Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » POPSI Kritik Rencana Pemeriksaan 300 Perusahaan Sawit, Minta Kementan Utamakan Konsolidasi Hulu

POPSI Kritik Rencana Pemeriksaan 300 Perusahaan Sawit, Minta Kementan Utamakan Konsolidasi Hulu

  • account_circle DDY
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Editoria.co.id – Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, menilai langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang berencana melaporkan dan memeriksa sekitar 270–300 perusahaan kelapa sawit terkait harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dilakukan terlalu terburu-buru. Menurutnya, Kementan seharusnya lebih dulu mengonsolidasikan seluruh pelaku di sektor hulu sawit sebelum mengambil langkah penegakan.

Darto menegaskan tugas utama Kementan sebagai otoritas hulu adalah menjaga stabilitas ekosistem sawit secara menyeluruh, mulai dari petani, pabrik kelapa sawit (PKS), tengkulak, pemilik loading ramp, pelaku industri penyulingan (refinery), hingga lembaga pembiayaan.

“Semestinya Kementan mengumpulkan para pihak karena tugasnya adalah di sektor hulu. Kementan harus mampu mengkonsolidasi di sektor hulu tentang gagasan apa yang diusulkan kepada DSI atau Presiden agar ekosistem sawit tetap stabil,” ujar Darto saat dihubungi, Kamis (11/6/2026).

Menurut POPSI, respons pemerintah sejauh ini masih cenderung reaktif atau sekadar menjadi “pemadam kebakaran” ketika terjadi gejolak harga TBS di tingkat petani.

Wacana kebijakan satu pintu disebut picu kepanikan pasar

Darto mengaitkan penurunan harga TBS dengan kepanikan pelaku pasar setelah muncul wacana kebijakan satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, saat wacana itu bergulir, belum ada kebijakan resmi yang terbit sehingga pasar merespons dalam kondisi penuh ketidakpastian.

“Benar terjadi penurunan karena ada pasar sawit dari sisi demand (permintaan) yang mempertanyakan kebijakan satu pintu. Kebijakannya belum jelas sebelumnya, hanya dari pidato, kebijakan belum muncul,” jelas Darto.

Ia mengatakan ketidakjelasan regulasi berdampak langsung pada perdagangan CPO di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN). POPSI mencatat muncul fenomena withdraw atau gagalnya kesepakatan harga tender CPO akibat minimnya mitigasi risiko dan sosialisasi kebijakan.

“Hal ini memicu spekulasi liar di lapangan mengenai apakah pabrik-pabrik kelapa sawit masih akan menyerap CPO atau tidak. Ujung-ujungnya, petani swadaya yang berada di rantai paling bawah harus menanggung imbas penurunan harga TBS,” katanya.

Amran: 300 perusahaan akan diperiksa demi melindungi petani

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan sekitar 270–300 perusahaan sawit akan diperiksa karena belum menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani sesuai kondisi pasar saat ini. Pemerintah disebut telah berkoordinasi dengan asosiasi usaha, organisasi petani, Satgas Pangan, dan Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipidsus) dari 25 provinsi untuk menjaga agar harga TBS tidak terus turun.

“Dan ada kurang lebih 270–300 perusahaan yang belum menaikkan harga, dan kami akan kirim langsung ke Polda, tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirtimsus untuk ditindaklanjuti. Kita harus jaga petani kita,” kata Amran kepada awak media, Senin (8/6/2026).

Amran menilai penguatan dolar AS terhadap rupiah seharusnya menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga TBS. Dengan selisih kurs yang disebut mencapai sekitar 10%, menurutnya tidak ada alasan bagi perusahaan menurunkan harga pembelian TBS.

Dari sekitar 1.900 perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit nasional, sekitar 300 perusahaan disebut masih belum menyesuaikan harga.

“Yang 300 ini kita akan periksa. Kita akan cek kenapa dia tidak naikkan seperti semula. Bahkan harusnya naik 10% daripada harga sebelumnya, karena ada selisih nilai dolar sekarang Rp18 ribu,” ujar Amran.

