Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Pigai Sindir DPR, Wacana Alun-Alun Demokrasi Pernah Gagal!

Pigai Sindir DPR, Wacana Alun-Alun Demokrasi Pernah Gagal!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyinggung kembali wacana lama yang pernah dicetuskan DPR RI: pembangunan Alun-Alun Demokrasi di dalam kompleks parlemen. Menurutnya, ide menghadirkan ruang demonstrasi di halaman DPR bukan hal baru, melainkan gagasan yang dulu sempat digaungkan namun tak pernah terealisasi.

“Dulu DPR pernah menuliskannya dalam Rencana Strategis 2015-2019, bahkan sempat diresmikan secara simbolis. Tapi hingga kini, ruang itu tak pernah benar-benar ada,” kata Pigai, Minggu (14/9).

Pigai menyebut kegagalan DPR kala itu membuat aspirasi rakyat kembali terjebak di jalanan, menimbulkan kemacetan, dan rentan benturan dengan aparat. Padahal, jika proyek tersebut diteruskan, Indonesia bisa memiliki simbol demokrasi permanen seperti halnya negara-negara lain.

Dalam dokumen strategis DPR periode 2015-2019, Alun-Alun Demokrasi direncanakan dibangun di sisi kiri kompleks parlemen, menampung hingga 10 ribu massa dengan fasilitas lengkap: panggung orasi, pengeras suara, hingga jalur evakuasi. Namun, setelah peresmian simbolis pada 21 Mei 2015, proyek itu mandek tanpa kejelasan.

Upaya serupa juga pernah dicoba Pemprov DKI Jakarta pada 2016 lewat pembangunan Taman Aspirasi di Monas. Akan tetapi, ruang itu lebih berfungsi sebagai taman simbolik ketimbang wadah resmi unjuk rasa.

Kini, Pigai menilai momentum politik sedang tepat untuk menghidupkan kembali wacana tersebut. Ia merujuk pada sikap Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen pemerintah menjamin kebebasan berpendapat sesuai UUD 1945 dan konvensi internasional.

“Kita punya kesempatan kedua untuk memastikan ruang demokrasi benar-benar hadir, bukan sekadar rencana yang menguap,” tegas Pigai.

Jika gagasan ini direalisasikan, DPR bukan hanya sekadar lembaga legislasi, tetapi juga rumah aspirasi rakyat yang nyata menghadirkan ruang demokrasi di jantung parlemen (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syahganda Nainggolan

    Rezim Prabowo dalam Perspektif Sejarah dan Ekonomi-Politik

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Oleh : Dr.Syahganda Nainggolan KETIKA sering berkunjung ke rumah almarhumah Bu Rachmawati Soekarnoputri dulu, yang akhirnya melahirkan kasus “Makar 1”, saya memberanikan diri bertanya padanya; “Mbak, kenapa Sukarno dulu bekerja sama dengan Jepang?”. Dia menjawab spontan, “karena cuma itu satu-satunya jalan untuk Indonesia merdeka.” Mendapatkan informasi dengan akurasi tinggi adalah penting dalam melihat sejarah. Namun, […]

  • Sidon, Lebanon September 28, 2024. REUTERS/Ali Hankir

    Sayyid Hasan Nasrallah, Tak Sekedar Simbol Perlawanan

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BEIRUT, CUPLIKAN.CO.ID – Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah berusia 64 tahun, memimpin kelompok yang didukung Iran selama lebih dari 32 tahun. Selama masa kepemimpinannya, Nasrallah menjadi tokoh politik dan spiritual yang membawa Hezbollah menjadi kekuatan utama di Lebanon. Di antara para pendukungnya, Nasrallah dihormati karena keberaniannya melawan Israel dan penentangannya terhadap Amerika Serikat. Namun, bagi musuhnya, […]

  • Diskusi Buku "Golkar : Sejarah yang Hilang : Pemikiran dan Dinamika" di Sekretariat DPP Partai Golkar Jakarta pada Senin (08/12).

    Sejarawan JJ Rizal Ungkap Akar Sejarah Golkar

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sejarawan sekaligus penerbit Komunitas Bambu, JJ Rizal, memaparkan kembali akar sejarah Partai Golkar dalam acara Ngopi dan Diskusi Buku “Golkar, Sejarah yang Hilang: Akar Pemikiran dan Dinamika” yang digelar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (08/12). Dalam forum tersebut, Rizal menyoroti pentingnya memahami asal-usul Golkar melalui karya monumental akademisi Australia, David […]

  • Gubernur Bali I Wayan Koster dan Pecalang Bali.

    Koster Tegaskan Keamanan Bali Cukup dengan Pecalang dan TNI-Polri

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sistem keamanan Pulau Dewata telah kokoh dengan keberadaan institusi negara dan lembaga adat. Ia menyatakan Bali tidak membutuhkan organisasi masyarakat (ormas) yang justru membawa keresahan dan merusak ketertiban. “Keamanan Bali sudah ditangani secara utuh oleh Polri, TNI, serta sistem berbasis adat seperti Sipanduberadat dan Bankamda. Tak […]

  • Rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran terlihat dari Tubas, di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, 13 Juni 2025. Sumver foto : REUTERS

    Iran Hujani Israel dengan Rudal, Perang Nuklir Semakin Dekat!

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TEL AVIV, CUPLIKAN.CO.ID — Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke Israel pada Sabtu dini hari sebagai respons atas serangan udara terbesar Israel terhadap wilayahnya, memicu ketegangan yang makin mendekati ambang perang besar-besaran. Sirene serangan udara menggema di seluruh penjuru Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem, membuat warga berhamburan masuk ke tempat perlindungan. Satu pria dan […]

  • Hendardi (SETARA Institute)

    Hendardi Nilai Komposisi Baru Pimpinan KPK Tidak Independen

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menyoroti keputusan DPR RI memilih lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029. Ia menilai keputusan tersebut berpotensi mengikis independensi KPK sebagai lembaga antikorupsi yang seharusnya bersifat independen. “Keputusan DPR RI memilih pimpinan KPK dari unsur kepolisian, kejaksaan, hakim, dan mantan anggota BPK menunjukkan adanya patronase […]

expand_less