Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Prabowo, Agung Surahman dan Diplomasi Cerdas

Prabowo, Agung Surahman dan Diplomasi Cerdas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Iswandi Syahputra

Tulisan ringan ini didorong oleh sebuah kebingungan. Mengapa Presiden Prabowo sampai menjemput langsung Agung Surahman, Aspri (Asisten Pribadi) di Bengkulu sebelum melakukan lawatan ke Luar Negeri?

Setelah saya tanya beberapa sumber, sedikit tersingkap profil kekuatan dan kelebihan Agung yang sangat langka, nyaris tidak dimiliki diplomat Indonesia. Pikiran saya lantas melayang ke tahun 2012.

Dalam sebuah kesempatan akhir Oktober tahun 2012. Sekjend PBB saat itu Ban Ki Moon mengundang Psy ke kantor PBB. Psy seorang penyanyi Korea Selatan bernama asli Park Jae-sang, sangat terkenal saat itu karena menarikan Gangnam Style. Sementara Moon yang menyukai Gangnam Style mengaku cemburu dengan Psy. Keduanya kemudian tertawa dan menari Gangnam Style bersama di kantor PBB.

Korea Selatan, selain India dan Cina, tentu saja Amerika, merupakan salah satu contoh negara yang sukses menggunakan seni, khususnya musik atau lagu sebagai salah satu instrumen popular untuk diplomasi internasional. Menjadikan musik atau lagu sebagai sarana diplomasi dapatlah saya sebut sebagai Smart Power dalam diplomasi. Ini berbeda dengan diplomasi berbasis Hard Power atau Soft Power.

Smart power dalam diplomasi ini yang saya lihat sedang dimainkan Prabowo dalam panggung diplomasi internasional. Mencari kawan sebanyak-banyaknya dengan menggunakan daya tarik menyanyi.

Saya jadi teringat masa kecil di Medan, banyak kawan hampir tiap malam akhir pekan begadang, sambil bernyanyi di ujung gang. Nasehat kawan saat itu pada saya, “Anak Medan harus bisa menyanyi biar banyak kawan di perantauan”.

Kecerdasan Prabowo tampak salah satunya muncul dalam pilihan smart power dalam diplomasi dengan menggunakan musik atau lagu sebagai instrumen untuk mencari kawan sebanyak-banyaknya. Kawan didekati secara emosional, mendalam, intens dan berbekas sebagai kenangan indah.

Berbeda dengan hard power yang menggunakan kekuatan material seperti populasi, wilayah, militer atau kompetensi politik atau soft power yang bersandar pada toleransi atau kohesi sosial. Smart power merupakan kekuatan diplomasi yang bersandar pada penghormatan yang tinggi dan ketertarikan yang dalam pada budaya negara lain. Salah satu praktiknya dengan menyanyikan dengan baik dan benar lagu dari negara tujuan. Sehingga lagu menjadi alat smart power dalam diplomasi internasional.

Sebenarnya ini juga bukan hal baru. Eropa abad ke-18, para diplomat turut berkontribusi dalam budaya musik di Wina, Austria yang dikenal sebagai kota musik klasik dunia. Cina era Kaisar Cina Hui-Tsung juga menggunakan musik sebagai sarana penyebaran pengaruhnya di kawasan. Hanya saja bedanya, musik sebagai sarana penyebaran pengaruh tentu berbeda dengan musik sebagai sarana penghormatan.

Sebagai penghormatan dalam diplomasi, musik dan lagu dinyanyikan oleh orang Indonesia tapi lirik lagu dan bahasanya menggunakan bahasa asli negara sahabat. Dapat dinyanyikan di negara tujuan saat Presiden melakukan kunjungan ke LN atau di Indonesia saat Presiden menerima kunjungan tamu negara.

Di sinilah sosok Agung Surahman, Aspri Presiden Prabowo memang tidak ada duanya. Maaf, Agung Surahman sejauh ini memang belum ada duanya, cenderung langka.

