Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » Andi Syafrani Gugat Pansel Kompolnas dan Presiden di PTUN Jakarta

Andi Syafrani Gugat Pansel Kompolnas dan Presiden di PTUN Jakarta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pendaftaran gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta resmi terdaftar hari ini dengan nomor 400/G/TF/2024/PTUN.Jkt. Gugatan ini diajukan oleh Andi Syafrani, peserta seleksi calon anggota Kompolnas periode 2024-2028.

Gugatan ini ditujukan kepada Panitia Seleksi (Pansel) Kompolnas yang diketuai oleh Prof. Hermawan Sulistyo serta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurut Andi, gugatan ini merupakan kelanjutan dari keberatan yang sebelumnya telah ia ajukan.

Keberatan Andi berkaitan dengan perubahan status salah satu peserta seleksi yang lolos dalam 12 besar. Peserta tersebut awalnya masuk kategori Pakar Kepolisian, namun diubah menjadi Tokoh Masyarakat di akhir proses seleksi.

“Sejak awal, peserta sudah dibagi menjadi dua kategori, yaitu Tokoh Masyarakat dan Pakar Kepolisian. Namun tiba-tiba, di akhir seleksi, status salah satu peserta diubah, sehingga kesempatan calon lain dari unsur Tokoh Masyarakat hilang,”kata Andi di Jakarta, Kamis (24/10/2024)

Karena Presiden terlibat dalam pengangkatan hasil seleksi Pansel, ia turut digugat. Menurut Andi, tujuan gugatan ini untuk memastikan bahwa tidak ada tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh Pansel.

“Kami meminta agar usulan Pansel kepada Presiden dibatalkan, dan Presiden diminta untuk membentuk Pansel baru yang akan mengulang tahapan akhir seleksi,” tambah Andi.

Selain itu, Andi juga meminta agar proses pemilihan anggota Kompolnas ditunda sampai putusan hukum dari PTUN berkekuatan tetap. “Kami berharap, langkah hukum ini dihormati oleh semua pihak, karena ini adalah bagian dari negara hukum,” katanya.

Andi menegaskan bahwa tindakan Pansel dalam kasus ini telah melanggar prinsip hukum pemerintahan. Ia berharap bahwa gugatan ini bisa menjadi preseden yang memastikan seleksi anggota Kompolnas berjalan sesuai aturan dan adil bagi semua peserta.

Selain Andi, beberapa peserta lain yang ikut dalam seleksi juga mengajukan keberatan serupa dan mungkin akan mengikuti langkah Andi dengan mengajukan gugatan. “Ini adalah kesempatan bagi Presiden untuk mengevaluasi Pansel agar bekerja lebih independen dan profesional,” tutup Andi (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo

    Bamsoet: Bonus Demografi Momentum Generasi Muda Bawa Indonesia ke Panggung Global

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua MPR RI ke-16, Bambang Soesatyo, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membawa Indonesia menuju kemajuan global. Dalam sambutan daring pada wisuda sarjana ke-2 Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA), Kamis (26/9/24), Bamsoet menegaskan bahwa bangsa Indonesia tengah berada pada fase bonus demografi, yang merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Bamsoet […]

  • Ketua Umum PPP, Mardiono

    PPP Gelar Muktamar X, Mardiono Klaim 70 Persen Dukungan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah bersiap menggelar Muktamar ke-X pada 27–29 September 2025 di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Forum ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan partai berlambang Kakbah ke depan. Tiga nama mencuat sebagai calon kuat Ketua Umum PPP periode 2025–2030, yakni Plt Ketum saat ini Muhammad Mardiono, mantan Menteri […]

  • Aktivis 98 Nilai Reformasi Belum Hadirkan Keadilan Sosial, Soroti Kesejahteraan Rakyat dan Demokrasi

    Aktivis 98 Nilai Reformasi Belum Hadirkan Keadilan Sosial, Soroti Kesejahteraan Rakyat dan Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Sejumlah aktivis Gerakan Reformasi 1998 menilai agenda Reformasi yang telah berjalan lebih dari dua dekade belum sepenuhnya mampu menghadirkan keadilan sosial dan demokrasi yang sehat sebagaimana dicita-citakan saat perjuangan Reformasi bergulir. Penilaian tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “98 Menggugat, Lanjutkan Reformasi!!!” yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang dimoderatori Ignatius […]

  • PIRA

    Peringati Hari Guru Nasional, PIRA Bagikan 600 Sembako di Jakarta

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, sayap Partai Gerindra, Perempuan Indonesia Raya (PIRA) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan santunan anak yatim di Jl. Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin (24/11). Acara tersebut dihadiri ratusan warga yang menyambut antusias. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP PIRA, Novita Wijayanti, […]

  • Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Skema WFH Diperpanjang Dua Bulan

    Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Skema WFH Diperpanjang Dua Bulan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Pemerintah mulai menyusun langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah perubahan situasi global. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah perpanjangan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama dua bulan ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempertahankan […]

  • Salah satu adegan dalam film Designated Survivor : 60 Days

    Review Film Designated Survivor: 60 Days – Ketegangan Politik di Tengah Krisis Nasional

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – “Designated Survivor: 60 Days” adalah adaptasi drama politik Korea Selatan dari serial Amerika yang populer, Designated Survivor. Disutradarai oleh Yoo Jong-sun, serial ini tayang pada tahun 2019 dan dengan cepat menarik perhatian berkat premisnya yang menarik serta relevansinya terhadap dinamika politik modern. Serial ini terdiri dari 16 episode dan menggambarkan ketegangan politik […]

expand_less