Perbedaan pandangan antara POPSI dan Kementan mencerminkan dua pendekatan yang berbeda. Kementan menekankan penegakan terhadap perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS demi melindungi sekitar 15 juta petani sawit. Sementara POPSI menilai akar persoalan berada pada ketidakpastian kebijakan dan lemahnya konsolidasi pelaku hulu, sehingga langkah penegakan tanpa dialog berisiko memperbesar kepanikan pasar.

Amran sendiri menegaskan harga TBS harus kembali ke level sebelumnya sesuai ketetapan daerah dan peraturan gubernur masing-masing wilayah.

“Kalau Rp3.200, harusnya tetap Rp3.200. Ada Rp3.600, kembali ke Rp3.600 berdasarkan wilayah. Tapi harus mengikuti peraturan gubernur,” pungkasnya.

 

 

 

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasan Nasrallah

    Reaksi Dunia atas Pembunuhan Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah oleh Israel

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BEIRUT, CUPLIKAN.CO.ID – Kelompok Hezbollah Lebanon telah mengonfirmasi kematian pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di markas bawah tanah kelompok tersebut dekat Beirut. Beberapa jam setelah Israel mengklaim telah membunuh Nasrallah yang berusia 64 tahun, Hezbollah yang didukung Iran pada Sabtu menyatakan bahwa pemimpin mereka “telah bergabung dengan para martirnya” dan berjanji untuk “melanjutkan […]

  • Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Fanta, Arief Rosyid.

    Arief Rosyid Gabung Golkar, Bawa Semangat Aktivis Muda

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mantan Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo-Gibran, Arief Rosyid, resmi bergabung dengan Partai Golkar. Keputusan tersebut diumumkan pada Sabtu (28/6/2025), bersamaan dengan bergabungnya 150 aktivis muda dari kelompok Cipayung ke organisasi sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Dalam pernyataannya, Arief mengungkapkan bahwa langkah politiknya kali ini terinspirasi oleh Ketua […]

  • Ketua Umum PPP terpilih dalam Muktamar X PPP, Agus Suparmanto

    Agus Suparmanto Terpilih Aklamasi Ketua Umum PPP

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mantan Menteri Perdagangan era Presiden Joko Widodo, Agus Suparmanto, diklaim sebagai calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terpilih berdasarkan hasil Sidang Paripurna Muktamar X yang digelar di Ancol, Jakarta, Minggu (28/9) dini hari. Agus disebut terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal. “Dengan ini ditetapkan Bapak Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum […]

  • Ilustrasi Transisi Energi

    Transisi Energi Harus Adil: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh : Akril Abdillah* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Transisi energi kerap dibicarakan dalam forum internasional, konferensi iklim, atau seminar akademis. Namun, sering kali pembicaraan itu berhenti pada ruang elite, tanpa menjelaskan bagaimana rakyat akan terlibat secara nyata. Padahal, energi bukan sekadar komoditas bisnis; energi adalah hak dasar warga negara. Akses terhadap energi bersih dan terjangkau adalah […]

  • Ilustrasi Kekerasan Seksual Verbal

    Mahasiswi di Singaraja Alami Pelecehan Seksual Verbal Saat Survei di Kantor Kelurahan

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SINGARAJA, CUPLIKAN.CO.ID – Seorang mahasiswi berinisial E, yang sedang menjalankan tugas survei di dua kelurahan di Kabupaten Buleleng, Singaraja, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya pada Kamis, (12/9/2024). Dalam tugasnya untuk sebuah lembaga survei, E mendapati dirinya menjadi korban pelecehan seksual verbal oleh beberapa perangkat desa di Kelurahan KB. Menurut E, kejadian bermula ketika ia […]

  • Direktur Pemberitaan JAK TV, Tian Bahtiar (tengah).

    IJTI: Penetapan Tersangka Jurnalis Harus Libatkan Dewan Pers

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Penetapan tersangka terhadap Direktur Pemberitaan JAK TV oleh Kejaksaan Agung menuai sorotan tajam dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Organisasi profesi jurnalis televisi ini menegaskan bahwa segala persoalan menyangkut produk jurnalistik semestinya melalui mekanisme Dewan Pers, bukan langsung dijerat pidana. Dalam siaran pers resminya, IJTI menyampaikan bahwa mereka mendukung pemberantasan korupsi dan […]

expand_less