Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tantangan Humas di Era Post Truth, Algoritma dan AI

Tantangan Humas di Era Post Truth, Algoritma dan AI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Chamad Hojin*

Saat ini semua praktisi hubungan masyarakat atau public relations (Humas/PR) menghadapi tantangan dan dinamika yang luar biasa dalam mengelola reputasi kelembagaan atau perusahaan. Apalagi mereka yang menjaga dan mengelola reputasi kelembagaan pemerintahan dan politik. Sangat keras dan cepat pertarungannya dalam merebut simpati publik atau sebaliknya dalam merusak sebuah kepercayaan publik. Semua hal bisa menjadi titik serangan dan sebaliknya bisa juga menjadi titik simpul keunggulan.

Praktisi Humas harus mampu dan menyiapkan untuk menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital yang penuh tantangan, terutama berkaitan dengan fenomena post-truth, disinformasi, fitnah, kebencian dan serangan siber.

Selain itu yang harus diperhatikan juga bagi pengelola humas adalah pengelolaan jejak digital. Saat ini dampak jejak digital itu sangat kejam. Bisa saja reputasi institusi hancur hanya dalam hitungan menit, apalagi di era media sosial yang ganas dan masif. Banyak kasus yang bisa menjadi pembelajaran dan telah menimpa para tokoh publik seperti apa yang dialami Gus Miftah. Peristiwa lama muncul lagi dengan framing yang sangat kejam yakni tokoh agama mengolok-olok seorang warga biasa penjual es teh.

Dalam waktu sekejap peristiwa itu menjadi viral dengan komentar negatif dari berbagai arah. Reputasi dan persepsi terhadap Gus Miftah yang dikenal pendakwah pluralis, santun, langsung ambles, beralih dengan persepsi pendakwah yang dicap sombong dan merendahkan profesi penjual es teh.

Pada saat ini peran dan fungsi humas tak sekadar hanya menyampaikan informasi, sekedar berbicara, atau gathering dan visit media namun juga harus cerdas, cermat dalam mengelola opini publik. Selain itu seorang praktisi humas juga pintar dan mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi mana serangan digital yang bersifat organik dan mana yang direkayasa atau tidak organik. Karena itu, humas dalam mengidentifikasi serangan memerlukan data yang valid dengan memanfaatkan sarana teknologi yang semakin canggih.

Pada saat praktisi humas akan menyusun strategi untuk mengcounter maupun merecovery sebuah serangan maka perlu mengidentifikasi dan mengklasifikasinya. Perhatikan ragam serangan tersebut apakah hanya berasal pada satu titik dan bisa saja hal itu merupakan serangan organik.

Namun, jika serangan tersebut bersifat serentak dari berbagai titik dalam waktu bersamaan, patut dicurigai. Bisa jadi itu difabrikasi, bahkan mungkin dijalankan oleh bot atau AI yang saat ini sangat mudah dilakukan.

Sisi lain yang perlu diperhatikan oleh praktisi humas di era post truth adalah pemilihan diksi dalam menyampaikan pendapat dan pandangan tentang suatu hal. Di era digital, audiens sangat beragam dan berjenjang baik secara kultural, adat istiadat, maupun strata ekonomi dan pendidikannya.

Ditambah lagi keragaman karakter generasinya, antara yang native digital dan imigran digital, antara generasi baby boomers dengan generasi X serta Gen Z. Mereka ada yang tumbuh dengan kultur sangat egaliter -liberal dan ada pula yang besar dalam lingkungan feodal dan paternalistik.

Seringkali diksi, kata dan kalimat yang disampaikan seseorang di komunitasnya cukup dimaklumi dan dipahami bahkan suatu hal yang lumrah, namun saat diposting di sosial media mendapatkan respon dan pemahaman yang berbeda lantaran audiensnya beragam dan berjenjang.

