Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Puspoll Indonesia: Lemahnya Ikatan Rakyat dan Partai Jadi Akar Masalah Demokrasi

Puspoll Indonesia: Lemahnya Ikatan Rakyat dan Partai Jadi Akar Masalah Demokrasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan antara pemilu nasional dan pemilu lokal mulai 2029 dinilai bukan hanya perubahan teknis, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju demokrasi yang lebih substansial. Direktur Program Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyebut bahwa keputusan ini membuka ruang refleksi menyeluruh atas praktik politik elektoral yang selama ini terlalu transaksional dan dangkal dalam substansi.

“Selama ini pemilu kita ibarat pesta lima kotak, tetapi tidak melahirkan demokrasi yang dalam. Partisipasi publik tinggi secara angka, tetapi rendah secara makna. Hubungan rakyat dengan wakilnya sangat lemah. Ini akar krisis kepercayaan politik,” ujar Hojin kepada media, Senin (8/7/2025).

Menurutnya, problem utama demokrasi elektoral Indonesia bukan hanya pada tata waktu penyelenggaraan pemilu, tetapi pada arsitektur politik yang lemah dalam memperkuat institusi partai, memperdalam kesadaran pemilih, dan membangun koneksi antara suara dengan kebijakan publik.

Krisis Representasi dan Rendahnya Party ID

Puspoll Indonesia telah lama menyoroti rendahnya party identification (party ID) masyarakat terhadap partai politik. Data mereka menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih tidak memiliki ikatan ideologis maupun emosional dengan partai tertentu. Pemilih cenderung berpindah-pindah dan bersikap pragmatis.

“Party ID kita sangat rendah. Pemilu hanya jadi rutinitas lima tahunan tanpa dampak yang kuat terhadap partai. Akibatnya, partai tidak tumbuh sebagai institusi ideologis, melainkan sebagai kendaraan elektoral semata,” papar Hojin.

Lemahnya identifikasi ini menyebabkan tidak ada partai yang dominan sejak era reformasi. Partai pemenang hanya memperoleh suara 17–22 persen, sehingga koalisi pemerintahan pun terbentuk secara pragmatis tanpa fondasi visi dan arah yang kuat.

Sistem Rekrutmen Politik yang Bermasalah

Lebih lanjut, Puspoll mengkritik sistem rekrutmen calon legislatif oleh partai yang dinilai sangat pragmatis, bahkan cenderung transaksional. Menurut Hojin, banyak partai justru lebih mempertimbangkan “isi rekening” calon ketimbang gagasan atau komitmen terhadap publik.

“Dalam banyak kasus, orang bisa masuk daftar caleg hanya karena punya modal finansial. Ini sangat berbahaya karena membuat demokrasi dikuasai oleh pemilik modal, bukan pemilik gagasan,” ungkapnya.

Padahal, sistem politik yang sehat membutuhkan politisi yang tumbuh dari basis pemilih, memiliki hubungan langsung dengan konstituen, dan membawa agenda publik ke parlemen. Hal ini hampir tak ditemukan dalam praktik politik kita hari ini.

Empat Putusan MK dan Peluang Merombak Sistem

Hojin menyebutkan, saat ini setidaknya ada empat putusan penting dari MK yang jika ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah dan DPR, bisa menjadi jalan bagi reformasi menyeluruh sistem kepemiluan:

  1. Penghapusan presidential threshold: dari 20% menjadi 0%

  2. Pembatalan parliamentary threshold: ambang batas parlemen 4%

  3. Penghapusan syarat ambang batas pencalonan kepala daerah

  4. Pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal mulai 2029

“Keempat putusan ini membuka ruang desain baru bagi sistem demokrasi kita. Kita bisa mendesain pemilu yang lebih adil, partisipatif, dan substantif. Tapi itu hanya akan terjadi jika ada kemauan politik,” kata Hojin.

