Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Prabowo, diantara Iminicus dan Hostis

Prabowo, diantara Iminicus dan Hostis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Fathorrahman Fadli

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam kehidupan politik yang seringkali kompleks, inimicus (musuh pribadi) dapat merepresentasikan seseorang yang berada di sekitar kita namun memiliki hubungan yang kurang harmonis atau bersifat antagonis. Ini bukan hanya soal permusuhan fisik, tetapi juga bisa mencakup persaingan pribadi atau seseorang yang terus-menerus bersaing atau merasa iri.

Iminicus juga bisa berupa ketidakharmonisan emosional. Artinya, orang yang secara emosional tidak mendukung atau bahkan mencoba menjatuhkan. Biasanya, berupa hubungan negatif berupa konflik teman, keluarga, atau kolega yang berujung pada ketidaksukaan atau bahkan perpecahan.

Manakala konflik hubungan pribadi tidak terkelola dengan baik, maka sesuatu yang sifatnya pribadi akan berubah menjadi konflik terbuka atau sering disebut dengan hostis. Contoh yang mutakhir dalam politik hari ini adalah konflik terbuka antara Jokowi dan Hasto Kristiyanto yang telah menyeret PDIP dan Megawati kedalam pusaran konflik yang rumit.

Dalam kehidupan bersama, musuh pribadi ini sering menguji kesabaran, toleransi, dan kemampuan kita untuk berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Terkadang, mereka mencerminkan kelemahan atau pelajaran yang perlu kita atasi.

Namun, inimicus juga mengingatkan kita bahwa tidak semua hubungan buruk harus disikapi dengan permusuhan. Kita bisa memilih untuk berdamai, atau setidaknya menjaga jarak demi ketenangan jiwa.

Mengatasi Iminicus

Mengatasi inimicus dalam konteks politik kekuasaan adalah tantangan besar, karena konflik pribadi sering kali meluas menjadi intrik dan persaingan yang memengaruhi keputusan atau stabilitas kekuasaan.

Namun, pemimpin Ikhlas seperti Prabowo hendaknya dapat menata dirinya dengan banyak pendekatan. Sebagai sosok yang matang menghadapi konflik kepentingan, ia dapat melakukan beberapa cara untuk menghadapinya.

Pertama, Prabowo harus memahami dengan benar, betapa mahalnya kepentingan bersama di tengah-tengah rakyat yang menderita akibat tekanan ekonomi. Sebab dalam politik, kepentingan sering kali lebih besar daripada konflik pribadi. Dari sinilah sebenarnya, setiap pemimpin harus pandai mencari titik temu atau kepentingan yang bisa mempertemukan kedua pihak.

Kedua, Prabowo harus semakin fokus pada tujuan kolektif, seperti kesejahteraan rakyat atau stabilitas politik. Hal ini sangatlah penting agar rakyat tidak menjadi korban dari polarisasi kepentingan elit yang kerapkali didasari oleh interest pribadi yang sempit dan berjangka pendek.

Ketiga, Prabowo harus mampu memisahkan urusan pribadi dari profesionalitas dia sebagai pemimpin rakyat. Jika hal ini dipegang teguh, maka rakyat akan menjadi kekuatan yang dahsyat untuk mengukuhkan kekuasaan yang ia kendalikan saat ini. Keperbihakan kepada rakyat adalah modalitas utama Prabowo sebagai prasyarat pokok untuk bertahan. Jangan biarkan permusuhan pribadi memengaruhi kebijakan atau tindakan strategis. Bertindaklah dengan objektivitas dan logika.

Keempat, Prabowo harus menggunakan diplomasi. Dalam kehidupan yang luas, negosiasi adalah kunci. Bersikaplah terbuka terhadap dialog meskipun ada ketidaksukaan pribadi. Pada kenyataannya, dalam hidup yamg penuh dinamika, terkadang seorang musuh bisa berubah menjadi sekutu terkuat jika didekati dengan cara yang tepat.

Kelima, Prabowo harus menghindari balas dendam atau konfrontasi langsung. Sebab dunia
politik penuh dengan jebakan emosional. Balas dendam hanya akan memperbesar konflik. Sebaliknya, gunakan strategi cerdas untuk mengurangi ketegangan.

