Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Desak Transparansi, Sejarawan dan DPR Minta Naskah Sejarah RI Diuji Publik

Desak Transparansi, Sejarawan dan DPR Minta Naskah Sejarah RI Diuji Publik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Rencana pemerintah menulis ulang sejarah Indonesia mendapat sorotan tajam dari kalangan sejarawan dan legislatif. Mereka menilai proses penulisan sejarah nasional harus terbuka dan melibatkan partisipasi masyarakat, bukan disusun secara tertutup oleh negara.

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus sejarawan, Bonnie Triyana, secara tegas meminta agar naskah penulisan sejarah Republik Indonesia diuji publik terlebih dahulu sebelum diterbitkan secara resmi.

“Saya minta naskah buku sejarah itu diuji publik dulu sebelum diterbitkan. Supaya dapat masukan dari masyarakat. Karena sejatinya sejarah adalah milik masyarakat, bukan hanya milik negara,” ujar Bonnie saat dihubungi pada Selasa (6/5).

Senada dengan Bonnie, sejarawan Universitas Nasional (Unnas), Andi Achdian, juga menyoroti kurangnya ruang partisipatif dalam proyek ini. Ia menilai sejarah nasional tak boleh menjadi alat kekuasaan yang hanya menonjolkan versi pemerintah.

Menurut Andi, penulisan sejarah seharusnya tidak diserahkan kepada negara, melainkan diserahkan kepada komunitas keilmuan. “Sejarah bukan sekadar catatan pemerintah, tapi juga tentang ingatan kolektif, termasuk mereka yang pernah menjadi korban kekerasan negara,” ujarnya, Rabu (7/5).

Andi mengungkapkan kekhawatirannya setelah melihat outline proyek penulisan tersebut. Ia menyebut hanya dua dari 12 pelanggaran HAM berat yang diakui Komnas HAM dimuat dalam rencana buku sejarah itu. Ia menyesalkan peristiwa penting seperti tragedi 1965 dan penculikan aktivis menjelang Reformasi tidak diakomodasi.

Ia pun menilai revisi tersebut cenderung memuat glorifikasi terhadap pemerintahan dari era Sukarno hingga Jokowi, tanpa menghadirkan sisi gelap sejarah yang penting untuk diingat dan dipertanggungjawabkan.

“Kalau semuanya tampak baik-baik saja, lalu di mana tempat bagi luka sejarah dan suara korban?” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menyampaikan bahwa proyek penulisan ulang sejarah ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025, melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari berbagai kampus. Fadli menambahkan, buku ini akan menjadi panduan sejarah resmi untuk dunia pendidikan.

Namun, desakan dari kalangan akademisi dan wakil rakyat menunjukkan bahwa proyek ini harus dijalankan secara inklusif, bukan menjadi narasi tunggal milik penguasa (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Peradaban yang digekar Institute Peradaban di Perpustakaan Nasional, Senin (06/10/2025)

    Institut Peradaban Bahas Ancaman Perang Nuklir dan Krisis Peradaban Global

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, Institut Peradaban menggelar forum strategis bertajuk “Perang Nuklir: Indikasi Awal Kiamat?” yang akan membahas ancaman nyata dari eskalasi konflik antarnegara pemilik senjata nuklir. Acara ini berlangsung Senin, (06/10/2025), di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta. Forum ini menjadi wadah refleksi global atas masa depan peradaban manusia di tengah […]

  • Aksi menolak pembredelan Tempo

    Pimred Tempo Kritik Gugatan Amran Sulaiman Ancam Kebebasan Pers

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa gugatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terhadap Tempo dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan kebebasan pers di Indonesia. Dalam pernyataannya, Senin (3/11/2025), Setri mengingatkan bahwa langkah membawa sengketa pemberitaan ke ranah pengadilan merupakan kemunduran dalam tata kelola pers di negara demokrasi. Setri menyebut, Undang-Undang Pers […]

  • Suasana Muktamar X PPP

    SK PPP Kubu Mardiono Disahkan, Potensi Perlawanan Kian Menguat

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai pengesahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Muhammad Mardiono oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI berpotensi menimbulkan perlawanan dari kubu Agus Suparmanto. Menurut Yusak, pengesahan itu dianggap mengabaikan sejumlah fakta dalam pelaksanaan Muktamar X PPP. “Pengesahan SK kubu Mardiono terlihat terburu-buru, […]

  • Tingkatkan SDM Tenaga Ahli-Staff Anggota DPR RI, FOSTA Fraksi Partai Golkar dan BRIN Gelar Workshop AI

    Tingkatkan SDM Tenaga Ahli-Staff Anggota DPR RI, FOSTA Fraksi Partai Golkar dan BRIN Gelar Workshop AI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    JAKARTA, EDITORIA.CO.ID – Dalam rangka peningkatan SDM para tenaga ahli dan staf administrasi Anggota DPR RI. Pengurus Forum Staf Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar DPR RI, bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar workshop Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi Untuk Masyarakat (PKPRIM).  Workshop tersebut bertajuk, “Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence untuk Mendukung Kerja […]

  • Voicers Chamad Hojin

    Aksi Massa & Krisis Komunikasi Para Pejabat Publik Kita

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Oleh : Chamad Hojin* Aksi massa beberapa minggu terakhir yang terjadi di Pati, Bone, dan Gedung DPR dipicu oleh pernyataan para pejabat yang dinilai arogan, sombong, sinis dan cenderung menantang rakyat. Para pejabat menggunakan standar ukuran orang lain atau masyarakat dengan ukuran dan standar dirinya sendiri. Akibatnya apa yang diucapkan mendapat reaksi dan tanggapan yang […]

  • Menteri Sekretaris Negara, Parasetyo Hadi (dua dari kiri) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) dan Sufmi Dasco Ahmad (kanan) saat mendampingi Presiden Prabowo yang sedang menandatangani beberapa surat keputusan untuk kepentingan bangsa dan negara kedepan. Sumber foto : instagram @sufmi_dasco

    Tanpa Dubes Sejak 2023, Siapa yang Siap ke AS?

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sudah hampir setahun kursi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat dibiarkan kosong sejak ditinggalkan Rosan Roeslani pada Juli 2023. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah dinamika politik global dan hubungan dagang yang menegang dengan AS. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memiliki empat hingga lima […]

expand_less