Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Prabowo, diantara Iminicus dan Hostis

Prabowo, diantara Iminicus dan Hostis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Fathorrahman Fadli

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam kehidupan politik yang seringkali kompleks, inimicus (musuh pribadi) dapat merepresentasikan seseorang yang berada di sekitar kita namun memiliki hubungan yang kurang harmonis atau bersifat antagonis. Ini bukan hanya soal permusuhan fisik, tetapi juga bisa mencakup persaingan pribadi atau seseorang yang terus-menerus bersaing atau merasa iri.

Iminicus juga bisa berupa ketidakharmonisan emosional. Artinya, orang yang secara emosional tidak mendukung atau bahkan mencoba menjatuhkan. Biasanya, berupa hubungan negatif berupa konflik teman, keluarga, atau kolega yang berujung pada ketidaksukaan atau bahkan perpecahan.

Manakala konflik hubungan pribadi tidak terkelola dengan baik, maka sesuatu yang sifatnya pribadi akan berubah menjadi konflik terbuka atau sering disebut dengan hostis. Contoh yang mutakhir dalam politik hari ini adalah konflik terbuka antara Jokowi dan Hasto Kristiyanto yang telah menyeret PDIP dan Megawati kedalam pusaran konflik yang rumit.

Dalam kehidupan bersama, musuh pribadi ini sering menguji kesabaran, toleransi, dan kemampuan kita untuk berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Terkadang, mereka mencerminkan kelemahan atau pelajaran yang perlu kita atasi.

Namun, inimicus juga mengingatkan kita bahwa tidak semua hubungan buruk harus disikapi dengan permusuhan. Kita bisa memilih untuk berdamai, atau setidaknya menjaga jarak demi ketenangan jiwa.

Mengatasi Iminicus

Mengatasi inimicus dalam konteks politik kekuasaan adalah tantangan besar, karena konflik pribadi sering kali meluas menjadi intrik dan persaingan yang memengaruhi keputusan atau stabilitas kekuasaan.

Namun, pemimpin Ikhlas seperti Prabowo hendaknya dapat menata dirinya dengan banyak pendekatan. Sebagai sosok yang matang menghadapi konflik kepentingan, ia dapat melakukan beberapa cara untuk menghadapinya.

Pertama, Prabowo harus memahami dengan benar, betapa mahalnya kepentingan bersama di tengah-tengah rakyat yang menderita akibat tekanan ekonomi. Sebab dalam politik, kepentingan sering kali lebih besar daripada konflik pribadi. Dari sinilah sebenarnya, setiap pemimpin harus pandai mencari titik temu atau kepentingan yang bisa mempertemukan kedua pihak.

Kedua, Prabowo harus semakin fokus pada tujuan kolektif, seperti kesejahteraan rakyat atau stabilitas politik. Hal ini sangatlah penting agar rakyat tidak menjadi korban dari polarisasi kepentingan elit yang kerapkali didasari oleh interest pribadi yang sempit dan berjangka pendek.

Ketiga, Prabowo harus mampu memisahkan urusan pribadi dari profesionalitas dia sebagai pemimpin rakyat. Jika hal ini dipegang teguh, maka rakyat akan menjadi kekuatan yang dahsyat untuk mengukuhkan kekuasaan yang ia kendalikan saat ini. Keperbihakan kepada rakyat adalah modalitas utama Prabowo sebagai prasyarat pokok untuk bertahan. Jangan biarkan permusuhan pribadi memengaruhi kebijakan atau tindakan strategis. Bertindaklah dengan objektivitas dan logika.

Keempat, Prabowo harus menggunakan diplomasi. Dalam kehidupan yang luas, negosiasi adalah kunci. Bersikaplah terbuka terhadap dialog meskipun ada ketidaksukaan pribadi. Pada kenyataannya, dalam hidup yamg penuh dinamika, terkadang seorang musuh bisa berubah menjadi sekutu terkuat jika didekati dengan cara yang tepat.

Kelima, Prabowo harus menghindari balas dendam atau konfrontasi langsung. Sebab dunia
politik penuh dengan jebakan emosional. Balas dendam hanya akan memperbesar konflik. Sebaliknya, gunakan strategi cerdas untuk mengurangi ketegangan.

Bangun aliansi yang kuat

Dalam politik, kekuatan jaringan adalah senjata. Jika inimicus mencoba melemahkan Prabowo, maka dia harus pastikan memiliki dukungan dari orang-orang yang setia dan memiliki pengaruh.
Disinilah sangat dibutuhkan sikap dan konsistensi tersendiri.

