Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » INDEF: Publik Banyak Kritik Program Prabowo-Gibran Setahun Terakhir

INDEF: Publik Banyak Kritik Program Prabowo-Gibran Setahun Terakhir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Lembaga riset ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) merilis hasil evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di bidang ekonomi. Berdasarkan analisis big data media sosial, mayoritas publik menunjukkan sikap kritis terhadap program-program ekonomi pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari hasil pemantauan INDEF, sebanyak 62% netizen menyuarakan kritik tajam terhadap pelaksanaan program pemerintahan Prabowo-Gibran. Isu utama yang menjadi perhatian publik adalah kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan anggaran dan praktik korupsi dalam program berskala besar.

“Kekhawatiran publik muncul karena setiap program dengan anggaran besar selalu dikaitkan dengan risiko korupsi. Namun di sisi lain, banyaknya kasus korupsi yang terungkap juga diapresiasi sebagai bukti pemerintah bekerja,” ujar Wahyu Tri Utomo, Peneliti Continuum INDEF, Kamis (23/10/2025).

Program Makan Bergizi Gratis Paling Banyak Disorot Netizen

Berdasarkan analisis big data Continuum INDEF, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik paling ramai dibicarakan dengan 183.723 percakapan di media sosial. Dari total percakapan itu, 76,9% bernada negatif, sebagian besar terkait kasus keracunan makanan dan sorotan terhadap struktur organisasi Badan Gizi Nasional.

Sebaliknya, program Sekolah Rakyat justru mendapatkan 77,5% sentimen positif, karena dianggap memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan masyarakat di pelosok daerah.

“Makan Bergizi Gratis menjadi program dengan eksposur tertinggi dan sentimen negatif paling besar. Pemerintah perlu melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk sertifikasi ketat dan transparansi dalam pengelolaan anggaran,” jelas Wahyu.

Diplomasi Global Dinilai Aktif, Reformasi Ekonomi Masih Lemah

INDEF juga menyoroti kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai sangat aktif. Selama setahun menjabat, Prabowo telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dan 70% kunjungannya ke luar negeri, yang mencerminkan fokus besar pada diplomasi global dan penguatan posisi strategis Indonesia di kancah internasional.

Meski begitu, Direktur Pengembangan Big Data INDEF Eko Listiyanto menilai pemerintah perlu memastikan agar kerja sama internasional yang gencar dilakukan benar-benar berdampak terhadap perekonomian nasional.

“Tantangan besar ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, dan BRICS, tanpa kehilangan fokus pada penguatan ekonomi domestik,” ujarnya.

Eko menambahkan, program seperti MBG dan Dana Abadi (Danantara) memerlukan tata kelola transparan dan akuntabel. INDEF menilai pengelolaan SWF Indonesia perlu mengacu pada praktik global Santiago Principles untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Pertumbuhan Ekonomi Stabil, Tapi Belum Ada Perubahan Struktural

Ekonom Senior INDEF M. Fadhil Hasan menilai, meski indikator makroekonomi menunjukkan hasil positif — pertumbuhan ekonomi 5,12% (yoy), inflasi di bawah 3%, dan pengangguran menurun — namun belum ada perubahan struktural yang berarti.

“Capaian ekonomi saat ini lebih merupakan kelanjutan dari kebijakan era sebelumnya, bukan hasil reformasi baru. Belum ada akselerasi pertumbuhan yang signifikan,” tegas Fadhil.

Ia menambahkan, investasi dalam negeri memang meningkat, tetapi arus investasi asing langsung (FDI) justru melambat, dan struktur ekspor masih bergantung pada komoditas primer seperti batu bara, CPO, dan nikel.

Analisis big data INDEF terhadap delapan program prioritas (Asta Cita) juga menunjukkan hilirisasi industri menjadi sektor dengan sentimen negatif tertinggi kedua setelah MBG.

“Temuan ini menunjukkan lemahnya strategi komunikasi publik pemerintah dalam mengelola persepsi terhadap capaian ekonomi,” kata Fadhil.

“Pemerintah perlu memperkuat komunikasi berbasis data agar masyarakat memahami hasil kerja secara objektif,” pungkasnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi saat menerima daftar nama Capim KPK dan Dewas yang diserahkan oleh Tim Pansel. Sumber foto : Biro Pers Sekretariat Presiden.

    Pansel KPK Serahkan 10 Nama Calon kepada Jokowi

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Joko Widodo secara resmi menerima daftar nama calon pimpinan (capim) dan calon dewan pengawas (dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Panitia Seleksi (Pansel) KPK. Penyerahan berlangsung di Ruang Holding Base Off Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (1/10), sebelum Presiden bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kunjungan kerja. “Pada hari ini, Selasa, […]

  • Nur Iswan, Senior Advisor INDOPOL (Politics, Policy and Business Research)

    Belajar Kepada Pagar

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Oleh: Nur Iswan* JAKARTA, RADIANYTVOICE.ID – Ketika sudah tiba waktunya, tak seorang pun bisa menghadangnya. Tak ada pihak manapun bisa menghalaunya. Tidak bisa. Setidaknya, skenario yang telah disusun dengan rapih harus berubah. Disesuaikan dan dirancang ulang. Setelah kita “dipaksa” belajar kepada pedagang es teh. Kita semua dikejutkan dan disadarkan untuk belajar kepada Pagar. Tepatnya kepada […]

  • Kesenjangan Dana Konservasi Jadi Sorotan DPR di Forum IPU

    Kesenjangan Dana Konservasi Jadi Sorotan DPR di Forum IPU

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga, mendorong pengembangan skema pendanaan inovatif untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan manusia. Dorongan tersebut disampaikan Ravindra dalam forum Standing Committee on Sustainable Development pada Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, […]

  • Pasukan federal berjaga di sekitar lokasi kejadian setelah baku tembak di mana beberapa anggota geng yang dicurigai tewas, sementara seorang pemimpin kartel lokal ditangkap, di pinggiran kota Culiacan, negara bagian Sinaloa, Meksiko, 22 Oktober 2024. REUTERS/Jose Betanzos

    Sinaloa Larang Kostum Halloween Demi Cegah Kekerasan Kartel

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    MEKSIKO, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah negara bagian Sinaloa, Meksiko, melarang warganya mengenakan kostum Halloween pada Kamis malam untuk menghindari kesalahpahaman dengan pelaku kejahatan di tengah meningkatnya kekerasan kartel. Langkah ini diambil setelah gelombang kekerasan antar faksi kartel Sinaloa yang memperebutkan wilayah menyusul penangkapan salah satu pemimpinnya, Ismael “El Mayo” Zambada, di Amerika Serikat pada akhir Juli […]

  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam acara Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa (10/6).

    Yandri Susanto: Desa Bisa Swasembada dari A sampai Z, Jangan Jadi Penonton!

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menegaskan bahwa desa-desa di Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pusat ketahanan pangan sekaligus kekuatan ekonomi mandiri, jika dikelola secara tepat dan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Dalam acara Sharing Knowledge bertema Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa […]

  • Ket : Ilustrasi Pembungkaman Kebebasan Berpendapat dan Berpikir

    Kebebasan Terancam, Istana Dituding Tak Peduli Rakyat!

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kritik pedas dilontarkan oleh Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, lewat unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), Selasa (27/5). Dalam cuitannya, ia menyoroti tanggapan Istana yang dinilai setengah hati terkait dugaan intimidasi terhadap penulis kolom Detik[dot]com. Respons resmi dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menurut Saidiman, justru tidak […]

expand_less