Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » Dalam Dialog Peradaban, Okky Madasari Kritik Politisasi, Korupsi, dan Kekerasan di Kepolisian

Dalam Dialog Peradaban, Okky Madasari Kritik Politisasi, Korupsi, dan Kekerasan di Kepolisian

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, RADIANVOICE.ID – Institute Peradaban menggelar Dialog Peradaban dengan tema “Polisi dan Peradaban” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Rabu (2/10/2024). Diskusi ini menghadirkan Irjen. Pol (Purn) Bekto Suprapto sebagai pembicara utama, dengan penanggap dari berbagai kalangan, seperti Irjen. Pol. Chrisnanda Dwilaksana (Kasespim Lemdiklat Polri), Fahmi Wibawa dari LP3ES, sastrawan sekaligus kritikus sosial Okky Madasari, dan Jaya Suprana.

Dalam pemaparannya, Okky Madasari menyampaikan kritik tajam terhadap tiga masalah besar yang dihadapi oleh institusi kepolisian, yakni politisasi, korupsi, dan kekerasan. Menurutnya, ketiga masalah ini sangat mendesak untuk dibicarakan secara terbuka dan segera diatasi.

“Politisasi dalam kepolisian bukanlah hal baru. Sejak era Presiden Gus Dur, kita melihat adanya ketegangan dengan institusi kepolisian, yang kala itu Gus Dur gagal mengganti Kapolri. Sejak saat itu, Polri semakin dekat dengan kekuatan politik,” ujar Okky. Ia mencontohkan riset yang menunjukkan adanya pengarahan aparat polisi untuk mendukung calon presiden tertentu pada Pilpres 2004.

Korupsi, lanjut Okky, menjadi masalah serius yang masih menghantui kepolisian Indonesia. Ia menyoroti bahwa berdasarkan sejumlah data, kepolisian termasuk dalam salah satu lembaga terkorup di Indonesia. “Ini adalah fakta yang tidak bisa kita bantah. Kita berbicara tentang korupsi struktural yang melibatkan pejabat tinggi, bukan sekadar ‘uang rokok’ yang diterima di tingkat bawah,” tegasnya.

Selain itu, Okky juga menyoroti praktik kekerasan oleh aparat polisi yang seringkali terjadi, terutama ketika berhadapan dengan kebebasan berekspresi. Ia mengungkapkan bahwa kasus pembubaran diskusi publik di Kemang baru-baru ini menjadi contoh nyata bagaimana aparat polisi bisa bersikap represif.

“Kebebasan berpikir, kreativitas, dan kebebasan berpendapat adalah bagian dari peradaban. Namun, di Indonesia, kita masih melihat polisi terlibat dalam upaya pembatasan terhadap kebebasan tersebut, bahkan dengan intimidasi dan kekerasan,” kata Okky. Ia juga menyinggung kasus mural kritik pemerintah yang diburu oleh polisi serta penindakan terhadap aktivis pro-demokrasi hanya karena unggahan di media sosial.

Menurut Okky, ketiga masalah ini—politisasi, korupsi, dan kekerasan—harus segera dihilangkan dari tubuh kepolisian melalui reformasi yang komprehensif. Ia sependapat dengan Bekto Suprapto bahwa reformasi struktural, institusional, dan kultural perlu dilakukan, namun harus dimulai dari proses rekrutmen.

“Kita bisa memulai perubahan dari sistem perekrutan. Jika rekrutmennya bersih, maka budaya yang ada di dalamnya juga bisa ikut berubah,” pungkas Okky (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)

    UNU Sebagai Daya Ungkit Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Oleh. Fathorrahman Fadli* JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Siapa yang berani mendebat jika kampus adalah sarana pendidikan yang strategis dalam membangun daya ungkit kemajuan bangsa. Kalau ada yang berani, silakan satu meja dengan saya. Yang penting orang itu mampu membangun argumentasi yang logis untuk membatalkan tesis di atas. Kemajuan bangsa di mana mana dibelahan dunia selalu saja […]

  • Logo AJI

    AJI Peringatkan Ancaman Demokrasi dari Pembungkaman Media

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menilai maraknya kekerasan dan pembatasan kerja jurnalis belakangan ini bukan sekadar masalah profesi, melainkan sudah menyentuh jantung demokrasi Indonesia. Dalam catatan AJI, hingga akhir Agustus 2025 terdapat 60 kasus kekerasan terhadap jurnalis, dengan puncaknya terjadi saat aksi demonstrasi 25–30 Agustus. Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida, menegaskan […]

  • Pemulihan Listrik Sumatera Jadi Ujian Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

    Pemulihan Listrik Sumatera Jadi Ujian Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) dinilai menunjukkan pentingnya penguatan ketahanan sistem transmisi listrik nasional, terutama di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem yang dapat mengganggu infrastruktur energi. PT PLN (Persero) menyebut gangguan bermula pada pukul 18.44 WIB akibat cuaca buruk yang memengaruhi salah satu ruas transmisi […]

  • Walikota Bogor, Dedie A. Rachim saat menjenguk siswa yang mengalami keracunan akibat MBG yang mengandung W.Coli dan Salmonella pada makanan yang dikonsumsi.

    Ngeri! Makanan Sekolah Mengandung E. Coli dan Salmonella!

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Fakta mengejutkan terungkap dalam insiden keracunan massal yang menimpa 223 siswa TK hingga SMA di Kota Bogor, Jawa Barat. Pemeriksaan laboratorium terhadap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa menemukan kandungan bakteri berbahaya: Salmonella Typhosa dan E. Coli. Temuan ini dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, setelah […]

  • Borneo FC Perpanjang Kontrak Nadeo Argawinata dan Rivaldo Pakpahan Hingga 2029

    Borneo FC Perpanjang Kontrak Nadeo Argawinata dan Rivaldo Pakpahan Hingga 2029

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Samarinda, editoria.co.id  – Borneo FC Samarinda resmi mengamankan masa depan dua pemain pentingnya, Nadeo Argawinata dan Rivaldo Pakpahan, dengan memberikan perpanjangan kontrak hingga tahun 2029. Keputusan ini menjadi bagian dari langkah klub dalam mempersiapkan skuad menghadapi padatnya kompetisi musim 2026/2027. Kepastian tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Borneo FC pada Sabtu (13/6/2026). Klub berjuluk Pesut […]

  • Pleno PWI Jawa Barat

    PWI Jawa Barat Tegaskan Dukungan Penuh untuk Zulmansyah Sakedang

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat resmi menyatakan dukungan solid terhadap kepengurusan PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang dipimpin oleh Zulmansyah Sakedang. Keputusan ini ditegaskan dalam rapat pleno diperluas yang digelar pada Jumat (20/9) di Kantor PWI Jawa Barat, Kota Bandung. Rapat yang dipimpin oleh Ketua PWI Jawa Barat, […]

expand_less