg menjadi ajang kreatif yang menonjolkan seni lokal, lomba musik, atau format panggung yang lebih ramah telinga. Kembangkan Inovasi Budaya – yang bersandar pada kreativitas dan pertambahan nilai ekonomi dan seni, serta menghentikan eksploitasi tubuh untuk membangkitkan sensasi seksualitas perempuan.

Kegembiraan sejati adalah ketika semua pihak bisa tersenyum tanpa ada yang harus menutup telinga atau menahan amarah. Dentuman bass yang memecah malam mungkin memberi sensasi euforia sesaat, tapi damai yang terjaga akan memberi kebahagiaan yang jauh lebih lama karena memberi energi/frekuensi tubuh yang tinggi.

Fenomena Sound Horeg adalah cermin bagaimana kita mengelola kebebasan. Pancasila mendukung bentuk kesenangan yang mulia sehingga membangun kebahagiaan, bukan kegembiraan yang merusak psikologis bahkan jiwa. Mari bermusik yang disertai empati, aturan, dan kesadaran sehingga bisa menjadi penyembuh luka kolektif kita semua.

*Penulis adalah Direktur Institut Sarinah

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ivonne, Ahli Waris yang berpolemik dengan pihak Pemprov Sumsel

    Ivonne Ungkap Tanah Keluarganya 37 Tahun Diklaim Pemprov Sumsel

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Persoalan sengketa tanah kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI, Rabu (1/10/2025). Ivonne, salah satu ahli waris, menegaskan bahwa tanah keluarganya yang telah dikuasai selama 37 tahun kini diklaim sebagai milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel). Menurut Ivonne, keluarga besarnya membeli tanah tersebut sejak tahun 1988 […]

  • Ilustrasi Bantuan Dana Parpol.

    PDIP Terima Bantuan Keuangan Terbesar dari Pemerintah, Ini Rincian Partai Lainnya

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kementerian Dalam Negeri resmi menggelontorkan bantuan keuangan kepada partai politik yang berhasil meraih kursi di DPR RI hasil Pemilu 2024. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.9.1-068 Tahun 2025, total dana yang disalurkan mencapai Rp134,4 miliar untuk seluruh partai penerima. PDI Perjuangan (PDIP) menjadi partai yang menerima bantuan paling besar, yakni Rp25,38 […]

  • Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina

    DPR Dorong Transparansi dan Peran Saudi Tingkatkan Layanan Haji 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi VIII DPR RI menekankan pentingnya transparansi pengelolaan biaya haji dan peningkatan peran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin peningkatan kualitas layanan seiring dengan penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun depan. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany […]

  • Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi dalam acara seminar di Universitas Moestopo Beragama di Jakarta pada Jum'at (25/4/2025).

    Wamen Viva Yoga Dorong Transmigrasi Patriot untuk Bangun Pusat Ekonomi Baru

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia transmigran melalui program Transmigrasi Patriot. Hal ini disampaikan di hadapan 400 mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam Seminar Nasional bertajuk Pembangunan Ekonomi di Kawasan Transmigrasi Guna Menciptakan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jakarta, Jumat (25/4/2025). Dalam paparannya, […]

  • Pemerintah Klaim Efisiensi APBN Hemat Rp300 Triliun, Jawab Kritik Mahasiswa Soal Pemborosan Anggaran

    Pemerintah Klaim Efisiensi APBN Hemat Rp300 Triliun, Jawab Kritik Mahasiswa Soal Pemborosan Anggaran

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Pemerintah menegaskan langkah efisiensi yang dilakukan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan upaya untuk memastikan belanja negara lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi pemborosan anggaran. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto sejak awal masa pemerintahannya justru berfokus pada penghematan anggaran dan penutupan […]

  • Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menerima Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan rombongan di Jakarta, Jumat (11/4/2025). Sumber foto ; Instagram @agusyudhoyono

    AHY Bahas Prioritas Pembangunan Strategis untuk Aceh

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID — Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menerima Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan rombongan di Jakarta, Jumat (11/4/2025), untuk membahas sejumlah isu strategis pembangunan di Aceh. Pertemuan itu turut dihadiri oleh Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman. Dalam keterangannya, AHY menyebut diskusi mencakup pembangunan infrastruktur, mitigasi […]

expand_less