Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Dana Desa Bikin Desa Kemilau, tapi Masyarakat Tak Sejahtera

Dana Desa Bikin Desa Kemilau, tapi Masyarakat Tak Sejahtera

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kajian Ramadhan Puspoll Indonesia mengangkat isu pembangunan desa di era pemerintahan Prabowo Subianto dalam diskusi bertajuk “Nasib Pembangunan Desa di Pemerintahan Prabowo Subianto” yang digelar di Kantor Puspoll Indonesia, Tebet, Jakarta, pada Selasa (11/2/2025). Dalam pemaparan Muhammad Syukri, Ph.D., ia menyoroti ketimpangan alokasi dana desa yang lebih berfokus pada infrastruktur dibanding kesejahteraan masyarakat.

Syukri mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000, konsep SDGs Desa diperkenalkan untuk menggeser fokus pembangunan dari infrastruktur ke aspek lain yang lebih menyentuh masyarakat. Namun, berdasarkan studi yang dilakukannya pada 2023 bersama Kompak Australia, alokasi dana desa masih sangat berat ke pembangunan fisik.

“Sebelumnya, sekitar 90% dana desa dialokasikan ke infrastruktur seperti jembatan dan embung. Ini memang baik karena banyak desa yang tertinggal infrastrukturnya, tetapi bagaimana dengan pembangunan manusianya?” ujar Syukri.

Ia juga mengkritisi peran pendamping desa yang seharusnya membantu masyarakat, tetapi justru lebih banyak bekerja untuk pemerintah desa dalam menjalankan proyek-proyek yang sering kali lebih menguntungkan kepentingan politik di pusat.

“Pendamping desa itu justru lebih banyak membantu pemerintah desa membuat laporan dan perencanaan proyek infrastruktur. Padahal, masyarakat desa lebih membutuhkan peningkatan kesejahteraan dan penguatan kelembagaan sosial budaya,” tegasnya.

Selain itu, Syukri juga menyoroti lemahnya pengaruh dana desa terhadap pengurangan kemiskinan. Berdasarkan analisis mantan Direktur SMERU, Sep Suryaadi, ditemukan bahwa pertumbuhan ekonomi di desa yang diharapkan dapat menurunkan kemiskinan justru minim dampaknya dibandingkan periode sebelumnya.

“Dana desa memang membuat desa tampak lebih baik dengan jalan yang bagus dan irigasi yang rapi, tetapi apakah itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Ternyata tidak,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti lemahnya kelembagaan desa akibat kebijakan yang lebih berorientasi pada pengawasan ketat dari pusat. Menurutnya, aturan-aturan pelaksanaan Undang-Undang Desa justru memperkuat posisi kepala desa sebagai pemegang kekuasaan tunggal tanpa mekanisme kontrol yang efektif dari masyarakat.

“Korupsi di desa merajalela karena tidak ada yang bisa mengontrol kepala desa, kecuali bupati. Mekanisme lokal yang dulu ada untuk menyelesaikan konflik di desa malah diabaikan oleh regulasi yang ada,” kata Syukri.

Di akhir paparannya, ia mengkritik sistem pengawasan yang diterapkan pemerintah terhadap desa melalui berbagai instrumen digital seperti sistem keuangan desa dan sistem monitoring pemerintah. Ia menilai hal ini lebih berorientasi pada kontrol ketat dari pusat ketimbang memberi ruang bagi desa untuk berkembang secara mandiri.

“Pemerintah pusat bisa melihat langsung uang di desa dipakai untuk apa, tapi sayangnya, desa sendiri tidak punya banyak pilihan karena mereka hanya bisa memilih dari apa yang sudah ditentukan oleh pusat,” pungkasnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zuhairi Misrawi (Kedua dari Kiri)

    PDIP Ajak Santri Teladani Semangat Keislaman Bung Karno

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – PDI Perjuangan mengajak kalangan santri di seluruh Indonesia untuk meneladani semangat keislaman dan kebangsaan Bung Karno, yang dinilai mampu menyatukan nilai-nilai religius dan nasionalisme dalam satu tarikan napas perjuangan. Pesan itu disampaikan oleh Zuhairi Misrawi atau Gus Mis, Ketua DPP PDIP Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (nonaktif), dalam […]

  • Suswono di hadapan mass media.

    Suswono Minta Maaf soal Pernyataan Janda Kaya

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Suswono, meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung soal “janda kaya menikahi pemuda pengangguran.” Pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat dan menuai respons dari berbagai kalangan. Suswono menyampaikan permintaan maafnya dan mencabut pernyataan itu dalam keterangan pers yang dirilis pada Selasa (29/10). “Saya menyadari bahwa pernyataan saya […]

  • Pengukuhan Pengurus APSIPOL

    APSIPOL Dorong Penguatan Kurikulum dan SDM Ilmu Politik

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DEPOK, CUPLIKAN.CO.ID – Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan penyempurnaan kurikulum pendidikan ilmu politik di Indonesia. Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan pelantikan pengurus APSIPOL periode 2025–2028 yang digelar Kamis (20/11/2025) di FISIP Universitas Indonesia, Depok. Dalam kuliah umumnya, akademisi senior Prof. Dr. […]

  • Ilustrasi Gambar dibuat oleh Chat GPT

    RUU TNI Digugat, Pemerintah Klaim Sudah Serap Aspirasi Publik

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah menegaskan bahwa revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) telah melalui proses uji publik dan pelibatan masyarakat sebelum disahkan. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang uji formil di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (23/6/2025), di tengah gugatan sejumlah mahasiswa dan organisasi sipil yang menuding pembentukan UU tersebut tidak […]

  • Diskusi HMI Komisariat Ushuluddin menyambut Sumpah Pemuda

    Program Makanan Bergizi Gratis Dinilai Belum Sentuh Esensi SDM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai masih perlu evaluasi dalam implementasinya. Meski dinilai memiliki niat baik, kebijakan tersebut disebut belum sepenuhnya menyentuh aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Pandangan itu disampaikan oleh Dzulkarnain Jamil, M.Sos., dalam diskusi publik bertajuk “Harmoni Silaturahmi dalam Bingkai […]

  • Ketua Fraksi Partai Golkar, M.Sarmuji.

    DPR Harus Refleksi Diri, Golkar Siap Lakukan Pembenahan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, menegaskan bahwa momentum saat ini harus dijadikan kesempatan bagi seluruh lembaga negara, termasuk DPR, untuk melakukan refleksi dan pembenahan. Menurut Sarmuji, evaluasi terhadap fasilitas maupun sikap anggota DPR penting dilakukan agar keberadaan dewan benar-benar menjadi instrumen yang bermanfaat bagi masyarakat. “Andaikan pun ada langkah […]

expand_less