Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » KAHMI Soroti Ketimpangan Ekonomi di Tahun Pertama Prabowo

KAHMI Soroti Ketimpangan Ekonomi di Tahun Pertama Prabowo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai telah menunjukkan arah positif dalam pembangunan ekonomi nasional, namun ketimpangan antarwilayah dan sektor ekonomi masih menjadi tantangan besar.

Penilaian ini disampaikan dalam diskusi reflektif bertajuk “Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo: Bidang Ekonomi dan Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) di KAHMI Centre, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama: Dr. M. Syarkawi Rauf, pengamat ekonomi dari Universitas Hasanuddin Makassar, dan Khudori, pengamat ekonomi pertanian dari Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI).

Menurut Dr. M. Syarkawi Rauf, arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo sudah berada di jalur yang tepat, namun belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi 5 persen itu bagus, tapi belum cukup untuk disebut inklusif. Masyarakat bawah masih belum merasakan dampak nyata dari stabilitas ekonomi nasional,” ujar Syarkawi.

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju industri manufaktur, sekaligus membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

“Pemerataan ekonomi tidak akan tercapai tanpa aglomerasi ekonomi daerah. Pemerintah perlu membangun ekosistem industri di setiap provinsi agar tidak hanya Jawa yang tumbuh,” tegasnya.

MN KAHMI dalam refleksinya menilai bahwa investasi besar di sektor pangan dan energi masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia. Akibatnya, daerah-daerah di timur Indonesia belum sepenuhnya menikmati manfaat pembangunan.

“Pemerintah sudah membuka peluang investasi dan proyek strategis, tetapi perlu keberanian untuk menggeser pusat pertumbuhan ke daerah-daerah baru,” kata Sekjen MN KAHMI, Syamsul Qomar.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan daerah untuk memperkuat sinergi pembangunan, terutama dalam hal pengelolaan pangan dan distribusi logistik.

Krisis Data dan Koordinasi Kebijakan

Selain soal ketimpangan ekonomi, KAHMI juga menyoroti lemahnya koordinasi data nasional yang menghambat efektivitas kebijakan. Perbedaan data antara Kementerian Pertanian, BPS, dan Bulog disebut menjadi penyebab keterlambatan dalam intervensi pasar dan kebijakan impor.

“Kalau data pangan saja tidak sinkron, bagaimana kita bisa menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran?” ujar Syarkawi.

MN KAHMI mendorong agar pemerintah membangun satu sistem data nasional terintegrasi untuk menghindari tumpang tindih kebijakan antarinstansi.

Meski menyampaikan sejumlah catatan kritis, MN KAHMI tetap optimistis bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran mampu memperkuat pondasi ekonomi yang berkeadilan di tahun-tahun mendatang.

“Tahun kedua harus menjadi masa konsolidasi kebijakan. Fokus pada industrialisasi daerah, digitalisasi UMKM, dan percepatan reformasi pangan nasional,” ujar Syamsul.

Refleksi satu tahun ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi juga tentang pemerataan, kemandirian, dan keberlanjutan (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnalis Al Jazeera, Anas Al -Sharif ketika melaporkan kondisi Gaza sebelum akhirnya dibunuh oleh Israel

    Greenpress Kecam Israel Atas Pembunuhan Dua Jurnalis di Gaza

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Serangan udara Israel di Gaza kembali menuai kecaman internasional. Greenpress Indonesia secara lantang mengutuk pembunuhan dua jurnalis Al Jazeera, Anas Al-Sharif dan Mohammed Quraiqa, yang tewas saat meliput di depan Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, pada 10 Agustus 2025. Selain keduanya, dua juru kamera di antaranya Ibrahim Zaher dan Moamen Aliwa, serta seorang […]

  • Direktur Eksekutif Indonesia Development Research, Fathorrahman Fadli.

    Great Indonesia Muncul, IDR: Ini Harapan Baru Bangsa!

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kehadiran think tank baru bernama Great Indonesia mendapat sambutan hangat dari Indonesia Development Research (IDR). Lembaga pemikir ini diharapkan bisa menyumbang ide-ide progresif untuk pembangunan bangsa yang kian kompleks. Direktur Eksekutif IDR, Fathorrahman Fadli, menilai kehadiran Great Indonesia sangat relevan di tengah minimnya wadah pemikiran yang independen dan visioner. “Kami ucapkan selamat […]

  • Perang Dagang AS-China berlanjut di Tiktok

    Produsen China Tawarkan Barang Mewah Murah Lewat TikTok, AS Cemas soal Dampak Perang Tarif

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BEIJING, CUPLIKAN.CO.ID – Produsen-produsen di China mulai mengambil langkah baru dalam menghadapi tekanan tarif dari Amerika Serikat. Alih-alih hanya melalui jalur perdagangan konvensional, mereka kini memanfaatkan media sosial TikTok untuk menjangkau konsumen langsung, melewati perantara dan beban tarif yang dipicu kebijakan mantan Presiden AS, Donald Trump. Langkah ini membuka babak baru dalam perang dagang: dari […]

  • Sekjen DPR

    Rumah Dinas DPR Tak Layak Huni, Sekjen DPR : yang Menghuni Tenaga Ahli!

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID– Beberapa rumah dinas DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, dilaporkan dalam kondisi yang kurang layak huni. Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, mengungkapkan bahwa sejumlah rumah tersebut sebenarnya ditempati oleh tim ahli anggota DPR, sementara sebagian besar anggota DPR memilih untuk tinggal di rumah pribadi mereka di wilayah Jabodetabek. “Banyak anggota yang tidak menempati […]

  • Akademisi Soroti Dampak PSN di Papua Selatan, Minta Evaluasi dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat

    Akademisi Soroti Dampak PSN di Papua Selatan, Minta Evaluasi dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Program Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan kembali menjadi perhatian publik dalam sebuah diskusi dan pemutaran film dokumenter Pesta Babi yang digelar di Kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Jakarta. Dalam forum tersebut, sejumlah akademisi, mahasiswa, dan aktivis menyoroti potensi dampak sosial dan lingkungan dari proyek pengembangan pangan dan energi yang […]

  • Profil Endang Yustika, Pengusaha Muda yang Viral Usai Pernyataannya di Threads Tuai Pro-Kontra

    Profil Endang Yustika, Pengusaha Muda yang Viral Usai Pernyataannya di Threads Tuai Pro-Kontra

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta – Nama Endang Yustika menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah unggahannya di platform Threads memicu perdebatan di kalangan warganet. Influencer sekaligus pengusaha muda tersebut viral setelah menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara kondisi finansial dan nilai seseorang, yang memunculkan beragam respons dari publik. Endang Yustika dikenal sebagai entrepreneur yang membangun bisnis di bidang […]

expand_less