Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Aksi Massa & Krisis Komunikasi Para Pejabat Publik Kita

Aksi Massa & Krisis Komunikasi Para Pejabat Publik Kita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Chamad Hojin*

Aksi massa beberapa minggu terakhir yang terjadi di Pati, Bone, dan Gedung DPR dipicu oleh pernyataan para pejabat yang dinilai arogan, sombong, sinis dan cenderung menantang rakyat. Para pejabat menggunakan standar ukuran orang lain atau masyarakat dengan ukuran dan standar dirinya sendiri. Akibatnya apa yang diucapkan mendapat reaksi dan tanggapan yang sangat negatif.

Misalnya, pernyataan Bupati Sudewo yang menyatakan tidak takut di demo. ” Silakan demo, lima ribu orang, lima puluh ribu pun tidak gentar, tidak takut”. Lalu para anggota DPR yang menyampaikan kenaikan tunjangan bagi wakil rakyat wajar. ” Rp50 juta per bulan wajar, kan kami tidak punya rumah di Jakarta,” dan pernyataan serta prilaku lainnya.

Mengacu pada demonstrasi rakyat pada kasus Pati, Bone dan Gedung DPR beberapa hari lalu salah satunya dipicu oleh komunikasi pejabat yang dianggap publik arogan. Penyampaian pernyataan di media terkesan sombong dan menyepelekan bahkan menantang rakyat. Padahal para pejabat itu saat pemilu meminta dukungan dan suaranya agar terpilih. Jadi ada suasana yang cukup kontras saat musim pemilihan dan saat terpilih dan menjalankan mandat rakyat.

Para pejabat tersebut seolah tidak menyadari perubahan prilakunya dan juga perubahan masyarakatnya. Dalam strategi manajemen isu, Grunig& Repper membagi level publik atau stakholders menjadi tiga jenis yakni publik laten, publik peduli dan publik aktif.

Pada level pertama, publik laten adalah mereka yang tak peduli keterkaitan isu-isu yang muncul dengan kepentingan pribadinya. Publik jenis ini apatis, cuek dan masa bodoh terhadap apapun yang sedang terjadi.

Kedua, publik peduli yakni mereka peduli keterkaitan isu tersebut dengan dirinya namun sebatas hanya untuk kesadaran dirinya. Mereka tidak membagikan atau mengajak orang lain untuk isu-isu tersebut.

Ketiga, adalah publik aktif yakni mereka yang mengetahui keterkaitan isu-isu publik dengan dirinya dan mereka aktif membagikan, mengajak dan bahkan mengorganisasi agar bergerak untuk melakukan sesuatu.

Nah mengacu pada kasus demonstrasi besar di Pati, Bone dan DPR, aksi tersebut digerakan oleh publik aktif. Husen yang awalnya kecewa atas kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB) mengajak dan mengorganisir masyarakat untuk melakukan aksi penolakan. Melalui media sosial dan pertemuan-pertemuan kampung mengajak warga terlibat. Husen juga mengorganisir petani dan warga desa untuk aksi ke kantor pemkab Pati. Dengan publikasi di media sosial, banyak masyarakat yang mendukungnya dan bahkan menyumbang makanan serta minuman untuk aksi.

Hal serupa hampir sama dengan demonstrasi DPR, 25 Agustus 2025 lalu. Netizen marah dengan arogansi oknum-oknum DPR saat membuat pernyataan publik terkait kenaikan tunjangan baik rumah maupun beras. Di tengah masyarakat yang masih kesulitan mencari nafkah dan lapangan kerja, pejabat tanpa empati menyatakan kewajaran kenaikan berbagai tunjangan tersebut. Belum lagi banyak oknum DPR yang masih terlibat dugaan berbagai kasus korupsi.

Akibatnya, seruan aksi di media sosial disambut oleh masyarakat yang emosional atas pernyataan pejabat yang nir empati. Aksi 25 Agustus di DPR pun berlangsung emosional dan banyak yang terlibat adalah anak-anak gen z, pekerja informal dan ojol yang aktif di media sosial baik WA, IG, Tiktok dan X.

