Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » Desakan Restorative Justice di Kasus Guru Honorer Supriyani Makin Menguat

Desakan Restorative Justice di Kasus Guru Honorer Supriyani Makin Menguat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, mendesak agar majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Andoolo menerapkan konsep restorative justice dalam kasus yang menimpa guru honorer SD Negeri 04 Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Supriyani. Kasus yang melibatkan dugaan penganiayaan ringan terhadap murid ini dinilai tidak layak untuk diproses lebih jauh di ranah pidana.

Supriyani saat ini tengah menghadapi persidangan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Andoolo melimpahkan berkas perkara ke PN Andoolo. Sidang perdana Supriyani dijadwalkan pada Kamis, 24 Oktober 2024. Rudianto Lallo berpendapat bahwa ini merupakan momen yang tepat untuk menerapkan pendekatan keadilan restoratif yang lebih mengedepankan perdamaian daripada hukuman pidana.

Rudianto, yang memiliki latar belakang sebagai advokat, menekankan bahwa penerapan restorative justice telah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2024. Menurutnya, hakim PN Andoolo memiliki dasar hukum yang kuat untuk mendorong perdamaian antara Supriyani dan pihak murid serta keluarganya yang diduga sebagai korban.

Dalam keterangan tertulisnya, Rudi menyatakan bahwa kasus dugaan penganiayaan ringan antara guru dan murid seperti yang menimpa Supriyani tidak seharusnya sampai pada proses penahanan. Ia menilai hubungan antara Supriyani sebagai guru dengan muridnya serupa dengan hubungan seorang ibu dengan anaknya, di mana tindakan guru bertujuan untuk membimbing dan mendidik, bukan untuk mencederai.

“Mens rea atau niat jahat dalam kasus ini mungkin tidak ada. Yang ada hanyalah niat seorang guru untuk membina muridnya,” ujar Rudi di Jakarta, Rabu (23/10/2024). Oleh karena itu, ia berharap pihak pengadilan bisa mempertimbangkan upaya mediasi antara Supriyani dan keluarga murid untuk mencapai perdamaian.

Penahanan Supriyani sendiri telah ditangguhkan pada 22 Oktober 2024 berdasarkan Surat Penetapan PN Andoolo. Rudi menyambut baik keputusan tersebut dan menganggap penahanan guru honorer itu sebelumnya tidak masuk akal. “Kasus-kasus seperti ini seharusnya tidak perlu melibatkan negara terlalu jauh,” tambahnya.

Rudi juga menilai, restorative justice bukan hanya tentang penyelesaian hukum, tetapi juga tentang memulihkan hubungan sosial yang terganggu. Ia berharap, perdamaian antara Supriyani dan keluarga murid bisa tercapai, sehingga kasus ini dapat diselesaikan secara damai tanpa perlu proses hukum yang lebih panjang (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah satu adegan dalam film Roman Empire

    Review Film Roman Empire: Kekuasaan, Pengkhianatan, dan Kejatuhan dalam Balutan Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Roman Empire, serial dokumenter-dramatis yang diproduksi oleh Netflix, menawarkan perspektif unik dalam menggambarkan kisah-kisah kekaisaran Romawi yang penuh intrik. Serial ini menggabungkan narasi historis dengan drama aksi langsung, memberikan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga menghibur. Dengan alur yang berfokus pada tokoh-tokoh penting dalam sejarah Romawi, seperti Commodus, Julius Caesar, dan […]

  • Soal Tuduhan Kabur dari Wawancara, Kuasa Hukum Ahmad Dedi Beri Klarifikasi

    Soal Tuduhan Kabur dari Wawancara, Kuasa Hukum Ahmad Dedi Beri Klarifikasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    JAKARTA, EDITORIA.CO.ID – Kuasa hukum Pemeriksa Fungsional Ahli Madya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ahmad Dedi, membantah anggapan kliennya menghindari media karena diduga terlibat dalam kasus suap importasi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kuasa hukum Ahmad Dedi, T.S. Hamonangan Daulay, mengatakan narasi yang berkembang di media sosial maupun sejumlah pemberitaan telah membentuk framing […]

  • Meksiko

    Wali Kota Chilpancingo Tewas Dipenggal Kurang dari Seminggu Setelah Dilantik

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MEKSIKO, CUPLIKAN.CO.ID – Alejandro Arcos, Wali Kota Chilpancingo, Guerrero, Meksiko, dibunuh pada hari Minggu, (6/10/2024) hanya enam hari setelah dilantik. Kematian tragis ini telah dikonfirmasi oleh Gubernur Guerrero, Evelyn Salgado. “Kematian dan kehilangan beliau adalah duka bagi seluruh masyarakat Guerrero dan memicu kemarahan kami,”kata Salgado sebagaimana dilaporkan Reuters. Kantor Kejaksaan Negara Bagian Guerrero telah memulai […]

  • Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aprozi Alam

    Aprozi Desak Evaluasi Tata Ruang Usai Bencana Sumatra

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aprozi Alam, menyoroti perlunya langkah serius pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada respons darurat, tetapi harus berlanjut pada rehabilitasi menyeluruh dan penguatan mitigasi jangka panjang. Aprozi menegaskan bahwa […]

  • whatsapp image 2024 09 12 at 17.15.07

    Bamsoet: Politik Uang Merusak Demokrasi dan Meningkatkan Ketimpangan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti dampak buruk politik uang terhadap sistem demokrasi di Indonesia, yang menurutnya telah menjurus pada demokrasi komersialisasi dan kapitalisasi. Dalam orasi pada perayaan HUT ke-46 FKPPI, Bamsoet menjelaskan bahwa maraknya politik uang telah membuat demokrasi Indonesia terjebak dalam “demokrasi angka-angka.” Sudah bukan menjadi rahasia lagi, kata Bamsoet, […]

  • Tangkapan layar saat Hasto Kristiyanto menjadi narasumber di acara podcast Akbar Faisal Uncensored pada Jum'at (22/11/2024) malam.

    Hasto : Mobilisasi Partai Cokelat Merusak Demokrasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam podcast Akbar Faisal Uncensored pada Jumat (22/11/2024) malam, menyampaikan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasto menilai bahwa ambisi kekuasaan Jokowi telah menggerus nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan rakyat. “Presiden Jokowi, yang seharusnya menjadi simbol kebaikan dan otoritas moral, justru terbukti menjadi elemen […]

expand_less