Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Iran Harus Perkuat Angkatan Udara

Iran Harus Perkuat Angkatan Udara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Brigadir Jenderal Hossein Khalili*

Perang selama dua belas hari antara Iran dan Israel memang telah berhenti dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Namun, potensi konflik kembali masih sangat mungkin terjadi kapan saja. Karena itu, penting untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai aspek dari konflik terakhir ini—mulai dari titik lemah yang perlu diperbaiki, hingga kekuatan nasional yang harus diperkuat.

Jika kita menelusuri sejarah militer Israel, terlihat jelas bahwa mereka lebih suka berperang dalam waktu singkat dan cepat. Israel selalu berusaha menghindari konflik jangka panjang yang menguras tenaga dan sumber daya. Perang di Gaza bisa dibilang pengecualian. Tindakan brutal Israel di wilayah itu lebih menyerupai pembersihan etnis daripada peperangan biasa. Tujuannya tampak jelas: menghapus Gaza dari peta perlawanan dan menganeksasinya ke wilayah yang dikuasai Israel, dengan cara mengusir paksa penduduk Palestina.

Namun dalam perang melawan Iran, sangat tampak bahwa Israel sama sekali tidak berniat—dan tidak mampu—terlibat dalam konflik jangka panjang. Ini bukan hanya soal keengganan, tapi juga keterbatasan nyata. Israel tidak memiliki kapasitas struktural dan demografis untuk mempertahankan perang yang panjang. Bandingkan dengan Iran yang pernah menghadapi perang delapan tahun melawan rezim Ba’ath Irak dan mampu bertahan serta menang. Itu menunjukkan kekuatan ketahanan nasional Iran.

Secara geografis pun Israel sangat kecil. Wilayahnya bahkan tidak lebih besar dari Provinsi Qom di Iran. Dalam satu jam saja, orang bisa melintasi Israel dengan mobil. Lebarnya hanya antara 15 hingga 60 kilometer, dan panjangnya sedikit lebih dari 100 kilometer. Penduduknya pun relatif sedikit, sebagian besar adalah imigran yang datang dengan harapan hidup yang lebih baik. Mereka tentu tidak datang untuk tinggal di bawah ancaman rudal atau perang berkepanjangan.

Oleh karena itu, Israel tidak punya cadangan personel cukup untuk perang jangka panjang. Mereka sangat bergantung pada keunggulan angkatan udara—yang didukung penuh oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Namun dalam konflik 12 hari kemarin, serangan rudal Iran yang terus-menerus membuat sistem pertahanan udara Israel kewalahan. Secara perlahan, kemampuan Israel untuk menangkis serangan menurun drastis.

Iran kini harus memperluas penyebaran titik peluncuran rudalnya ke berbagai wilayah untuk menyulitkan musuh mendeteksi dan menghancurkan lokasi peluncuran atau terowongan rudal. Iran juga harus memakai strategi peluncuran yang beragam untuk mengelabui sistem pertahanan Israel. Tak selalu butuh banyak rudal dalam sekali serang. Bahkan satu rudal pun cukup untuk mengaktifkan sistem pertahanan musuh dan menimbulkan tekanan psikologis.

Keterbatasan geografis Israel membuatnya sangat rentan terhadap serangan rudal berkepanjangan. Kerentanan ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menghantam ekonomi mereka. Biaya untuk mempertahankan pertahanan udara yang intens sangat membebani keuangan Israel.

Dalam waktu bersamaan, Iran juga harus memprioritaskan penguatan Angkatan Udara. Seperti terlihat dalam perang terakhir, dominasi di udara menjadi kunci penting dalam perang modern. Meskipun Iran menghadapi sanksi dan tekanan dari negara Barat yang menghambat pembelian jet tempur canggih, Iran masih bisa membangun kerja sama pertahanan dengan negara sahabat seperti Tiongkok dan Rusia.

Hal lain yang tak kalah mendesak adalah pemberantasan jaringan mata-mata dan infiltrator dalam negeri. Beberapa keberhasilan Israel dalam serangan kemarin diduga kuat dibantu oleh informasi dari agen-agen di dalam wilayah Iran sendiri.

Namun dari semua aspek konflik ini, pencapaian terbesar justru datang dari dalam negeri: persatuan nasional. Bahkan kelompok oposisi dan tokoh-tokoh yang biasanya mengkritik pemerintah, kali ini ikut bersatu mendukung Angkatan Bersenjata Iran dan menunjukkan sikap patriotik melawan musuh bersama.

Persatuan semacam ini sangat penting dalam masa-masa krisis. Kebersamaan lintas kelompok politik dan sosial adalah kekuatan utama untuk menghadapi ancaman eksternal. Perang 12 hari ini telah memperkuat ikatan itu, dan kini tugas kita bersama adalah menjaganya serta memperkuatnya untuk masa depan bangsa.

*Penulis adalah Mantan pilot Angkatan Darat Iran

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov DKI Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Adha

    Pemprov DKI Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Adha

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah pengendalian inflasi pangan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok dan hewan kurban. Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga […]

  • Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti

    JLS Amblas, Reni Astuti Soroti Masalah Geoteknik dan Drainase

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    MALANG, CUPLIKAN.CO.ID – Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, ambles sepanjang 50 meter dengan kedalaman dua meter setelah diguyur hujan deras. Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti, menyoroti perlunya evaluasi teknis terkait geoteknik dan drainase di proyek tersebut. “Jalan yang baru dibangun seharusnya tidak mengalami kerusakan sebesar ini. […]

  • FACC Desak Kemenperin Panggil Astra, Minta Transformasi Bisnis Selaras Target Transisi Energi Nasional

    FACC Desak Kemenperin Panggil Astra, Minta Transformasi Bisnis Selaras Target Transisi Energi Nasional

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Forum Asta Cita Center (FACC) mendesak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk segera memanggil PT Astra International Tbk guna membahas arah transformasi bisnis perusahaan agar sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia. Desakan tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Forum Asta Cita Center, Rudi Banu Wibowo, saat […]

  • Gambar adalah ilustrasi

    CMCI Unpad Kecam Pencabutan Kartu Liputan Jurnalis CNN Indonesia

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Pusat Studi Komunikasi, Media, Budaya, dan Sistem Informasi (CMCI) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengecam pencabutan kartu liputan Istana milik wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia, yang dilakukan hanya karena bertanya kepada Presiden Republik Indonesia mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataan resminya, CMCI menilai tindakan pencabutan ID card tersebut melanggar prinsip […]

  • Prabowo Subianto—menyaksikan langsung demo laut dan sailing pass dalam acara Presidential Inspection dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992).

    Prabowo Saksikan Demo Laut Spektakuler Armada TNI AL di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Suasana Teluk Jakarta pada Kamis (2/10/2025) berubah menjadi panggung megah kekuatan maritim Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung demo laut dan sailing pass dalam acara Presidential Inspection dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992). Atraksi akbar ini dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Nurlan, yang bertindak sebagai […]

  • Anggota layanan pasukan Pro Rusia terlihat di atas kendaraan lapis baja selama konflik Ukraina-Rusia. Sumber foto : Reuters.

    Putin Tetapkan Garis Merah, Menuju Perang Dunia Ketiga?

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan peringatan keras kepada negara-negara Barat agar tidak mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh mereka untuk menyerang wilayah Rusia. Dalam pidatonya di St. Petersburg, Putin menegaskan bahwa tindakan semacam itu akan dianggap sebagai keterlibatan langsung negara-negara NATO dalam perang di Ukraina. Sebagaimana dilansir dari BBC News, Putin menyatakan […]

expand_less