Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Profil Natalius Pigai, Aktivis HAM yang Kini Menjadi Menteri HAM RI

Profil Natalius Pigai, Aktivis HAM yang Kini Menjadi Menteri HAM RI

  • account_circle YRI
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Nama Natalius Pigai tidak asing dalam dunia aktivisme hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Kiprahnya selama bertahun-tahun di berbagai organisasi masyarakat sipil hingga menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengantarkannya ke posisi sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Natalius Pigai diumumkan sebagai salah satu menteri Kabinet Merah Putih pada Minggu (20/10) malam. Sehari berselang, Senin (21/10), ia dilantik di Istana Negara, Jakarta, sebagai Menteri HAM.

Pigai tercatat sebagai Menteri HAM pertama di Indonesia. Posisi tersebut hadir setelah pemisahan Kementerian Hukum dan HAM menjadi sejumlah kementerian dalam Kabinet Merah Putih.

Lahir di Papua, Tumbuh sebagai Aktivis

Natalius Pigai lahir di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada 28 Juni 1975. Sebelum masuk ke pemerintahan, ia dikenal sebagai aktivis yang banyak bergerak dalam isu HAM, masyarakat terpinggirkan, dan persoalan Papua.

Pigai meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP.) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta. Ia juga pernah mengikuti pendidikan nonformal, termasuk pendidikan statistika di Universitas Indonesia serta kursus kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara pada 2011.

Perjalanan Pigai sebagai aktivis dimulai sejak masih muda. Pada 1998, ia tercatat bekerja sebagai staf Yayasan Cindelaras (Yacitra), lembaga yang berfokus pada perjuangan hak-hak petani.

Setahun kemudian, pada 1999–2002, Pigai menjadi aktivis Yayasan Sejati yang memberikan perhatian terhadap hak-hak masyarakat terpinggirkan, termasuk masyarakat di Papua, Dayak, Sasak, dan Aceh.

Sebagai putra Papua, Pigai juga aktif dalam kegiatan pengembangan budaya Papua. Ia pernah menjadi ketua Lembaga Studi Renaissance pada 1998–2000. Pada periode 1997–2000, ia juga dipercaya menjadi ketua Asosiasi Mahasiswa Papua (AMP) Internasional.

Aktif di Berbagai Organisasi Masyarakat Sipil

Jejak aktivisme Pigai tidak berhenti pada satu organisasi. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat sipil, mulai dari diskusi, seminar, hingga aksi yang berorientasi pada perubahan sosial.

Sejumlah organisasi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Pigai antara lain Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Kontras Rumah Perubahan, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Petisi 28.

Pengalaman tersebut membuat Pigai tidak hanya berkecimpung dalam isu HAM, tetapi juga bersentuhan dengan berbagai persoalan sosial, lingkungan, politik, dan pemerintahan.

Pernah Berkarier di Pemerintahan

Di luar aktivitasnya sebagai pegiat masyarakat sipil, Pigai juga memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan.

Pada 1999–2004, ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam posisi tersebut, Pigai bekerja untuk Menteri Alhilal Hamdi dan Yacob Nuwa Wea.

Pengalaman di pemerintahan berlanjut ketika Pigai menjadi Konsultan Deputi Pengawasan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta Tim Asistensi di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 2010–2012. Saat itu, ia bekerja di bawah Djohermansyah Johan.

Pigai juga pernah tampil sebagai pemandu dialog interaktif di Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada 2006–2008. Program tersebut membahas berbagai isu politik dan pemerintahan.

Menulis tentang HAM dan Papua

Selain aktif dalam organisasi dan pemerintahan, Pigai juga menuangkan pemikirannya melalui tulisan.

Mengutip majalah Wacana HAM Edisi VI/Tahun X/2012, Pigai dikenal banyak menulis mengenai kondisi HAM di Papua. Sejumlah karya yang pernah dipublikasikannya antara lain Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Papua, Anak Indonesia Teraniaya: Status Kewarganegaraan Anak TKI di Malaysia, Migrasi Tenaga Kerja Internasional, serta Tenaga Kerja Penyandang Cacat.

Ia juga menulis artikel dan opini mengenai isu HAM dan persoalan sosial di media massa. Beberapa di antaranya berjudul Kematian Theys Eluay dan Masa Depan Papua, Aksi Premanisme terhadap Pers, dan Papua Mati di Lumbung Padi.

Menjadi Komisioner Komnas HAM

Pengalaman panjang Pigai dalam isu HAM kemudian membawanya ke Komnas HAM. Ia menjadi anggota Komnas HAM untuk masa bakti 2012–2017.

Saat menjadi komisioner, Pigai ditugaskan di Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan. Posisi tersebut berkaitan dengan tugas pemantauan pelaksanaan HAM serta penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang diduga melanggar HAM.

Subkomisi tersebut juga memiliki kewenangan untuk memanggil pihak pengadu, teradu, korban, pihak terkait, maupun saksi dalam laporan yang diterima Komnas HAM. Selain itu, kewenangannya mencakup peninjauan lokasi kejadian serta pemberian pendapat HAM di pengadilan untuk perkara tertentu.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Pigai sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan menteri yang secara khusus menangani urusan HAM.