Momentum Mendesain Ulang Demokrasi

Menurut Puspoll, pemilu seharusnya tidak hanya soal teknis dan logistik, tetapi harus dipandang sebagai sarana pendidikan politik. Maka, pemisahan pemilu dapat dijadikan ruang untuk menata sistem: memperbaiki relasi partai dan rakyat, mendorong kaderisasi yang sehat, dan memutus dominasi politik uang.

“Putusan MK ini bisa menjadi titik balik. Kita harus berani meninggalkan demokrasi kosmetik yang hanya sibuk pada citra, logistik, dan kalkulasi elektoral, menuju demokrasi substantif yang berpijak pada nilai, gagasan, dan representasi yang sejati,” pungkas Hojin.

Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa mulai 2029, pemilu nasional—yang meliputi presiden, DPR, dan DPD—akan dipisah dari pemilu lokal—yang meliputi DPRD, gubernur, bupati, dan wali kota. Format “pemilu lima kotak” yang selama ini menjadi ciri khas pesta demokrasi di Indonesia, tidak akan lagi berlaku (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teror Kepala Tikus kepada Tempo Media.

    PPDI Merah Putih Kutuk Teror terhadap Tempo Media

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA RADIANTVOICE.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Merah Putih mengeluarkan pernyataan sikap tegas terhadap aksi teror yang menimpa Tempo Media. Mereka menilai tindakan pengiriman kepala babi dan bangkai tikus tanpa kepala sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia. “Kami mengutuk keras segala bentuk teror, intimidasi, dan ancaman […]

  • Taylor Swift

    Taylor Swift Dukung Kamala: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Pemilu AS?

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Taylor Swift telah secara terbuka dan terang-terangan memberikan dukungan kepada Kamala Harris, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat. Dukungannya bukan hanya sekadar postingan di Instagram, tetapi juga dilihat sebagai langkah strategis untuk menarik jutaan penggemarnya, yang mayoritas adalah pemilih muda. Harris memanfaatkan pengaruh Swift dan loyalitas penggemarnya untuk mendapatkan suara dalam pemilu […]

  • Wakil Ketua DPR RI yang juga Politisi Partai Golkar, Adies Kadir, saat sesi wawancara bersama awak media seusai diskusi publik bertajuk "Quo Vadis Pemilu Indonesia? di DPP Partai Golkar, Kamis (24/7).

    Golkar Kaji Inkonsistensi Putusan MK soal Pemilu Serentak

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI sekaligus politisi Partai Golkar, Adies Kadir, menyoroti adanya inkonsistensi dalam putusan-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelaksanaan pemilu serentak. Hal itu ia sampaikan dalam keterangan pers usai menghadiri Diskusi Publik bertema “Quo Vadis Pemilu Indonesia? Dampak Putusan MK No.135/PUU-XXII/2024 terhadap Pemilu Serentak 2024” di kantor DPP Partai Golkar, Kamis […]

  • Penyerahan surat tugas pada 5 Plt di Jawa Timur dari Pj Sekdaprov Jatim, Bobby Soeimarsono. Sumber foto : Pemprov Jatim.

    Pj Sekdaprov Serahkan SPT kepada Lima Plt. Bupati di Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, menyerahkan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada lima Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati di Ruang Kerja Pj. Sekdaprov Jatim, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110, Surabaya, Senin (23/8). Penyerahan SPT ini dilakukan untuk menunjuk para Plt. yang akan menggantikan sementara posisi bupati di […]

  • Arzeti Bilbina

    DPR Soroti Pengawasan Lemah Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah berbagai persoalan muncul di lapangan. DPR RI menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab terjadinya rangkaian kasus, mulai dari makanan basi hingga keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, menegaskan bahwa pemerintah perlu memperketat kontrol dan […]

  • Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat menghadari acara Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Jatim 2024. Sumber foto : Pemprov Jatim

    Pj. Gubernur Jatim: Pastikan Pilgub Jatim 2024 Aman dan Kondusif

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang aman, tertib, damai, dan kondusif. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2024 yang diadakan di Taman Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa (24/9) sore. “Hari ini kita […]

expand_less