Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sarmuji Kritik Arah Sistem Ketatanegaraan Usai Putusan MK

Sarmuji Kritik Arah Sistem Ketatanegaraan Usai Putusan MK

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, menyampaikan keprihatinannya terhadap arah sistem ketatanegaraan Indonesia yang dinilai semakin tidak konsisten pasca keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024.

Dalam diskusi bertema “Quo Vadis Pemilu Indonesia?” yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (24/7), Sarmuji menegaskan bahwa pendulum kekuasaan yang dulu pernah didominasi oleh eksekutif dan legislatif kini tampak berpindah ke ranah yudikatif, khususnya Mahkamah Konstitusi.

“Kalau dulu GBHN disusun oleh eksekutif, lalu ada fase legislatif-heavy, sekarang justru seperti masuk ke ranah judikatif-heavy. MK tampaknya mulai menentukan arah ketatanegaraan, bahkan kadang menafsirkan aturan yang sebenarnya tidak perlu ditafsirkan,” ujar Sarmuji.

Ia menyoroti inkonsistensi putusan MK yang justru melemahkan upaya memperkuat sistem presidensial, antara lain dengan menghapus presidential threshold dan cenderung menurunkan parliamentary threshold.

“Itu artinya insentif bagi lahirnya partai baru makin terbuka, padahal sistem multipartai ekstrem justru bertentangan dengan cita-cita presidensialisme yang efektif,” tegasnya.

Sarmuji juga menyampaikan bahwa ada dilema besar dalam kewenangan MK: di satu sisi, putusannya bersifat final dan mengikat; namun di sisi lain, banyak ahli menilai beberapa putusan MK justru bertentangan dengan semangat konstitusi itu sendiri.

“Kalau semua lembaga tinggi negara berjalan dengan visinya masing-masing, tanpa fondasi ketatanegaraan yang disepakati bersama, maka sistem ini akan terus centang-perenang,” ujarnya.

Sebagai solusi, Sarmuji mendorong agar lembaga-lembaga tinggi negara — termasuk MK, Presiden, dan DPR — duduk bersama untuk merumuskan peta dasar sistem ketatanegaraan Indonesia yang bersifat kolektif dan jangka panjang.

Diskusi ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Prof. Mahfud MD, Arteria Dahlan, dan Valina Singka Subekti, serta ratusan peserta daring dan luring dari berbagai unsur masyarakat, akademisi, dan Pengurus dan kader Partai Golkar dari berbagai tingkatan (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Menko Polhukan, Mahfud MD.

    Presiden Diminta Tegas, Kasus Pagar Laut Tangerang Harus Segera Ditindak!

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TANGERANG, CUPLIKAN.CO.ID – Kasus pagar laut misterius di perairan Tangerang yang telah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) memicu kecurigaan berbagai pihak. Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan. Menurutnya, Kejaksaan Agung (Kejagung), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki kewenangan penuh […]

  • Ilustrasi Kekerasan Seksual Verbal

    Mahasiswi di Singaraja Alami Pelecehan Seksual Verbal Saat Survei di Kantor Kelurahan

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SINGARAJA, CUPLIKAN.CO.ID – Seorang mahasiswi berinisial E, yang sedang menjalankan tugas survei di dua kelurahan di Kabupaten Buleleng, Singaraja, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya pada Kamis, (12/9/2024). Dalam tugasnya untuk sebuah lembaga survei, E mendapati dirinya menjadi korban pelecehan seksual verbal oleh beberapa perangkat desa di Kelurahan KB. Menurut E, kejadian bermula ketika ia […]

  • Reaksi salah satu umat Katolik terhadap asap putih yang menandakan bahwa Paus baru telah terpilih, di Vatikan, 8 Mei. Sumber foto : REUTERS/Eloisa Lopez.

    Dari Asap Putih hingga “Habemus Papam”: Inilah Proses Pemilihan Paus Baru di Vatikan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    VATIKAN, CUPLIKAN.CO.ID – Kepulan asap putih dari cerobong Kapel Sistina menandakan kepada dunia bahwa seorang Paus baru, Uskup Roma dan penerus Santo Petrus, telah terpilih. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding Kapel Sistina sebelum momen bersejarah itu? Sebagaimana dilaporkan oleh Alessandro Di Bussolo untuk Vatican News, inilah tahapan lengkap proses pemilihan Paus, dari […]

  • Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Sumber foto : istimewa

    Bamsoet: Indonesia Harus Aktif Berkontribusi pada Perdamaian Global

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua MPR RI, menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia harus aktif berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Dalam kuliah daring yang disampaikannya di Universitas Pertahanan RI (Unhan), Bamsoet menyebutkan bahwa politik bebas aktif yang dianut Indonesia memberi ruang bagi negara untuk mengambil peran penting dalam percaturan global. “Politik luar negeri kita […]

  • Komisi I: KI Pusat Harus Hilangkan Kendala Akses Informasi Publik

    Komisi I: KI Pusat Harus Hilangkan Kendala Akses Informasi Publik

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle MA
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa tugas utama Komisi Informasi Pusat bukan sekadar memperbanyak publikasi informasi, melainkan memastikan tidak ada lagi hambatan yang menghalangi akses masyarakat terhadap informasi publik. Penegasan tersebut disampaikan Sukamta saat memimpin sesi ketiga uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KI Pusat periode 2026–2030 di Gedung DPR […]

  • Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud (HRD)

    Aceh Terisolasi Parah, HRD Minta Rute Laut Dibuka

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud (HRD), menegaskan bahwa Aceh kini menghadapi situasi krisis akibat banjir dan longsor yang memutus akses utama antarwilayah. Ia menilai Pemerintah Aceh perlu segera mengubah strategi penanganan dengan memanfaatkan jalur laut sebagai backbone mobilitas warga dan logistik. HRD menyoroti kondisi sejumlah daerah yang terisolasi […]

expand_less