Saat ini publik aktif dan sangat peduli dengan isu-isu pelayanan umum semakin besar. Mereka sangat aktif merespon isu- isu terbaru lantaran terkoneksi media sosial. Mereka langsung merespon dengan tagar dan meme terhadap isu yang mereka anggap di luar akal sehat. Tak sedikit mereka mengajak aksi baik membantu atau melawan isu tertentu. Kondisi tersebut yang patut disadari oleh para pejabat saat akan menanggapi sebuah isu atau berbicara terkait permasalahan publik.

Pergunakan bahasa dan tutur kata dengan halus dan pahami psikologi rakyat. Ingat mereka adalah pemilik kedaulatan kekuasaan dan siapapun yang melukai maka akan mendapat perlawanan yang terkadang tak terduga. Karena itu memahami dan menggunakan komunikasi empati bisa membangun kolaborasi dan sinergi bersama untuk kemajuan bangsa (*).

*Penulis adalah Praktisi PR, Spesial Handling Crisis

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi Pers Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Ketua MPR RI dan Ketum-Ketum Partai Politik di Istana Negara, Minggu (31/8). Sumber foto ; Sekretariat Presiden

    Ini Pidato Lengkap Presiden Prabowo Menyikapi Situasi Politik Nasional

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom, salve om swastiastu, namo budaya, salam kebajikan rahayu-rahayu. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Hari ini saya didampingi Presiden Republik Indonesia kelima, Ibu Megawati Sukarno Putri. Ketua Majelis Permusyantan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani. Ketua DPR RI, Saudari Puan Maharani. Ketua DPD […]

  • Serangan Israel

    Peralatan Komunikasi Hezbollah Meledak, Israel Dituding Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BEIRUT/JERUSSALEM, CUPLIKAN.CO.ID – Serangan yang menghancurkan peralatan komunikasi Hezbollah, menewaskan puluhan orang, dituding dilakukan oleh Israel. Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, menuding serangan itu dilakukan untuk melumpuhkan operasi kelompoknya. Nasrallah mengatakan bahwa serangan tersebut adalah bentuk “kejahatan yang melanggar batas moral dan hukum”. Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut, namun sumber keamanan menunjukkan bahwa […]

  • Wamen Transmigrasi Viva Yoga bersama dengan Peneliti Ekspedisi Patriot

    Wamen Viva Yoga Lepas 2.000 Peneliti Ekspedisi Patriot

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot yang akan melakukan riset di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, Selasa (26/8/2025). Pelepasan dilakukan di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, saat rombongan peneliti dari Universitas Diponegoro tiba dengan bus. Sebanyak 2.000 peneliti dari berbagai perguruan tinggi bergabung dalam ekspedisi […]

  • Zezen Zaenal Mutaqin (Voicer)

    Krisis Independensi Intelektual

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh : Zezen Zainal Muttaqien* Pada 2022 saya berkunjung ke kampus tertua di dunia. Kampus itu berada di kota Fez, Maroko. Nama kampunya: Universitas Al-Qarawiyin. Kampus itu berada di tenga-tengah grand bazar kota Fez. Kampus yang berdiri pada 859 M itu masih berdiri kokoh dan terjaga. Sebagian proses pembelajaran masih dipertahankan dengan model halaqah: guru […]

  • Hasan Nasrallah

    Reaksi Dunia atas Pembunuhan Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah oleh Israel

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BEIRUT, CUPLIKAN.CO.ID – Kelompok Hezbollah Lebanon telah mengonfirmasi kematian pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di markas bawah tanah kelompok tersebut dekat Beirut. Beberapa jam setelah Israel mengklaim telah membunuh Nasrallah yang berusia 64 tahun, Hezbollah yang didukung Iran pada Sabtu menyatakan bahwa pemimpin mereka “telah bergabung dengan para martirnya” dan berjanji untuk “melanjutkan […]

  • Wamen Transmigrasu Viva Yoga Mauladi saat meneriman kunjungan dua bupati sekaligus, yakni Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong dan Bupati Aceh Barat Tarmizi, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (15/4/2025).

    Wamen Transmigrasi Dukung Wirausaha Kopi dan Bangun Fasilitas Sekolah di Kawasan Trans

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi, tidak hanya dari sisi infrastruktur tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya usai menerima kunjungan dua bupati sekaligus, yakni Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong dan Bupati Aceh Barat Tarmizi, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (15/4/2025). […]

expand_less