Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Performansi Diplomatik Prabowo dalam Kancah Pergaulan Dunia

Performansi Diplomatik Prabowo dalam Kancah Pergaulan Dunia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Fathorrahman Fadli*

Pidato presiden Prabowo pada sidang G-20 sungguh menarik perhatian para pemimpin dunia. Dalam pidatonya di KTT G20 di Brasil pada November 2024, Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan dan transisi energi hijau. Performansi diplomatik Prabowo sebagai Kepala Negara terlihat pada posisi membanggakan kita semua selaku warga negara. Pada saat itu Prabowo menyampaikan beberapa pokok pikiran.

Pertama, soal perubahan Iklim dan pentingnya transisi energi bagi perbaikan dunia. Prabowo menyebutkan, perubahan iklim terhadap Indonesia, termasuk kenaikan permukaan laut yang mengancam lahan produktif dan kehidupan petani serta nelayan. Untuk mengatasi ini, Indonesia berkomitmen mencapai emisi nol bersih sebelum 2050. Prabowo berencana mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dalam 15 tahun ke depan. Selanjutnya ia sebagai presiden Indonesia akan membangun lebih dari 75 gigawatt energi terbarukan​​​​.

Semua itu akan dilakukan secara bertahap dan terencana sehingga Indonesia menjadi negara dengan standar kelas dunia yang ramah lingkungan. Tentu saja, country promotion seperti yang ditunjukkan Prabowo itu harus mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat terutama partai politik yang kader-kadernya kini banyak mengisi kabinet Merah Putih. Tanpa dukungan penuh kabinet, rasanya komitmen Prabowo itu akan mencair diperjalananan kekuasaannya. Tentu ini suatu yang tidak kita harapkan sebagai bangsa yang ingin maju dan beradab.

Kedua, Prabowo juga menyatakan komitmen pemerintahannya pada ketahanan pangan dan penanggulangan kemiskinan. Ia menyoroti pentingnya mengatasi kelaparan dan kemiskinan, sejalan dengan tema konferensi di Brasil tersebut. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai ketahanan pangan dan mengatasi kelaparan dalam tiga tahun ke depan​​​​. Komitmen ini sudah ditunjukkan Prabowo dengan berusaha membangun sentra-sentra produksi pangan nasional yang digerakkan dengan teknologi pertanian moderen. Prabowo berharap, negaranya yang selama ini tergantung pada asing, di bawah dirinya diharapkan akan surplus dan bahkan dapat menjadi eksportir pangan dunia.

Ketiga, sebagai negara yang mencintai hidup damai, Prabowo menekankan komitmen Indonesia pada prinsip perdamaian global. Prabowo menyerukan solusi damai untuk konflik di Ukraina dan Palestina, menekankan bahwa stabilitas global diperlukan untuk mengatasi tantangan ekonomi dan sosial​​. Manakala dunia tidak aman, maka seluruh bangsa akan menuai akibat buruknya pada kehidupan mereka. Oleh karena itu, dengan politik bebas aktif Indonesia yang sudah menjadi platform pergaulan dunia, Indonesia menyatakan kembali komitmennya pada perdamaian dunia dan keadilan sosial. Sejalan dengan itu maka Prabowo akan bergaul dengan negara manapun atas dasar saling menguntungkan satu sama lain.

Kempat, Indonesia menyatakan siap berkontribusi terhadap WHO. Untuk itu Indonesia berjanji memberikan dukungan dana sebesar 30 juta USD untuk menutup kesenjangan pendanaan WHO, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama global dalam kesehatan​​Pidato Prabowo ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terluas, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global. Prabowo meminta dukungan negara maju untuk memberikan kompensasi atas peran ini melalui mekanisme kredit karbon​​​​.

Mencermati Kunjungan ke China

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke China pada 8-10 November 2024 mendapat berbagai respon di dalam negeri, sebagian besar positif, namun juga menimbulkan diskusi yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Sebagian orang melihat kunjungan tersebut merupakan keberhasilan diplomatik dan ekonomi bagi Indonesia.

Kunjungan ini menghasilkan tujuh kesepakatan bilateral dan investasi senilai USD 10,07 miliar (sekitar Rp 157 triliun). Kesepakatan tersebut mencakup kerjasama di bidang mineral hijau, perikanan berkelanjutan, sumber daya air, dan perdagangan. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan China serta mendukung pengembangan energi bersih dan ketahanan pangan di Indonesia.