Menjadi Menteri HAM Pertama

Dalam pemerintahan Prabowo Subianto, urusan HAM memperoleh kementerian tersendiri setelah pemekaran Kementerian Hukum dan HAM.

Pigai kemudian dipercaya memimpin kementerian tersebut sebagai Menteri HAM. Kementerian HAM berada dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra.

Dalam menjalankan tugasnya, Pigai akan menangani agenda penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia atau P5HAM.

Ia didampingi Mugiyanto sebagai Wakil Menteri HAM, yang juga memiliki latar belakang aktivisme HAM.

Pelantikan Pigai berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (21/10). Bersama puluhan menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih lainnya, ia mengucapkan sumpah jabatan untuk setia kepada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, serta melaksanakan tugas dengan menjunjung tinggi etika dan penuh tanggung jawab.

Harta Kekayaan Rp4,37 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang dilaporkan pada 2019, Natalius Pigai tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp4,37 miliar.

Harta tersebut antara lain berupa alat transportasi dan mesin berupa mobil CRV Jeep tahun 2011 hasil sendiri dengan nilai Rp300 juta. Ia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp70 juta.

Selain itu, Pigai memiliki surat berharga senilai Rp2 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp2 miliar.

Perjalanan Pigai dari aktivis masyarakat sipil, pegiat HAM, komisioner Komnas HAM hingga menjadi Menteri HAM menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam isu hak asasi manusia di Indonesia. Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Pigai untuk memimpin kementerian yang untuk pertama kalinya berdiri secara khusus menangani urusan HAM dalam struktur pemerintahan Indonesia.

 

  • Penulis: YRI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logo Dewan Pers

    Dewan Pers Ingatkan Aparat Wajib Lindungi Jurnalis Saat Aksi

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dewan Pers mengeluarkan imbauan khusus kepada aparat keamanan agar benar-benar melindungi jurnalis yang bertugas meliput demonstrasi di Jakarta. Seruan ini disampaikan seiring meningkatnya risiko keselamatan awak media di lapangan akibat bentrokan saat unjuk rasa sejak Kamis (28/8). Dalam pernyataan resminya, Dewan Pers menegaskan bahwa jurnalis memiliki mandat undang-undang untuk melaksanakan tugas jurnalistik […]

  • Dukcapil DKI Luncurkan Alpukat Betawi 2.0, Layanan Kependudukan Kini Lebih Cepat dan Praktis

    Dukcapil DKI Luncurkan Alpukat Betawi 2.0, Layanan Kependudukan Kini Lebih Cepat dan Praktis

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan aplikasi layanan administrasi kependudukan terbaru, Alpukat Betawi versi 2.0. Pembaruan ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan, kenyamanan, dan kemudahan layanan bagi warga Jakarta. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto mengatakan, Alpukat Betawi merupakan singkatan dari Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan […]

  • Anggota DPR RI Fraksi PDIP, I Ketut Kariyasa Adnyana

    DPR Desak Pemda Bali Perbanyak Sekolah Widyalaya Hindu Negeri

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, mendesak pemerintah daerah di Bali untuk memperbanyak pembentukan Sekolah Widyalaya sebagai langkah strategis meningkatkan serapan lulusan perguruan tinggi agama Hindu. Hal itu disampaikan Kariyasa dalam sesi reses Komisi VIII DPR di Denpasar, Jumat (3/10). Menurutnya, jumlah sekolah formal bernuansa Hindu di Bali masih […]

  • Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro.

    Sentralisasi Pendidikan Picu Ketimpangan, Agung Widyantoro Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Legislator Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, mengkritisi sistem sentralisasi pengelolaan pendidikan menengah yang berada di tangan pemerintah provinsi. Menurutnya, kebijakan tersebut telah menciptakan ketimpangan serius dalam pemerataan akses dan fasilitas pendidikan, terutama di daerah-daerah pinggiran. “Banyak kepala sekolah dan orang tua siswa mengeluhkan lambatnya penanganan kebutuhan sekolah karena birokrasi provinsi yang […]

  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat Apel Siaga Pengawasan Tahapan Masa Tenang Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2024 di Monumen Nasional (Monas), Rabu (20/11/2024).

    Tragedi Sampang Berdarah, Gibran : Jangan Sampai Terulang, Pilkada Damai Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian dalam pelaksanaan Pilkada 2024. Gibran meminta seluruh pihak untuk belajar dari insiden pembacokan terhadap seorang saksi di Sampang, Jawa Timur, agar tidak ada lagi kekerasan terkait politik. “Jika ada potensi konflik, walau sekecil apa pun, segera selesaikan. Jangan sampai membesar […]

  • Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi.

    Bangun Kader Tangguh Hadapi Zaman, HMI Denpasar Gelar Training Raya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rangka memperkuat proses kaderisasi yang menjadi ruh utama pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), HMI Cabang Denpasar menyelenggarakan Training Raya yang meliputi Latihan Kader (LK) II dan Latihan Khusus Kohati (LKK), berlangsung dari 19-24 Mei 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalisasi dan Sinergitas Spirit Pengkaderan Dalam Mencetak Kader Berkualitas Insan Cita Menuju […]

expand_less