Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Buku » Menulis Sejarah Ulama, Meneguhkan Identitas Islam Kebangsaan Indonesia

Menulis Sejarah Ulama, Meneguhkan Identitas Islam Kebangsaan Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Langkah pemerintah melalui Bappenas dalam menulis dan menerbitkan biografi para ulama, seperti Kyai Faqih Maskumambang, menuai apresiasi dari kalangan pesantren dan tokoh agama. Tak sekadar pengakuan terhadap kontribusi ulama dalam sejarah bangsa, inisiatif ini dinilai sebagai upaya strategis dalam memperkuat jati diri kebangsaan yang berbasis nilai-nilai Islam Nusantara.

Hal ini mengemuka dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku “Kyai Faqih Maskumambang: Peradaban Santri dan Altar Kebangsaan”, yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Buku ini diterbitkan atas kerja sama Bappenas dengan LP3ES, sebagai bagian dari ikhtiar menggali dan membumikan warisan pemikiran pesantren dalam wajah Indonesia modern.

“Kyai dan ulama seperti Kyai Faqih Maskumambang bukan sekadar tokoh agama, tapi arsitek moral dan intelektual bangsa. Menulis sejarah mereka adalah bagian dari menjaga keberlangsungan peradaban,” ujar KH Muhammad Idror Maimoen, Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang.

KH Idror Maimoen menambahkan, banyak pemikiran para kyai yang selama ini hanya hidup dalam tradisi lisan. Penulisan buku semacam ini menjadi momentum penting untuk menyalurkan warisan itu dalam bentuk dokumentasi ilmiah dan historis yang dapat diakses generasi mendatang.

“Kami para generasi muda sering mendengar langsung dari Kyai Zubair tentang bagaimana para ulama dahulu merumuskan gagasan besar kebangsaan dari bilik-bilik pesantren,” ujarnya.

Senada dengan itu, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Ponpes Tebuireng dan Ketua PWNU Jawa Timur, menegaskan bahwa semangat Islam yang membumi, santun, dan toleran sebagaimana dicontohkan Kyai Faqih masih hidup dalam tradisi masyarakat hingga kini.

Ia mencontohkan pengajian Yasin As’ani di Jogon, sebuah ruang sosial yang melibatkan beragam kelompok masyarakat, dari ibu-ibu hingga pemuda, dalam suasana keagamaan yang damai dan penuh penghargaan terhadap perbedaan.

“Itu bukti bahwa ajaran para ulama kita membentuk ekosistem sosial yang damai dan konstruktif. Bahkan perbedaan fiqih pun disikapi dengan adab, bukan konflik,” ujar Gus Kikin.

Islam Nusantara dan Proyek Peradaban

Deputi Bappenas Amich Alhumami menegaskan bahwa penerbitan buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, tetapi bagian dari proyek kebudayaan untuk membangun peradaban Indonesia berbasis Islam Nusantara—Islam yang akomodatif, cinta tanah air, dan inklusif.

“Kita ingin warisan pesantren masuk dalam narasi besar pembangunan Indonesia modern. Generasi muda perlu mengenal dan mencintai identitas keislaman yang berakar kuat di bumi Nusantara,” ujarnya.

Melalui buku ini, Bappenas berharap bisa membuka jalan bagi penulisan biografi tokoh-tokoh ulama lain yang selama ini luput dari dokumentasi resmi, namun memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan identitas bangsa.

Melestarikan Keteladanan, Menjawab Tantangan Zaman

Koordinator tim penulis dari LP3ES menyatakan, kisah hidup Kyai Faqih Maskumambang adalah representasi dari perjumpaan antara ilmu agama, nasionalisme, dan praksis sosial yang membentuk karakter kebangsaan Indonesia.

“Kita tak bisa membangun masa depan jika tercerabut dari akar sejarah. Para ulama tidak hanya mengajar kitab, tapi juga membangun tatanan masyarakat. Penulisan sejarah ini adalah upaya untuk menyambung kembali rantai peradaban itu,” tandasnya.

Kyai Faqih Maskumambang, ulama kelahiran Gresik tahun 1857, dikenal sebagai ahli tafsir, tauhid, dan fiqih. Ia juga merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, dan guru dari tokoh-tokoh penting seperti KH Hasyim Asy’ari.

Dengan penulisan dan peluncuran buku ini, warisan intelektual dan keteladanan Kyai Faqih kini tak hanya hidup di pesantren, tetapi juga di tengah dinamika kebangsaan yang sedang mencari kembali fondasi moral dan spiritualnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty

    Evita Nursanty Dorong Penguatan Peran LPP di Bali

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendorong Lembaga Penyiaran Publik (LPP) seperti TVRI, RRI, dan LKBN Antara untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam menyebarkan informasi pembangunan, khususnya terkait transformasi layanan kesehatan dan pariwisata di Bali. Saat pertemuan dengan jajaran TVRI, RRI, dan Antara di Denpasar, Jumat (31/10/2025), Evita menegaskan […]

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencetak sejarah dengan menggelar bedah tujuh buku karya Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, secara serentak di seluruh Indonesia dengan menggunakan pakaian khas daerah, Kamis (31/7/2025).

    BPOM Pecahkan Rekor MURI Lewat Bedah Tujuh Buku Nasional

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencetak sejarah dengan menggelar bedah tujuh buku karya Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (31/7/2025). Acara ini diikuti lebih dari 6.000 pegawai BPOM secara hybrid dari 77 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Nusantara, sekaligus memecahkan Rekor MURI […]

  • Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot

    Ekspedisi Patriot Uji Semangat Nasionalisme Peneliti di Kawasan Transmigrasi

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Tim Ekspedisi Patriot resmi dilepas oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Transmigrasi M. Ifititah Sulaiman Suryanagara di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8). Program ini melibatkan 2.000 peneliti muda dari berbagai perguruan tinggi yang akan ditempatkan di 154 kawasan transmigrasi, […]

  • Presiden Prabowo Subianto saat hendak bertolak ke Rusia. Sumber foto : Instagram Sekretariat Kabinet

    Pilih Forum di St Petersburg Rusia, Presiden Prabowo Utamakan Agenda Strategis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menghadiri Forum Ekonomi Internasional di St. Petersburg, Rusia, alih-alih Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada. Keputusan ini diambil lantaran benturan jadwal serta urgensi diplomasi ekonomi strategis yang telah dijadwalkan sejak jauh hari. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menyampaikan bahwa Presiden menerima banyak undangan kehormatan […]

  • img 0769

    Kepengurusan Bakornas LAPENMI PB HMI 2024-2026 Resmi Dilantik, Siap Cetak SDM Unggul

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID– Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Bakornas LAPENMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) resmi melantik kepengurusan baru periode 2024-2026. Pelantikan berlangsung pada Minggu (16/02/2025) di Aula Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Muhardi, yang akrab disapa Andi, terpilih sebagai Direktur Eksekutif Bakornas LAPENMI PB HMI. Dalam […]

  • Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar

    Izin Tambang Raja Ampat Bisa Diselidiki, Ini Syaratnya!

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Polemik tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kian memanas. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan membuka peluang penyelidikan atas penerbitan izin tambang yang beroperasi di kawasan konservasi tersebut. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menanggapi ramainya pemberitaan dan desakan publik terkait aktivitas lima perusahaan tambang yang […]

expand_less