Sejumlah praktisi humas pernah mengalami blunder terkait pemilihan diksi dalam menyampaikan pandangan atau pendapat. Misalnya dengan menyebut “Rakyat jelata”, “Dimasak aja”, “Ndasmu”, dan lainnya. Karena itu, pilihan diksi pada saat menyampaikan pernyataan, pandangan atau pendapat terhadap suatu hal sangat penting dalam strategi komunikasi.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif PUSPOLL Indonesia

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnalis Al Jazeera, Anas Al -Sharif ketika melaporkan kondisi Gaza sebelum akhirnya dibunuh oleh Israel

    Greenpress Kecam Israel Atas Pembunuhan Dua Jurnalis di Gaza

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Serangan udara Israel di Gaza kembali menuai kecaman internasional. Greenpress Indonesia secara lantang mengutuk pembunuhan dua jurnalis Al Jazeera, Anas Al-Sharif dan Mohammed Quraiqa, yang tewas saat meliput di depan Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, pada 10 Agustus 2025. Selain keduanya, dua juru kamera di antaranya Ibrahim Zaher dan Moamen Aliwa, serta seorang […]

  • Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Jatim VII, Riyono, saat menyampaikan pandangannya dalam

    Audit Tata Ruang Laut Didesak dalam Kasus Pagar Laut Tangerang-Bekasi

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi IV DPR RI mendesak dilakukannya Audit Tata Ruang Laut secara independen dalam kasus pembangunan ilegal pagar laut di Tangerang dan Bekasi. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono Caping, menegaskan bahwa audit ini penting untuk mengukur dampak kerugian secara menyeluruh, baik secara material maupun immaterial. Dalam Rapat Kerja Komisi […]

  • Sekjen PPP, Arwani Thomafi, saat foto bersama dalam acara silaturahmi bersama pengurus DPW dan DPC se-Riau di Pekanbaru, Jumat (25/4/2025).

    PPP Tegaskan Stabilitas Jelang Muktamar: Tak Ada Muswil dan Muscab Luar Biasa

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PEKANBARU, CUPLIKAN.CO.ID – Menjelang muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan digelar pada Agustus atau September 2025, Sekretaris Jenderal DPP PPP M Arwani Thomafi menegaskan tidak akan ada pergantian kepengurusan di tingkat wilayah (DPW) maupun cabang (DPC). Hal ini disampaikannya dalam agenda silaturahmi bersama pengurus DPW dan DPC se-Riau di Pekanbaru, Jumat (25/4). Arwani menekankan […]

  • Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas

    Menteri Hukum Supratman Teken SK PPP Kubu Mardiono Usai Muktamar X

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID– Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengumumkan telah menandatangani Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Ketua Umum Muhammad Mardiono. Supratman mengungkapkan SK itu ditandatangani pada Rabu (1/10/2025) pagi. “Kemarin pagi saya sudah menandatangani SK pengesahan kepengurusan Bapak Mardiono,” kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Ia menjelaskan, Direktorat Jenderal […]

  • Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI dan Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (13/11/24)

    Bamsoet: Proses Hukum Berbasis Restoratif Kurangi Beban Lapas

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI dan Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (13/11/24), Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menekankan pentingnya pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pidana. Menurutnya, penyelesaian kasus yang memberi ruang dialog antara pelaku dan korban dapat menciptakan keadilan yang lebih komprehensif. “Keadilan restoratif memberikan ruang […]

  • Piala Akrilik.

    Piala Akrilik: Inovasi Modern dalam Dunia Penghargaan dan Apresiasi

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, RADIANVOICE.ID – Dalam berbagai acara penghargaan, mulai dari perlombaan sekolah hingga ajang korporat, piala merupakan simbol prestise dan pencapaian. Salah satu jenis piala yang kini semakin diminati adalah piala akrilik. Tidak hanya karena tampilannya yang modern dan elegan, tetapi juga karena fleksibilitas desain dan daya tahannya yang tinggi. Apa Itu Piala Akrilik? Piala akrilik […]

expand_less