Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Dana Desa Bikin Desa Kemilau, tapi Masyarakat Tak Sejahtera

Dana Desa Bikin Desa Kemilau, tapi Masyarakat Tak Sejahtera

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kajian Ramadhan Puspoll Indonesia mengangkat isu pembangunan desa di era pemerintahan Prabowo Subianto dalam diskusi bertajuk “Nasib Pembangunan Desa di Pemerintahan Prabowo Subianto” yang digelar di Kantor Puspoll Indonesia, Tebet, Jakarta, pada Selasa (11/2/2025). Dalam pemaparan Muhammad Syukri, Ph.D., ia menyoroti ketimpangan alokasi dana desa yang lebih berfokus pada infrastruktur dibanding kesejahteraan masyarakat.

Syukri mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000, konsep SDGs Desa diperkenalkan untuk menggeser fokus pembangunan dari infrastruktur ke aspek lain yang lebih menyentuh masyarakat. Namun, berdasarkan studi yang dilakukannya pada 2023 bersama Kompak Australia, alokasi dana desa masih sangat berat ke pembangunan fisik.

“Sebelumnya, sekitar 90% dana desa dialokasikan ke infrastruktur seperti jembatan dan embung. Ini memang baik karena banyak desa yang tertinggal infrastrukturnya, tetapi bagaimana dengan pembangunan manusianya?” ujar Syukri.

Ia juga mengkritisi peran pendamping desa yang seharusnya membantu masyarakat, tetapi justru lebih banyak bekerja untuk pemerintah desa dalam menjalankan proyek-proyek yang sering kali lebih menguntungkan kepentingan politik di pusat.

“Pendamping desa itu justru lebih banyak membantu pemerintah desa membuat laporan dan perencanaan proyek infrastruktur. Padahal, masyarakat desa lebih membutuhkan peningkatan kesejahteraan dan penguatan kelembagaan sosial budaya,” tegasnya.

Selain itu, Syukri juga menyoroti lemahnya pengaruh dana desa terhadap pengurangan kemiskinan. Berdasarkan analisis mantan Direktur SMERU, Sep Suryaadi, ditemukan bahwa pertumbuhan ekonomi di desa yang diharapkan dapat menurunkan kemiskinan justru minim dampaknya dibandingkan periode sebelumnya.

“Dana desa memang membuat desa tampak lebih baik dengan jalan yang bagus dan irigasi yang rapi, tetapi apakah itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Ternyata tidak,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti lemahnya kelembagaan desa akibat kebijakan yang lebih berorientasi pada pengawasan ketat dari pusat. Menurutnya, aturan-aturan pelaksanaan Undang-Undang Desa justru memperkuat posisi kepala desa sebagai pemegang kekuasaan tunggal tanpa mekanisme kontrol yang efektif dari masyarakat.

“Korupsi di desa merajalela karena tidak ada yang bisa mengontrol kepala desa, kecuali bupati. Mekanisme lokal yang dulu ada untuk menyelesaikan konflik di desa malah diabaikan oleh regulasi yang ada,” kata Syukri.

Di akhir paparannya, ia mengkritik sistem pengawasan yang diterapkan pemerintah terhadap desa melalui berbagai instrumen digital seperti sistem keuangan desa dan sistem monitoring pemerintah. Ia menilai hal ini lebih berorientasi pada kontrol ketat dari pusat ketimbang memberi ruang bagi desa untuk berkembang secara mandiri.

“Pemerintah pusat bisa melihat langsung uang di desa dipakai untuk apa, tapi sayangnya, desa sendiri tidak punya banyak pilihan karena mereka hanya bisa memilih dari apa yang sudah ditentukan oleh pusat,” pungkasnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soleman B.Ponto (Penulis/Voicers)

    Prajurit Tua dan Negeri Pelupa

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Oleh : Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto, ST, SH, MH, CPARB, CPM* Sejarah berdirinya Indonesia bukanlah kisah lembaga- lembaga sipil yang tertib berdiskusi di meja perundingan, melainkan narasi tentang darah, tanah, dan senjata. Ketika Proklamasi 17 Agustus 1945 dibacakan, Indonesia belum memiliki negara—belum ada birokrasi, belum ada hukum yang berjalan, belum ada kepolisian. Yang […]

  • Presiden RI ke-7 Jokowi

    Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Ijazah Palsu

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara setelah diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Usai pemeriksaan, Jokowi menegaskan komitmennya untuk menghadapi proses hukum secara terbuka dan transparan. “Ini supaya semuanya jelas dan gamblang. Lembaga yang paling kompeten untuk melihat dan memutuskan adalah […]

  • Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan dalam pertemuan antara perwakilan Mahasiswa dan Pimpinan DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (03/09).

    PB HMI Gagas Koreksi Indonesia, Desak Reformasi Partai Politik

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan meluncurkan gerakan “Koreksi Indonesia” dalam audiensi bersama Pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/9), sebagai refleksi keresahan generasi muda atas masa depan bangsa dan kinerja institusi publik. Ia memperingatkan, abainya pembenahan institusi merupakan “bom waktu” yang dapat meledak kapan saja karena kesenjangan dan ketidakadilan […]

  • Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan.

    Daniel Johan PKB Desak Investigasi Total Atas Terbitnya Izin Tambang di Raja Ampat

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID — Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, mendesak investigasi total atas terbitnya izin tambang nikel di kawasan konservasi Raja Ampat, Papua Barat Daya. Ia menilai, pemberian izin tersebut bukan sekadar kesalahan prosedural, tapi indikasi kuat penyalahgunaan kewenangan yang merusak salah satu ekosistem paling berharga di dunia. Daniel mengapresiasi langkah pemerintah yang […]

  • Ir. H. Abdullah Rasyid, ME (Kiri)

    Geliat Properti Bali dan Waspada Imigrasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. H. Abdullah Rasyid, ME Di antara Bali dan Keimigrasian telah terjalin “afliasi” yang sangat erat dan merekat. Jika Provinsi Bali menjadi salah satu “wajah-budaya” dan destinasi wisata utama di Indonesia, maka “Keimigrasian” merupakan upaya negara dalam menghadirkan penegakan hukum bagi setiap warga negara asing (WNA) agar “patuh” terhadap konstitusi positif perundangan Republik Indonesia. […]

  • Presiden Prabowo Subianto Menerima Sejumlah Organisasi Masyarakat Ormas Islam Indonesia. Sumber foto : instagram @sekretariat.kabinet

    16 Ormas Islam Dukung Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Tenang

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sebanyak 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menyatakan komitmen mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk bersama-sama menjaga ketenangan masyarakat di tengah situasi nasional yang penuh tantangan. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). Dialog yang berlangsung lebih dari tiga jam […]

expand_less