Bangun aliansi yang kuat

Dalam politik, kekuatan jaringan adalah senjata. Jika inimicus mencoba melemahkan Prabowo, maka dia harus pastikan memiliki dukungan dari orang-orang yang setia dan memiliki pengaruh.
Disinilah sangat dibutuhkan sikap dan konsistensi tersendiri.

Apabila Prabowo selalu mwnunjukkan sikap yang bermartabat dan konsisten, maka saya pastikan para inimicus kehilangan legitimasi dalam menyerangnya. Usahakan, jangan beri peluang bagi mereka membuat alasan untuk merusak reputasinya.

Terkait dengan itu semua, belajar dari sejarah adalah penting sekali. Banyak pemimpin besar menghadapi musuh pribadi dalam kekuasaan, seperti Julius Caesar dan Cicero di Roma Kuno. Mereka berhasil atau gagal bergantung pada kemampuan mereka mengelola konflik pribadi dalam konteks politik.

Dalam politik, mengelola inimicus bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang bagaimana konflik itu dapat diubah menjadi peluang untuk menunjukkan kemampuan kepemimpinan (RED).

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesia Development Research-IDR dan Dosen Manajemen SDM, FEB Universitas Pamulang

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Buruh 2026: Dari Palu ke Layar Ponsel

    Hari Buruh 2026: Dari Palu ke Layar Ponsel

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    JAKARTA, EDITORIA.CO.ID – Oleh Bayu Angga Saputra S.E., M.M. (Aktivis dan Penggiat Media Sosial) Indonesia kembali memperingati Hari Buruh Internasional. Di negeri ini 1 Mei bukan sekadar tanggal merah biasa, tetapi ia sudah ditetapkan sebagai hari libur sejak Keppres No. 24 Tahun 2013, dan tetap tercantum dalam daftar libur nasional 2026. Secara sejarah, May Day […]

  • Pengamat politik Adi Prayitno

    Dua Kubu di PDIP Soal Jokowi, Rekonsiliasi Masih Sulit Terwujud

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai pernyataan Puan Maharani yang mengajak untuk mengakhiri ketegangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan adanya dua kubu dalam PDIP terkait sikap terhadap mantan kadernya itu. Menurut Adi, kubu pertama bersikap keras dan konfrontatif terhadap Jokowi, yang diwakili oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua […]

  • Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto

    KPK Geledah Dua Rumah di Kaltim Terkait Izin Usaha Pertambangan di Kaltim

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait perkara dugaan korupsi pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur. Penggeledahan dilakukan pada tanggal 22 dan 23 Oktober 2024 di dua lokasi berbeda. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan di dua rumah, masing-masing berlokasi di Kabupaten Kutaikertanegara dan Kota Samarinda. […]

  • Anggota DPR RI FPKB, Usman Husin

    Usman Minta Program Kereta Petani Dievaluasi agar Manfaat Maksimal

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, meminta pemerintah dan KAI Commuter melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap pengoperasian Kereta Petani–Pedagang rute Merak–Rangkasbitung yang resmi berjalan sejak Senin (1/12/2025). Menurutnya, program ini sangat bermanfaat, namun perlu penataan lebih lanjut agar tidak kehilangan efektivitas. Usman menilai kehadiran kereta khusus tersebut telah membuka akses […]

  • Ketua PBNU Gus Fahrur Rozi

    PBNU Tekankan Pentingnya Penindakan Tegas Terhadap Judi Online

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyoroti pentingnya penindakan tegas terhadap judi online, menyusul terungkapnya kasus yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur memuji kepolisian yang berhasil menangkap sejumlah tersangka terkait kasus tersebut. “Kita apresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah bekerja keras dan berhasil […]

  • Sebuah jet tempur Israel lepas landas untuk melakukan serangan terhadap target-target Hizbullah di Lebanon selatan. Sumber foto : Reuters

    Bak Neraka, 150 Roket Diluncurkan Hezbollah ke Israel

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    LEBANON, CUPLIKAN.CO.ID – Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon selatan pada Jumat (20/9), menghancurkan lebih dari 100 peluncur roket milik kelompok milisi Hizbullah. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak, dengan Israel menyatakan bahwa serangan ini adalah salah satu yang paling intens sejak konflik terbaru dengan Hizbullah dimulai. Menurut laporan dari […]

expand_less