Namun demikian kunjungan tersebut juga menimbulkan kritik dan kekhawatiran yang tidak boleh dianggap remeh. Beberapa pihak dalam negeri khawatir bahwa penguatan hubungan dengan China dapat memengaruhi posisi Indonesia dalam persaingan geopolitik, terutama terkait kebijakan bebas aktif yang menjadi prinsip dasar politik luar negeri Indonesia. Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak akan mengubah sikap Indonesia yang netral dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Di kalangan publik, kunjungan ini mendapat perhatian besar. Sebagian memuji pendekatan pragmatis Prabowo yang berfokus pada investasi dan peningkatan SDM, termasuk rencana mengirim lebih banyak pelajar Indonesia ke China. Namun, ada juga kritik terhadap ketergantungan yang meningkat pada China sebagai salah satu mitra utama investasi.

Secara keseluruhan, kunjungan ini dianggap signifikan dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan China, meskipun tetap memerlukan pengawasan agar sejalan dengan kepentingan nasional dan prinsip kebijakan luar negeri.

 

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesia Development Research -IDR dan Pegiat Institut Peradaban

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondang Kusumaning Ayu dalam Acara Sosisalisasi Empat Pilar Kebangsaan di Surabaya, Sabtu (30/11/2024).

    Mbak Kondang Serukan Pentingnya Pancasila dan Persatuan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Surabaya, pada Sabtu (30/11/2024). Dalam kegiatan ini, Mbak Kondang, sapaan akrabnya, menyerukan pentingnya Pancasila dan persatuan bangsa. Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai organisasi, seperti PKBB (Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB), PEPABRI, dan Persatuan Istri […]

  • Presiden Prabowo saat bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin.

    Presiden Prabowo Apresiasi Rusia Percepat Keanggotaan Penuh BRICS

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    ST. PETERSBURG RUSIA RADIANTVOICE.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, atas dukungan percepatan keanggotaan penuh Indonesia dalam kelompok ekonomi BRICS. “Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada Federasi Rusia atas dukungannya sehingga Indonesia dapat menjadi anggota penuh BRICS dalam waktu yang sangat singkat,” ujar […]

  • Presiden Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping (tidak terlihat dalam foto) di Great Hall of The People di Beijing, China, 9 November 2024. REUTERS/Florence Lo

    Indonesia dan China Sepakati Investasi Hijau Senilai $10 Miliar

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BEIJING, CUPLIKAN.CO.ID – Pada Forum Bisnis Indonesia-China yang diadakan di Beijing, Minggu (10/11), Indonesia dan China menandatangani serangkaian perjanjian investasi senilai $10 miliar. Kesepakatan ini mencakup sektor pangan, energi baru, teknologi, dan bioteknologi, demikian dilaporkan media pemerintah China. Kesepakatan investasi ini berlangsung sehari setelah pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto […]

  • Blackout Sumatera dan Alarm Besar Ketahanan Energi Nasional

    Blackout Sumatera dan Alarm Besar Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Oleh: Agustian Hutriady Editoria.co.id – Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera beberapa waktu terakhir tidak hanya menjadi gangguan teknis semata, tetapi juga membuka kembali pertanyaan besar mengenai ketahanan sistem kelistrikan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan ancaman cuaca ekstrem. Di tengah proses investigasi yang masih berlangsung, Ketua Umum PLN Watch KRT […]

  • Seminar pengusulan RM Margono sebagai pahlawan nasional yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Aula Dewan Pers Jakarta pada Kamis (10/4/2025).

    Meski Ditunda SMSI, Usulan Gelar Pahlawan untuk RM Margono Tetap Dilanjutkan oleh Masyarakat Sipil

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah penundaan resmi pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Raden Mas Margono Djojohadikusumo oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil tetap mengalir. Yayasan Seruan Eling Banyumas (SerulingMas) dan Sygma Research and Consulting menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proses pengusulan RM Margono sebagai pahlawan nasional. Ketua Umum Serikat Media […]

  • Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono (Kanan), saat menemui Himpunan Media Senayan Jawa Timur pada Kamis (7/11/2024) kemarin di Jakarta.

    Anggota DPR RI PKS, Riyono, Dorong Insentif untuk Tarik Minat Petani Muda

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID –Dalam upaya mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan, Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengajukan ide strategis untuk menarik generasi muda agar tertarik menjadi petani. Menurutnya, insentif berupa gaji dari pemerintah bisa menjadi daya tarik yang kuat bagi kaum muda untuk terjun ke sektor pertanian yang modern. Riyono menekankan bahwa […]

expand_less