Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Neng Eem Soroti Penolakan Rumah Sakit yang Tewaskan Ibu di Jayapura

Neng Eem Soroti Penolakan Rumah Sakit yang Tewaskan Ibu di Jayapura

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Ia menilai peristiwa tragis tersebut mencerminkan masih buruknya kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, terutama di kawasan timur.

“Kami berduka atas meninggalnya seorang ibu dan bayinya yang ditolak empat rumah sakit di Jayapura. Peristiwa ini menjadi cermin retaknya pelayanan kesehatan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kami berharap kasus ini diusut tuntas untuk menemukan akar masalah dan mencegah kejadian serupa,” ujar Neng Eem di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Kasus bermula ketika Irene dibawa ke RS Yowari pada Ahad (16/11) siang dalam kondisi pembukaan enam dan ketuban pecah. Proses persalinan tidak dapat dilakukan karena ukuran bayi terlalu besar sehingga diperlukan rujukan segera. Namun, surat rujukan baru diterbitkan pada Senin (17/11) pukul 01.22 WIT.

Pasien kemudian dirujuk ke RS Dian Harapan dan RS Abe, namun keduanya menolak dengan alasan ruang perawatan penuh dan fasilitas sedang direnovasi. Upaya berikutnya dilakukan ke RS Bhayangkara, tetapi rumah sakit menolak karena keluarga tidak mampu membayar uang muka sebesar Rp4 juta. Irene akhirnya dibawa ke RSUD Dok II Jayapura, namun meninggal dalam perjalanan sekitar pukul 05.00 WIT.

“Kasus ini membuka mata bahwa kepedulian dan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil masih sangat rendah. Dalam kondisi darurat, seharusnya korban segera mendapat tindakan medis, bukan mengalami penolakan berulang saat berjuang menyelamatkan nyawanya,” tegas Neng Eem.

Ia meminta pemerintah memastikan pemerataan pelayanan kesehatan tanpa kesenjangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan memadai, tenaga medis spesialis, dan prosedur layanan kegawatdaruratan yang sederhana.

“Ini momentum bagi pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang tertinggal dalam pelayanan kesehatan. Semua warga Indonesia berhak mendapatkan layanan tanpa kesenjangan dan tanpa penolakan. Jangan biarkan kasus seperti ini terulang,” ujarnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juru Bicara Operasi True Promise 3, Kolonel Iman Tajik

    Rudal Fattah Tembus Pertahanan, Iran Kuasai Langit Israel

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Juru bicara Operasi True Promise 3, Kolonel Iman Tajik, menyatakan bahwa serangan rudal Iran pada Selasa malam menegaskan dominasi penuh Republik Islam atas wilayah udara kawasan pendudukan. Dalam keterangan resminya, Tajik memuji keberhasilan Gelombang ke-11 serangan yang dilancarkan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Islam (I.R.G.C.) dengan menggunakan rudal Fattah generasi pertama. “Rudal-rudal Fattah […]

  • Guru Besar Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto.

    Gun Gun Heryanto Dorong Dialog Komprehensif Cegah Kembalinya Aksi Anarkis

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Guru Besar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, menekankan pentingnya dialog komprehensif dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencegah terulangnya aksi besar-besaran yang berujung anarkis. Menurutnya, dialog tidak boleh parsial hanya dengan partai politik atau ormas, melainkan harus melibatkan lima unsur utama. “Pertama partai politik, kedua interest group seperti ormas, […]

  • Yenny Wahid

    Yenny Wahid: Anak Bermasalah Butuh Psikolog, Bukan Barak

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Putri presiden ke-4  Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid menyampaikan kritik menohok terhadap program pengiriman anak-anak ke barak militer, yang sempat viral dan diasosiasikan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya @yennywahid pada Rabu (28/5/2025), ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap pendekatan militeristik dalam menangani anak-anak yang […]

  • Alumno FORMACI dalam sebuah pertemuan

    Forum Studi sebagai “College”

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Oleh : Zezen Zaenal Mutaqin* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fakultas Studi Islam UIII baru saja kedatangan seorang peneliti tamu (research fellow) yang akan tinggal di Depok selama dua bulan. Ia lulusan Oxford dan sekarang bekerja di Muslim College, Cambridge. Ia adalah peneliti dan penulis biografi Imam Bukhari. Asalnya dari Mesir. Dalam obrolan ringan di pantry Fakultas, […]

  • Hasil tangkapan layar siaran langsung Kompas TV saat Raffi Ahmad dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Utusan Khusus Presiden.

    Raffi Ahmad Tegaskan Gelar Doktor Murni Penghargaan Prestasi

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Artis dan pengusaha sukses Raffi Ahmad menanggapi kontroversi terkait gelar Doktor Honoris Causa dari Universal Institute of Professional Management (UIPM), yang diterimanya sebelum dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Raffi menegaskan gelar tersebut bukan upaya untuk memperkuat posisinya sebagai pejabat. “Gak ada hubungannya sama ini. Ini […]

  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon

    Fadli Zon Tegaskan Penulisan Ulang Sejarah Berdasar Fakta, Bukan Cerita

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan penulisan ulang sejarah Indonesia yang tengah digarap pemerintah dilakukan secara ilmiah dan berdasarkan fakta sejarah, bukan sekadar narasi atau cerita sepihak. Penegasan ini disampaikan Fadli menanggapi kekhawatiran dari sejumlah pihak, termasuk PDIP, soal potensi manipulasi dalam proyek penulisan ulang sejarah yang rencananya rampung pada HUT ke-80 RI. […]

expand_less