Apabila Prabowo selalu mwnunjukkan sikap yang bermartabat dan konsisten, maka saya pastikan para inimicus kehilangan legitimasi dalam menyerangnya. Usahakan, jangan beri peluang bagi mereka membuat alasan untuk merusak reputasinya.

Terkait dengan itu semua, belajar dari sejarah adalah penting sekali. Banyak pemimpin besar menghadapi musuh pribadi dalam kekuasaan, seperti Julius Caesar dan Cicero di Roma Kuno. Mereka berhasil atau gagal bergantung pada kemampuan mereka mengelola konflik pribadi dalam konteks politik.

Dalam politik, mengelola inimicus bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang bagaimana konflik itu dapat diubah menjadi peluang untuk menunjukkan kemampuan kepemimpinan (RED).

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesia Development Research-IDR dan Dosen Manajemen SDM, FEB Universitas Pamulang

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, saat foto bersama dengan peserta dan panitia Training Raya HMI Cabang Bogor pada Sabtu (28/12/2024) kemarin.

    Viva Yoga: Kader HMI Harus Kuasai Dua Pilar Utama

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan pesan penting kepada peserta Training Raya HMI di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2024) kemarin. Dalam sambutannya, Viva Yoga menekankan bahwa kader HMI harus menguasai dua pilar utama sebagai bekal menjadi pemimpin bangsa. Menurut Viva Yoga, pilar pertama adalah penguasaan ilmu fakultatif, yakni keahlian sesuai bidang […]

  • Juru Bicara Operasi True Promise 3, Kolonel Iman Tajik

    Rudal Fattah Tembus Pertahanan, Iran Kuasai Langit Israel

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Juru bicara Operasi True Promise 3, Kolonel Iman Tajik, menyatakan bahwa serangan rudal Iran pada Selasa malam menegaskan dominasi penuh Republik Islam atas wilayah udara kawasan pendudukan. Dalam keterangan resminya, Tajik memuji keberhasilan Gelombang ke-11 serangan yang dilancarkan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Islam (I.R.G.C.) dengan menggunakan rudal Fattah generasi pertama. “Rudal-rudal Fattah […]

  • Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono (Kanan), saat menemui Himpunan Media Senayan Jawa Timur pada Kamis (7/11/2024) kemarin di Jakarta.

    Anggota DPR RI PKS, Riyono, Dorong Insentif untuk Tarik Minat Petani Muda

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID –Dalam upaya mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan, Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengajukan ide strategis untuk menarik generasi muda agar tertarik menjadi petani. Menurutnya, insentif berupa gaji dari pemerintah bisa menjadi daya tarik yang kuat bagi kaum muda untuk terjun ke sektor pertanian yang modern. Riyono menekankan bahwa […]

  • Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono

    Kebijakan Kenaikan Pajak Dinilai Kontraproduktif bagi Ekonomi Desa

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SEMARANG, CUPLIKAN.CO.ID –  Kebijakan pemerintah terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan pungutan sektor kelautan perikanan menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menyebut kebijakan ini tidak hanya membebani masyarakat desa, tetapi juga berpotensi memperburuk angka kemiskinan di wilayah pedesaan. “Data menunjukkan bahwa kemiskinan di pedesaan naik dari 12,60% pada […]

  • Muktamar ke-IX Pengajian Al Hidayah

    Muktamar Al Hidayah Jadi Momentum MoU Peningkatan Pendidikan

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rangkaian Muktamar ke-IX Pengajian Al-Hidayah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengajian Al-Hidayah terkait penguatan karakter, peningkatan mutu pendidikan, serta ketahanan keluarga di era digital. Penandatanganan ini berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Senin (20/10), disaksikan langsung oleh peserta muktamar dan jajaran pejabat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, […]

  • Ketua Fraksi Partai Golkar, M.Sarmuji (tengah) bersama Ketua Komisi XI DPR RI, M.Misbakhun, dalam diskusi Fraksi Partai Golkar di Ruang Rapat Fraksi Golkar di Gedung Parlemen Jakarta pada Selasa (19/11/2024).

    Fraksi Golkar Bahas Strategi Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fraksi Partai Golkar menggelar diskusi bertajuk “Mencari Cara Ekonomi Tumbuh Tinggi” di Ruang Rapat Fraksi Partai Golkar di Gedung Parlemen Jakarta pada Selasa (19/11/2024). Diskusi ini mengupas langkah-langkah strategis untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana diinginkan Presiden Prabowo Subianto. “Target pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah hal yang optimistis, […]

expand_less