Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Eva Sundari: Non-Aktif Jadi Transisi Menuju Pemberhentian DPR

Eva Sundari: Non-Aktif Jadi Transisi Menuju Pemberhentian DPR

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua DPP Partai Nasdem, Eva Kusuma Sundari, menegaskan bahwa status non-aktif bagi anggota DPR merupakan mekanisme transisi sebelum adanya keputusan pemberhentian tetap. Menurutnya, istilah ini lahir karena proses pemberhentian permanen membutuhkan waktu panjang melalui jalur yuridis dan mekanistik di DPR.

Eva menjelaskan, Pasal 122 ayat 3 UU MD3 memang tidak menyebut frasa non-aktif secara eksplisit, tetapi menggunakan istilah “ditangguhkan hak-haknya”. Dalam praktik politik, imbunya, penangguhan hak itu dimaknai sama dengan status non-aktif.

“Saat dinonaktifkan, anggota DPR otomatis tidak bisa bicara, memberi suara, maupun menerima hak protokoler dan keuangan,” katanya, Senin (1/9/2025).

Ia menambahkan, kebijakan partai menonaktifkan kader di fraksi merupakan bagian dari langkah politik internal yang harus dijalankan fraksi sesuai mekanisme DPR.

“Tujuannya agar proses menuju keputusan permanen berjalan tertib tanpa mengurangi marwah kelembagaan parlemen,” tegasnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Voting Pemilihan Calon Pimpinan KPK di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Kamis (21/11/2024)

    Komposisi Baru Pimpinan KPK Dinilai Siap Jawab Tantangan

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029 kini dipimpin oleh Setyo Budiyanto, bersama empat pimpinan lainnya, yakni Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak, dan Agus Joko Pramono. Komposisi pimpinan baru ini dinilai sebagai tim yang siap menghadapi tantangan berat dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. “Komposisi kali ini sangat komprehensif, mencakup berbagai latar […]

  • Kapel Sistina bersiap untuk Konklaf 2025 ( Sumber Foto : AFP)

    Konklaf dari Abad Pertengahan hingga saat ini

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    VATIKAN, CUPLIKAN.CO.ID – Konklaf seperti yang kita kenal sekarang berasal dari Abad Pertengahan dan didirikan untuk mencegah kekosongan Takhta Suci (Sede Vacante) yang berkepanjangan serta campur tangan dari pihak luar. Istilah “Konklaf” berasal dari dua kata Latin: cum (dengan) dan clavis (kunci). Dalam terminologi Gereja, istilah ini merujuk pada tempat tertutup di mana pemilihan Paus […]

  • Matahukum Soroti Dugaan Penggunaan Gedung Diklat Kemenhut untuk Agenda PSI, Desak KPK dan BPK Lakukan Investigasi

    Matahukum Soroti Dugaan Penggunaan Gedung Diklat Kemenhut untuk Agenda PSI, Desak KPK dan BPK Lakukan Investigasi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Dugaan penggunaan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sumber Daya Manusia (SDM) milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk kegiatan internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai sorotan dari kalangan pegiat hukum. Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, menilai dugaan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan partai politik tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif semata. Menurutnya, kasus […]

  • Workshop Pendidikan bertema “Pendidikan untuk Semua: Peran Perempuan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama DPP Pengajian Al-Hidayah di Hotel Pullman, Jakarta pada Minggu (4/5/2025).

    Pengajian Al-Hidayah Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pendidikan Nasional

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Perempuan memiliki peran kunci dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia, baik sebagai ibu, pendidik, maupun pengambil kebijakan. Isu ini menjadi pokok pembahasan dalam Workshop Pendidikan bertema “Pendidikan untuk Semua: Peran Perempuan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama DPP Pengajian Al-Hidayah di Hotel Pullman, Jakarta. Acara ini mempertemukan […]

  • Cucu Ayatollah Ruhollah Khomeini, Hassan Khomeini, berdiri di samping Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam peringatan 36 tahun wafatnya pemimpin Revolusi Islam Iran 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini, di makam Khomeini di Tehran selatan, Iran, pada 4 Juni 2025. Sumber Foto dari Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA (West Asia News Agency) dan Disiarkan melalui REUTERS.

    Rencana Suksesi Khamenei di Iran Dipercepat di Tengah Ancaman

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Rencana suksesi untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kini memasuki tahap krusial. Seiring meningkatnya ancaman keamanan, terutama setelah serangan Israel terhadap Iran dan ancaman pembunuhan terhadap Khamenei, sebuah komite beranggotakan tiga ulama senior – yang ditunjuk langsung oleh Khamenei dua tahun lalu – mempercepat persiapan penunjukan penerusnya. Sebagaimana dilansir dari Reuters, […]

  • Airlangga Pribadi Kusman

    Krisis Legitimasi, Runtuhnya Kelas Menengah, dan Negara yang Tak Mau Bercermin

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Oleh: Airlangga Pribadi Kusman* Di tengah hiruk-pikuk politik pasca-Agustus, kita menyaksikan negara kembali menggunakan resep lama untuk menghadapi protes rakyat: represi. Aktivis ditangkap, demonstrasi dihadang, dan suara-suara kritis dibungkam. Namun yang menarik, pola represi ini muncul justru ketika keresahan sosial semakin nyata, ketika rakyat—khususnya kelas menengah—jatuh ke titik terendah dalam sejarah pembangunan pascareformasi. Alih-alih berusaha […]

expand_less