Lihat saja bagaimana suaranya yang bulet, serius, dalam banget saat menyanyikan lagu Ge Chang Zu Guo di depan Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Prabowo saat keduanya bertemu di Cina. Padahal pengakuan Agung, saat itu dia diminta menyanyi mendadak tanpa persiapan.

Tidak cukup itu, lihat juga saat Agung menyanyi berbahasa Turki berjudul Ceddin Deden. Presiden Turki Erdogan yang saat itu tengah berkunjung ke Indonesia sampai ikut pegang mikropon ikut bernyanyi.

Sementara saya, tiap kali pegang mikropon, bawaannya mau kumandang Azan saja rasanya (*).

*Penulis adalah Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima

    DPR Siap Panggil Bupati soal Tambang Raja Ampat!

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Gonjang-ganjing soal tambang nikel di Raja Ampat makin panas. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan akan segera memanggil para kepala daerah di Papua Barat Daya lewat Menteri Dalam Negeri. Tujuannya? Menguak lebih dalam dugaan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan aktivitas pertambangan di kawasan konservasi dunia itu. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria […]

  • Pose Bersama Pemateri dan Peserta Gelaran Bedah Buku P2KM UIN Ciputat

    P2KM UIN Jakarta Dorong Mahasiswa Kenali Pertautan Muslim Indonesia-Tiongkok Melalui Bedah Buku

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    CIPUTAT, CUPLIKAN.CO.ID – Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kuliah umum kepenulisan sekaligus bedah buku Pertautan Muslim Indonesia-Tiongkok, Selasa (29/10) di Gedung Teater FDIKOM. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa yang tertarik memahami lebih dalam interaksi dan hubungan historis antara komunitas Muslim […]

  • Juventus Siapkan Dua Opsi Perkuat Lini Belakang, Lucumi Masih Jadi Prioritas, Muharemovic Bisa Dipulangkan

    Juventus Siapkan Dua Opsi Perkuat Lini Belakang, Lucumi Masih Jadi Prioritas, Muharemovic Bisa Dipulangkan

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Juventus tengah menyusun strategi untuk memperkuat lini pertahanan pada bursa transfer musim panas 2026. Klub berjuluk Bianconeri itu dikabarkan menjalankan dua opsi sekaligus, yakni mengejar bek Bologna Jhon Lucumi dan mempertimbangkan memulangkan mantan pemain akademinya, Tarik Muharemovic. Menurut laporan Sportal, manajemen Juventus yang kini dipimpin CEO Giovanni Carnevali sedang mempelajari kedua skenario […]

  • B50 Dinilai Jadi Strategi Indonesia Hadapi Gejolak Energi Global

    B50 Dinilai Jadi Strategi Indonesia Hadapi Gejolak Energi Global

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Ketidakpastian geopolitik global dinilai semakin mendorong negara-negara untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Dalam konteks itu, kebijakan pengembangan biodiesel campuran minyak sawit hingga 50 persen (B50) dianggap dapat menjadi salah satu strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Pakar transisi energi Institut Teknologi Bandung (ITB), Retno Gumilang Dewi, menilai Indonesia perlu memanfaatkan […]

  • Kepala BPOM, dr.Taruna Ikrar

    BPOM Raih Predikat Lembaga Paling Informatif di KIP

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mencetak prestasi dengan meraih predikat sebagai ‘Lembaga Paling Informatif’ dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan ini diberikan untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dengan skor tertinggi “96,63” dalam evaluasi keterbukaan informasi publik. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah BPOM […]

  • Bupati Trenggalek Muchammad Arifin

    Arifin Terapkan Nilai Santri Bung Karno di Trenggalek

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Bupati Trenggalek Muchammad Arifin menegaskan bahwa kepemimpinan daerah harus berakar pada nilai-nilai nasionalisme dan keislaman, sebagaimana diajarkan oleh Bung Karno dan diwariskan oleh Megawati Soekarnoputri. Dalam Diskusi Hari Santri Nasional 2025 yang digelar DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025), Arifin mengungkapkan bahwa nilai-nilai santri menjadi fondasi […]

expand_less