Said Abdullah Sesalkan Konflik Internal PBNU Terkait Isu Tambang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Politisi PDIP, Said Abdullah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Politikus PDI Perjuangan yang juga warga Nahdlatul Ulama (NU), Said Abdullah, mengaku sedih atas mencuatnya konflik internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menyayangkan jika benar polemik tersebut dipicu oleh persoalan pengelolaan tambang batu bara.
“Suatu perkara duniawi yang sesungguhnya kecil sekali derajatnya untuk dijadikan sumber perpecahan,” ujar Said dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Anggota DPR itu menjelaskan, sejak kecil ia dibesarkan dalam tradisi Nahdliyah yang menjunjung tawadu’, tabayun, dan akhlakul karimah sebagaimana diajarkan dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa nilai-nilai tersebut seolah tak lagi menjadi pedoman dalam penyelesaian persoalan di internal PBNU.
“Sebagai bagian dari jam’iyah ini, saya sedih dan merasa malu. Kami menjadikan ulama pesantren sebagai teladan akhlakul karimah, tetapi kini justru disuguhi konflik terbuka seperti ini,” katanya.
Said berharap semua pihak yang terlibat dapat segera menempuh jalan islah. Ia mendorong para mustasyar, kiai sepuh, dan tokoh berwenang lainnya untuk turun tangan meredakan ketegangan.
Menurutnya, konflik berkepanjangan hanya akan menguras energi PBNU yang seharusnya difokuskan pada pelayanan umat. Ia juga memperingatkan bahwa langkah saling pecat dapat menimbulkan luka dan perpecahan mendalam.
“Jika jalan pecat-memecat ditempuh, maka akan ada martabat yang direndahkan. Ujungnya zero sum game, tidak ada yang menang,” tegasnya.
Said juga mengimbau para pendukung masing-masing kubu agar tidak memperkeruh situasi, terutama melalui media sosial. Ia optimistis para ulama mampu menemukan jalan islah dengan semangat tawakal dan pengabdian kepada umat (RED).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar